Nama "Ardadedali" yang diberikan untuk kapal selam ini diambil dari salah satu nama senjata panah yang dimiliki oleh tokoh wiracaritaMahabharataArjuna.[2] Senjata panah Ardadedali (Ardhadhedhali) ini digambarkan memiliki ujung seperti burung dan memiliki jiwa. Paruh burung tersebut akan mematuk musuh yang ditujunya ketika dilepaskan.[4] Pemberian nama sekaligus peresmian kapal selam ini dilakukan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu pada 25 April 2018 di Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co.Ltd (DSME), Okpo, Korea Selatan.[5]
Spesifikasi
KRI Ardadedali (404) memiliki panjang 61,3 meter (201ft), diameter 6,2 meter (20ft), dengan sarat air lambung kapal (draft) 5,7 meter (19ft) yang mampu menampung 40 awak kapal. Kapal selam ini memiliki kecepatan mencapai 12 knot (22km/h) di permukaan dan 21 knot (39km/h) ketika menyelam. Untuk menunjang fungsi operasionalnya, kapal selam ini dirancang mampu berlayar lebih dari 50 hari. Bobot kapal selam ini saat berada di permukaan adalah 1.280 ton dan mencapai 1.400 ton saat menyelam. Dengan dukungan empat mesin diesel MTU 12V493, kapal selam ini memiliki jarak jelajah yang mampu mencapai 18,520 kilometer (10,000nmi).[3]
Pembangunan kapal selam ini berawal dari kontrak yang disepakati pada 20 Desember 2011, meliputi pembelian dua kapal selam yang dibangun di Galangan DSME, Korea Selatan dan satu unit kapal selam lainnya dibangun di galangan PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya sebagai perwujudan kerja sama transfer teknologi. Salah satu dari dua kapal selam yang dibuat di Galangan DSME, sudah selesai dibuat dan telah bergabung dengan kesatuan TNI-AL pada 2 Agustus 2017, yakni KRI Nagapasa (403). KRI Ardadedali (404) mulai berlayar berangkat dari Korea Selatan menuju Indonesia pada 25 April 2018.[7] Pembangunan kapal selam pertama yakni KRI Nagapasa (403) dilakukan oleh teknisi Korea Selatan, sementara pengerjaan kapal selam kedua yakni KRI Ardadedali (404) merupakan hasil kerja sama para teknisi Indonesia yang telah dilatih dan diluncurkan pada 24 Oktober 2016.[8]
Komandan
Letkol Laut (P) Widya Poerwandanu (2018-2021)
Letkol Laut (P) Ansori, S.H., M.H., M.Tr.Hanla., M.M. (2021)
Letkol Laut (P) Moh. Akbar, S.H. (2021-2022)
Letkol Laut (P) Hendra Siregar, A.md., M.Tr.Opsla (2022-2025)
Mayor Laut (P) Khoirul Hadi Prayitno, M.Tr.Opsla. (2025-Sekarang)