Brunei memiliki beberapa nama tempat yang berhubungan dengan pohon. Menurut legenda, nama Menunggol berasal dari kata Brunei untuk tunggul pohon. Tidak seorang pun benar-benar tahu di mana, tetapi tunggul pohon memberi nama daerah Kampung Menunggol.[6] Menurut sumber dari Pusat Sejarah Brunei, desa itu sudah ada sebelum pecahnya Perang Dunia Kedua.[7]
Geografi
Kampung Menunggol adalah sebuah desa kecil yang terletak di tepi Sungai Brunei dan untuk mencapainya menggunakan perahu motor.[8]
Demografi
Berdasarkan sensus tahun 2016, jumlah penduduk desa ini adalah 541 jiwa dengan 55% laki-laki dan 45% perempuan. Seluruh penduduk tinggal di daerah pedesaan.[9]
Infrastruktur
Masjid
Masjid Kampung Menunggol adalah masjiddesa, diresmikan pada tanggal 14 November 1980 dan mampu menampung 300 jamaah.[10]