Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov (bahasa Rusia:Адмирал флота Советского Союза Кузнецовcode: ru is deprecated , har.'Laksaman Armada Uni Soviet Kuznetsov') adalah kapal induk (kapal penjelajah pembawa pesawat menurut klasifikasi Rusia) yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Rusia. Dibangun oleh Galangan Kapal Laut Hitam di Nykolaev, RSS Ukraina. Awalnya kapal ini bernama Riga; kemudian diluncurkan sebagai Leonid Brezhnev, memulai uji coba laut sebagai Tbilisi, dan akhirnya diberi nama Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov, dinamai dari Laksamana Besar Uni Soviet, Nikolay Gerasimovich Kuznetsov.[3] Ini adalah kapal induk terakhir Angkatan Laut Rusia.
Kapal ini awalnya ditugaskan di Angkatan Laut Uni Soviet, dan dimaksudkan untuk menjadi kapal pertama di kelasnya. Tapi kapal kedua di kelasnya, Varyag, tidak pernah selesai hingga runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.[4] Kapal kedua tersebut oleh Ukraina akhirnya dijual ke Tiongkok, pembangunannya diselesaikan di Dalian dan diluncurkan sebagai Liaoning.[5] Pensiunnya kapal induk kelas Kiev yang berukuran lebih kecil pada tahun 1990-an menjadikan Admiral Kuznetsov sebagai satu-satunya kapal induk di Angkatan Laut Rusia. Pada November 2016, kapal induk tersebut untuk pertama kalinya ikut serta dalam operasi tempur, dengan meluncurkan 420 sorti pesawat selama serangan di Aleppo, sebagai bagian dari intervensi Rusia dalam perang saudara Suriah.
Kapal Admiral Kuznetsov telah tidak beroperasi sejak Maret 2017. Proses modernisasi, perombakan, dan perbaikan terhambat oleh kecelakaan, penggelapan dana, dan kendala lainnya.[6] Setelah dok apung PD-50 tenggelam di Teluk Kola (Murmansk) dalam kecelakaan yang menewaskan seorang pekerja pada Oktober 2018, kapal tersebut ditarik ke Sevmorput Yard No 35. [7] Dalam kecelakaan lain pada Desember 2019, kebakaran besar menewaskan setidaknya satu pekerja dan melukai sepuluh lainnya.[8] Pada Juni 2022, kapal tersebut dipindahkan ke dok kering di Pabrik Perbaikan Kapal ke-35 di Murmansk,[6] di mana kapal tersebut tetap berada hingga Februari 2023. Diperkirakan perbaikan akan selesai dan kapal akan dikembalikan ke Angkatan Laut Rusia pada 2024, namun hal ini ditunda hingga setidaknya 2025.[9][10] Pada September 2024, awak kapal tersebut dipindahkan ke unit tempur yang terlibat dalam Perang Rusia-Ukraina. Per Februari 2025, kapal tersebut masih belum beroperasi, sehingga Angkatan Laut Rusia tidak memiliki kapal induk yang beroperasi.[11][12] Pada Juli 2025, dilaporkan bahwa pekerjaan pada Admiral Kuznetsov telah dihentikan dan kapal tersebut mungkin akan dibongkar atau dijual.[13][14][15]
Desain
Konfigurasi dek penerbangan memiliki tiga posisi lepas landas untuk pesawat sayap tetap
Kendati dinamai selaku "kapal induk" oleh pihak Barat, rancangan Kuznetsov sebenarnya mengimplikasikan target yang berlainan dari kapal induk negara Barat. Istilah yang digunakan oleh pembuat kapal ini ialah Tyazholiy Avianesushchiy Kreyser (TAVKR) – "kapal penjelajah beratpembawa pesawat" – yang dimaksudkan untuk mendukung kapal selam pembawa rudal strategis, kapal permukaan, dan pesawat pembawa rudal lainnya di angkatan laut Rusia.
Untuk lepas landas, Admiral Kuznetsov memiliki ski-jump di ujung haluannya. Saat lepas landas, pesawat berakselerasi menuju ski-jump sambil menyalakan afterburner. Lepas landas dengan ski-jump akan menghasilkan kecepatan sekitar 120–140 km/jam untuk pesawat melakukan lepas landas.[16]
Tidak seperti kebanyakan kapal Barat yang menggunakan turbin gas atau tenaga nuklir, Admiral Kuznetsov menggunakan tenaga konvensional berupa mazut sebagai bahan bakar, sehingga menghasilkan jejak asap hitam tebal yang bisa dilihat dari jarak jauh.[17]
Sejarah
1982–1991: konstruksi dan sengketa kepemilikan
Admiral Kuznetsov dibangun di Galangan Kapal Selatan Nikolayev di Nikolayev di RSS Ukraina, lalu diluncurkan pada tahun 1985, dan beroperasi penuh pada tahun 1995. Awalnya kapal itu bernama Riga, kemudian menjadi Leonid Brezhnev, kemudian Tbilisi, hingga pada 4 Oktober 1990[18] menjadi Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov, disingkat Admiral Kuznetsov.[3]
Setelah upaya kudeta Soviet tahun 1991 dan kemerdekaan Ukraina, presiden Ukraina Leonid Kravchuk menyatakan bahwa Admiral Kuznetsov adalah milik Ukraina, dan kapal harus tetap di Sevastopol sampai pemerintah Ukraina membuat keputusan atas nasibnya. Wakil komandan Armada Utara, Yuri Ustimenko mendahului pemerintah Ukraina dan memerintahkan Admiral Kuznetsov untuk berlayar ke Vidyayevo agar kapal tetap berada di dalam armada Soviet.[19] Pada bulan Desember 1991, ia berlayar dari Laut Hitam untuk bergabung dengan Armada Utara Angkatan Laut Rusia.
1995–1996: pelayaran
Admiral Kuznetsov pada tahun 1996
Dari 23 Desember 1995 hingga 22 Maret 1996, Admiral Kuznetsov melakukan pelayaran di Laut Mediterania dengan 13 Su-33, 2 Su-25 UTG, dan 11 helikopter.[20] Selama masa itu Admiral Kuznetsov berlabuh di lepas pelabuhan Tartus, Suriah.[21] Pesawatnya sering terbang di dekat garis pantai Israel sehingga harus dikawal oleh F-16 Israel.[21]
1997–1998: perbaikan
Admiral Kuznetsov ditambatkan di galangan kapal Armada Utara pada akhir tahun 1997 setelah perbaikan dihentikan karena kurangnya dana. Perbaikan akhirnya selesai pada Juli 1998, dan kapal kembali beroperasi aktif di Armada Utara pada 3 November 1998.
Admiral Kuznetsov berpartisipasi dalam operasi pencarian dan evakuasi Kursk pada akhir tahun 2000. Pada bulan Oktober 2004, kapal berpartisipasi dalam latihan armada Angkatan Laut Rusia di Samudera Atlantik.[22] Pada September 2005, sebuah Su-33 jatuh dari kapal induk ke Samudra Atlantik secara tidak sengaja.[23] Pada 27 September 2006, diumumkan bahwa Admiral Kuznetsov akan kembali bertugas di Armada Utara pada akhir tahun setelah dilakukannya modernisasi. Pesawat tempur Su-33 juga akan kembali bertugas setelah menjalani perawatan dan perbaikan.
Dari 5 Desember 2007 hingga 3 Februari 2008, Admiral Kuznetsov melakukan pelayaran kedua di Mediterania.[20] Pada 11 Desember 2007, Admiral Kuznetsov melewati anjungan minyak Norwegia di Laut Utara, 60 mil laut (110 km) di luar Bergen, Norwegia.[24]Admiral Kuznetsov kemudian berpartisipasi dalam latihan di Laut Mediterania bersama dengan 11 kapal perang dan pesawat tempur Rusia lainnya. Admiral Kuznetsov kembali ke Severomorsk pada 3 Februari 2008. Setelah pemeriksaan, kapal itu kembali melaut pada 11 Oktober 2008 untuk latihan militer yang diadakan di Laut Barents. Pada 12 Oktober 2008, Presiden RusiaDmitry Medvedev mengunjungi kapal selama latihan.
Dari 5 Desember 2008 hingga 2 Maret 2009, Laksamana Kuznetsov melakukan pelayaran ketiganya di Mediterania[20] bersama Armada Laut Hitam Rusia dan kunjungan ke beberapa pelabuhan Mediterania.[25][26] Pada 7 Januari 2009, sebuah korsleting mengakibatkan kebakaran kecil terjadi di atas kapal Admiral Kuznetsov saat berlabuh di Turki, satu pelaut meninggal akibat keracunan karbon monoksida.[27] Pada 16 Februari 2009, Admiral Kuznetsov terlibat dalam tumpahan minyak saat mengisi bahan bakar di lepas pantai selatan Irlandia.[28] Pada 2 Maret 2009, Admiral Kuznetsov kembali ke Severomorsk, dan pada September 2010 akan melakukan pelatihan di Laut Barents.
Pada November 2011, diumumkan bahwa Admiral Kuznetsov akan memimpin satu skuadron ke sebuah fasilitas angkatan laut Rusia di Tartus.[29] Pada 12 Desember 2011, Admiral Kuznetsov dan pengawalnya terlihat di timur laut Orkney di lepas pantai Skotlandia utara di dekat Britania Raya. HMS York mengawal rombongan tersebut selama seminggu. Admiral Kuznetsov kemudian mengitari Skotlandia dan menuju Atlantik melewati Irlandia barat.[30] Pada 8 Januari 2012, Admiral Kuznetsov berlabuh dekat pantai Tartus sementara kapal-kapal pengawalnya memasuki pelabuhan untuk menggunakan untuk mengisi kembali perbekalan mereka, setelah itu semua kapal melanjutkan penempatannya pada 9 Januari. Pada Februari 2012, Admiral Kuznetsov kembali ke Severomorsk, setelah kehilangan tenaga penggeraknya selama pelayaran di Teluk Biscay.[31]
Pada 17 Desember 2013, Admiral Kuznetsov dikerahkan menuju Mediterania.[32] Pada 1 Januari 2014, Admiral Kuznetsov merayakan tahun baru saat berlabuh di perairan internasional Moray Firth di timur laut Skotlandia. Berlabuhnya Admiral Kuznetsov untuk pengisian kembali perbekalan kapal dan istirahat bagi awak kapal dari cuaca buruk di lepas pantai barat daya Norwegia, sebelum beranjak ke Laut Mediterania, dan berlabuh di Siprus pada 28 Februari.[33] Pada Mei 2014, Admiral Kuznetsov dan gugus tugasnya.[34]Admiral Kuznetsov akan tetap beroperasi setidaknya hingga tahun 2030.[35]
Admiral Kuznetsov di Mediterania untuk mendukung operasi militer Rusia di Suriah, 2016. (Video)
Pada 15 November 2016, sebagai bagian dari operasi skala besar, Admiral Kuznetsov meluncurkan Su-33 untuk meyerang kelompok teroris ISIS dan Al-Nusra di Idlib dan Homs di Suriah. Ini adalah pertama kalinya Admiral Kuznetsov terlibat dalam operasi tempur.[45] Hingga awal Januari 2017, diumumkan bahwa Admiral Kuznetsov dan grup tempurnya akan menghentikan operasi di Suriah sebagai bagian dari pengurangan keterlibatan Rusia dalam konflik.[46] Selama penempatannya di Suriah, pesawat dari Admiral Kuznetsov melakukan 420 misi tempur dan mengenai 1.252 sasaran musuh.[47] Pada 11 Januari 2017, Admiral Kuznetsov melakukan latihan di lepas pantai Libya.[48]
Pada 20 Januari, Admiral Kuznetsov terlihat melewati Selat Gibraltar, dan enam hari kemudian ia dikawal kembali sepanjang Selat Inggris oleh 3 Eurofighter Typhoon dari Angkatan Udara Kerajaan dan HMS St Albans.[49] Ia kembali di Severomorsk pada 9 Februari.[50]
2017–sekarang: perbaikan
Admiral Kuznetsov dalam proses perbaikan, 16 Agustus 2021.
Admiral Kuznetsov memulai program perbaikan dan modernisasi di Murmansk pada kuartal pertama 2017 untuk memperpanjang usia layanannya selama 25 tahun.[51] Pada 30 Oktober 2018, Admiral Kuznetsov mengalami kerusakan saat galangan PD-50 tenggelam, sehingga sebuah derek seberat 70 tonnya jatuh ke dek kapal, menyebabkan lubang sebesar 19 meter persegi. Satu orang hilang dan empat lainnya luka-luka saat galangan tenggelam.[52] Biaya kerusakannya diperkirakan mencapai RUB 70 juta (sekitar US$1 juta).[53]
Pada bulan Desember 2019, kebakaran besar terjadi di atas kapal saat proses reparasi kapal dilakukan.[54] Dua orang tewas dan lebih dari selusin luka-luka dalam kebakaran itu, dan kerusakan pada kapal diperkirakan mencapai US$8 juta.[55]
Pada 15 Agustus 2022, dikonfirmasi bahwa Admiral Kuznetsov akan diserahkan ke Angkatan Laut Rusia pada kuartal pertama tahun 2024, dan kapal tersebut diharapkan tetap beroperasi setidaknya selama 25 tahun lagi.[56] Pada 22 Desember 2022,, terjadi kebakaran lagi pada kapal. Tdak ada korban jiwa yang dilaporkan.[55] Perbaikan kapal induk diproyeksikan akan berlangsung hingga tahun 2024.[55][57]
Pada September 2024, sebuah analisis OSINT mengungkapkan bahwa awak kapal Admiral Kuznetsov yang berjumlah sekitar 1.500 pelaut telah dipindahkan ke Angkatan Darat Rusia untuk bertugas dalam pertempuran di Ukraina. Hal ini memicu spekulasi bahwa tidak ada rencana untuk mengembalikan kapal Admiral Kuznetsov ke kondisi layak laut.[12][58] Per Juli 2025, dilaporkan bahwa pekerjaan perbaikan dan modernisasi kapal induk tersebut telah dihentikan, dan Kementerian Pertahanan Rusia sedang mempertimbangkan untuk membongkar kapal tersebut karena usia dan kondisinya yang sudah tua serta biaya perbaikan yang terus meningkat.[59] Pada bulan yang sama, UK Defence Journal melaporkan komentar publik dari Laksamana Sergei Avakyants, mantan kepala Armada Pasifik Rusia, yang menyarankan adanya dukungan institusional terhadap keputusan untuk memensiunkan kapal induk tersebut. Ia menggambarkan kapal induk konvensional sebagai mahal dan tidak efisien dalam skenario konflik modern, dengan argumen bahwa sistem tak berawak dan platform robotik adalah masa depan.[60] Media Rusia www1.ru melaporkan pada Januari 2026 bahwa Admiral Kuznetsov mungkin akan diperbaiki setelah dok apung PD-50 diperbaiki.[61][62]
Pada Februari 2026, sumber berita Ekuador melaporkan bahwa kapal induk Admiral Kuznetsov akan dinonaktifkan karena tingginya biaya perbaikan.[63]
↑GULSETH, HARALD S. KLUNGTVEIT, HEGE LØVSTAD (11 Desember 2007). "Russiske jagerfly lager kaos i Nordsjøen". dagbladet.no (dalam bahasa Norwegia). Diakses tanggal 25 Januari 2023. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
↑Soper, Karl (1 August 2016). "Admiral Kuznetsov overhaul designed to maintain carrier capability while Russia considers future carrier options". Jane's Navy International. 121 (6).