Kapal saudari adalah kapal dari kelas yang sama atau hampir identik dengan desain suatu kapal tertentu. Kapal bersaudari biasanya memiliki kesamaan tata letak lambung dan suprastruktur, ukuran yang mirip, dan memiliki fitur serta peralatan yang sama. Kapal bersaudari sering kali memiliki tema penamaan (contohnya nama kota, rasi bintang, monarki) atau dengan beberapa jenis aliterasi lainnya. Sering kali kapal bersaudari tidak sepenuhnya mirip (terutama bagian persenjataan) karena pengubahan rancangan kapal seiring waktu berjalan.
Umumnya, perbedaan yang dapat diterima dari kapal saudari adalah sebagai berikut:
Jenis: Identik tipe utama (bulk, tangki, RoRo, dan lainnya.)
Tonase bobot mati: Tonase bobot mati harus berkisar ± 10% dengan kapal pemimpin kelasnya (Jika kapal pemimpinnya memiliki 100.000, maka saudarinya memiliki tonase bobot mati berkisar 90.000 sampai 110.000)
Pembangun: Nama perusahaan pembangun kapal yang sama (bukan lokasi galangan kapal ataupun negara pembangun)
Organisasi Maritim Internasional menetapkan ciri kapal saudari dalam resolusi IMO MSC/Circ.1158 pada tahun 2006. Kriterianya adalah sebagai berikut:
Sebuah kapal saudari adalah kapal yang dibangun oleh galangan kapal yang sama dari kertas rencana yang sama.
Deviasi berat benaman kapal adik yang dapat diterima harus antara 1 dan 2% dari berat benaman kapal pemimpin, tergantung pada panjang kapal.[2]