Kanon Oerlikon 20 mm/70: 1 pucuk, kecepatan tembakan 250-320 rpm, dengan jangkauan maksimum 4,3 km dengan berat amunisi 0,1 kg, anti kapal (terbatas), pesawat udara, helikopter. Senapan Mesin 12,7 mm: 1-2 pucuk.
Nama Anakonda diambil dari nama jenis ular anakonda. Nama kelas Kobra berasal dari hewan kobra.
Sejak Juli 2015, KRI Anakonda (868) tidak lagi berstatus sebagai kapal perang (KRI), lewat upacara penurunan ular-ular perang pada 29 September 2015 di Pangkalan Utama TNI AL IV (Lantamal IV) Tanjungpinang, KRI Anakonda 868 kini diturunkan tingkatannya menjadi KAL (kapal angkatan laut) Anakonda II-4-61.[2]
Pada bulan September 2019, nomor lambung 868 kemudian digunakan oleh KRI Bubara (868).[1]
Spesifikasi
Secara umum, KAL Anakonda memiliki panjang keseluruhan 36 meter, lebar 5,75 meter, sarat air 1,30 meter dan berbobot 90 ton. Kapal ini digerakkan oleh tiga mesin pokok masing-masing berkekuatan 1100 HP, mampu melaju hingga 25 knot. Dengan kecepatan jelajah 15 knot, kapal ini bisa berlayar hingga lima hari dengan 20 orang ABK. Biaya pembuatan kapal ini disebut-sebut cukup ekonomis, yakni sekitar Rp12 miliar. Jauh lebih murah ketimbang mengimpor kapal patroli dari luar negeri.[2]
Ciri khas dari kapal patroli ini salah satunya adalah kapal ini dilengkapi dengan dudukan senjata PSU (penangkis serangan udara) meriam kanon Oerlikon 20mm/70 MK4 pada bagian haluan, dengan jarak tembak mencapai 4000 meter, kecepatan tembaknya hingga 650 peluru per menit. Dengan tipe peluru HE (high explosive), jarak tembak efektifnya adalah 1.000 meter.[3]
Senjata ini punya massa keseluruhan 264kg, sedangkan untuk larasnya memiliki massa 68kg. Panjang senjata keseluruhan adalah 2144mm, sementara panjang larasnya saja 1406mm. Senjata ini menggunakan sistem magasin untuk amunisinya, berbentuk tromol dalam satu magasin bisa memuat 60 peluru.[3]
Selain Oerlikon 20mm di haluan, setiap kapal PC-36 dan PC-40 dibekali dua pucuk SMB (senapan mesin berat) DShK-38 kaliber 12,7mm buatan Rusia pada bagian buritan.[2][3]
Dalam upacara tersebut juga diadakan penyerahan jawatan komandan dan penyematan tanda pangkat bagi Kapten (L) Iswantono sebagai kapten KRI Anakonda yang pertama.
Sejak 29 September 2015 berganti nama menjadi KAL Anakonda II-4-61
Misi-misi
Beberapa misi yang pernah dilakukan oleh KRI Anakonda (868):
Tanggal
Misi
Oktober 2003
Menenggelamkan kapal ikan asing ilegal di Kepulauan Bangka Belitung[4]
9 Feb 2007
Menangkap 5 tongkang penyelundup pasir ke Singapura[5][6]
25 Feb 2007
Mengantar jenazah korban KM Levina I ke Tanjung Priok[7]