KRI Bung Karno (369) adalah sebuah korvet dan yacht kepresidenan milik TNI Angkatan Laut. Ditetapkan sebagai Korvet Rudal Heli VVIP dan Kepresidenan,[3] kapal ini diberi nama setelah Presiden Pertama Indonesia Soekarno dan mulai beroperasi pada bulan Juni 2023. Kapal ini memiliki kapal saudari yang berasal dari galangan serupa bernama KRI Bung Hatta (370).[4]
Spesifikasi dan persenjataan
Bung Karno memiliki panjang 73m (240ft), lebar 12m (39ft), draft 23m (75ft),[5] dan berat perpindahan 650 ton (640 ton panjang).[6] Korvet tersebut ditenagai oleh dua mesin diesel yang menghasilkan 4.000kW (5.400shp), dan ia juga memiliki tiga generator diesel.[5] Kapal tersebut memiliki kecepatan tinggi 25 knot (46km/h) dan kecepatan jelajah 20 knot (37km/h),[6] kapal juga memiliki daya tahan selama 5 hari di laut.[5]Bung Karno memiliki awak kapal sebanyak 55 personel.[7]
Kapal tersebut direncanakan akan dipersenjatai dengan satu meriam laut OTO Marlin 40 ILOS Leonardo, dua meriam otomatis 20 mm dan rudal MBDA SIMBAD darat-ke-udara.[6] Dalam skema “fitted for but not with” (FFBNW), korvet tersebut rencananya akan dilengkapi dengan torpedo, sonar,[8] rudal anti-kapal, serta sistem IFF, ESM dan CSM di masa depan.[5] Seperti yang dibangun, kapal tersebut dipersenjatai dengan satu meriam Bofors 40mm L/70 di haluan dan dua meriam Yugoimport M71/08 20 mm di setiap sisi di belakang struktur. Meriam Bofors 40 mm yang dioperasikan secara manual berfungsi sebagai meriam utama sementara korvet hingga sistem persenjataan Marlin 40 ILOS akhirnya dipasang di kapal pada akhir tahun 2023.[9]
Dalam perannya sebagai yacht kepresidenan, Bung Karno akan menggantikan KRIBarakuda(814). Kapal tersebut direncanakan memiliki akomodasi VVIP anti-peluru dan mampu berfungsi sebagai kapal komando pada saat darurat.[10][11]
Riwayat
KASAL Yudo Margono melakukan serah terima maket dari KRI Bung Karno (369) kepada Megawati Sukarnoputri
Kontrak untuk pembangunan korvet tersebut ditandatangani pada tanggal 25 Mei 2022.[12] Konstruksi kapal dimulai dengan acara pemotongan baja pertama dan acara peletakan lunas pada tanggal 9 Juni 2022 di galangan kapal PT Karimun Anugrah Sejati di Batam, Kepulauan Riau.[13][14] Pada tanggal 20 Juni, secara resmi dinamai KRI Bung Karno (369) dalam acara peresmian nama kapal oleh mantan Kepala Staf Angkatan Laut Yudo Margono dan Megawati Soekarnoputri, Presiden Indonesia ke-5 dan anak perempuan dari asal nama kapal.[7][1]
KRI Bung Karno saat diluncurkan
Kapal tersebut diluncurkan pada tanggal 19 April 2023. Kapal diluncurkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali.[6][12]Bung Karno diresmikan pada tanggal 1 Juni 2023, bertepatan dengan hari libur nasional Hari Pancasila, di Markas Komando Lintas Laut Militer di Jakarta Utara. Upacara peresmian kapal tersebut dihadiri oleh para perwira tinggi TNI dan anggota keluarga kapal tersebut, termasuk Megawati Sukarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, dan Puan Maharani.[15]
Bung Karno turut serta dalam Latihan Angkatan Laut Multilateral ke-4 Komodo 2023 yang digelar di Selat Makassar pada 5–7 Juni 2023. Panglima TNI dan sejumlah Panglima Angkatan Laut peserta hadir di atas korvet tersebut untuk meninjau latihan bersama tersebut.[16]
Korvet tersebut menjalani Sea Acceptance Test (SAT) untuk sistem persenjataan Leonardo Marlin 40 di Laut Jawa pada tanggal 1 Juli 2024.[17]