KRI Kujang(642) adalah kapal perang milik Angkatan Laut Indonesia, tepatnya sebuah kapal cepat rudal kelas Clurit. Kapal ini dibangun oleh PT Palindo di Batam.[2] Kapal ini juga familiar dengan panggilan KCR-40 meter, yang berperan sebagai kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula (doktrin hit and run).
Riwayat
Pembuatan
Pembuatan KRI Kujang ini ±99% dibuat di PT Palindo Marine Industries, Batam. KCR-40 ini terbuat dari baja khusus high tensile steel pada bagian hulu dan lambung kapal yang juga produk dalam negeri yang diperoleh dari PT Krakatau Steel, Cilegon, sedangkan untuk bangunan atas kapal menggunakan Aluminium Alloy.[3]
Peluncuran
Kapal bernomor lambung 642 ini diluncurkan dan diresmikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro pada tanggal 16 Februari 2012.[4]
Spesifikasi
Ukuran
Kapal berukuran panjang 44 meter, lebar 7,40 meter, dan berat 250 ton.
Persenjataan
Kapal ini dipersenjatai dengan satu unit meriam CIWS 6 barel 30mm, 2 unit meriam anjungan berkaliber 20mm, 2 set Rudal C-705.
Tenaga penggerak
Kapal ini ditenagai dengan sistem propulsi fixed propeller 5 daun, memiliki sistem pendorong yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan maksimal 30 knot.
Penugasan
Pada tanggal 17 Mei 2026, KRI Kujang menggagalkan aksi penyelundupan logam tanah jarang seberat 390 ton dari sebuah kapal kontainer di perairan Batam, Kepulauan Riau.[5]
Referensi
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-02-09. Diakses tanggal 2012-10-09.