Pada 28 Desember 1941 pukul 22.00, Jozef Gabčík dan Jan Kubiš diterjunkan melalui udara ke Cekoslowakia menggunakan pesawat Halifax dari Skuadron No. 138 Royal Air Force. Mereka diterjunkan bersama dengan tujuh prajurit dari angkatan darat pelarian Cekoslowakia di Britania Raya, serta dua kelompok lain bernama Silver A dan Silver B yang mengemban misi berbeda. Setibanya di Praha, mereka menghubungi beberapa keluarga dan organisasi anti-Nazi yang kemudian membantu mereka selama masa persiapan operasi pembunuhan tersebut.[1]
Pada 27 Mei 1942 pukul 10.30, Reinhard Heydrich berangkat dalam perjalanan rutin harian dari kediamannya di Panenské Břežany menuju Kastil Praha. Gabčík dan Kubiš telah menunggu di halte trem yang berada di tikungan dekat Rumah Sakit Bulovka di Praha 8-Libeň. Ketika mobil Mercedes-Benz beratap terbuka milik Heydrich tiba, Gabčík—yang menyembunyikan senapan Sten miliknya di balik jas hujan—melepaskan jas hujan tersebut dan mengangkat senapannya untuk menembak Heydrich, tetapi senjata itu macet.
Heydrich segera memerintahkan sopirnya, SS-Oberscharführer Klein, untuk menghentikan mobil. Saat mobil mengerem tepat di hadapannya, Kubiš melemparkan sebuah granat anti-tank yang telah dimodifikasi[2] (yang disembunyikan di dalam tas kerja) ke arah kendaraan tersebut. Granat itu meledak di bawah mobil dan melukai Heydrich dengan parah. Serpihannya merobek spakbor kanan belakang dan melontarkan pecahan peluru beserta sisa pelapis jok mobil ke dalam tubuh Heydrich. Hal ini menyebabkan luka parah di sisi kiri tubuhnya, kerusakan besar pada diafragma, limpa, dan paru-paru, serta patah tulang rusuk. Kubiš sendiri mengalami luka ringan di wajahnya akibat serpihan ledakan tersebut.[3]
Heydrich dan Klein langsung melompat keluar dari mobil yang hancur itu sambil mencabut pistol mereka. Klein berlari mengejar Kubiš yang terhuyung-huyung menabrak pagar pembatas, sementara Heydrich menghampiri Gabčík yang berdiri memegang senapan Sten-nya. Kubiš segera menguasai diri, melompat ke sepedanya, dan mengayuh menjauh sembari membubarkan para penumpang yang berhamburan keluar dari trem dengan menembakkan pistol Colt M1903 miliknya ke udara. Klein mencoba menembak Kubiš, tetapi karena masih pening akibat ledakan, ia justru tidak sengaja menekan tuas pelepas magasin sehingga senjatanya macet.[4][5]
Sambil terhuyung-huyung, Heydrich mendekati Gabčík yang kemudian menjatuhkan senapan Sten-nya dan mencoba meraih sepedanya. Namun, ia terpaksa membatalkan upaya tersebut dan segera berlindung di balik tiang telepon, lalu membalas tembakan ke arah Heydrich dengan pistolnya. Heydrich balas menembak dan merunduk di balik trem yang berhenti, sebelum tiba-tiba tubuhnya membungkuk menahan sakit dan terhuyung-huyung ke pinggir jalan. Ia kemudian ambruk di pagar pembatas jalan, menahan tubuhnya dengan satu tangan.
Ketika Gabčík memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri, Klein bergegas menolong atasannya yang terluka. Dengan wajah pucat dan meringis kesakitan, Heydrich menunjuk ke arah Gabčík yang kabur sambil berteriak, "Tangkap bajingan itu!".[6][7] Saat Klein mulai mengejar, Heydrich berjalan terseok-seok di trotoar sebelum akhirnya terkapar di atas kap mobilnya.[8]
Gabčík melarikan diri ke sebuah toko daging. Pemilik toko yang bernama Brauer—seorang simpatisan Nazi yang saudaranya bekerja untuk Gestapo—mengabaikan permintaan tolong Gabčík. Brauer justru berlari ke jalan raya untuk menarik perhatian Klein dengan cara berteriak dan menunjuk-nunjuk. Klein, yang senjatanya masih macet, berlari masuk ke dalam toko dan bertabrakan dengan Gabčík tepat di pintu masuk. Dalam situasi genting tersebut, Gabčík menembak Klein dua kali dan melukainya dengan parah di bagian kaki.[8] Gabčík kemudian meloloskan diri menggunakan trem dan berhasil mencapai sebuah rumah aman setempat.[9][10]
Pada awalnya, para pelaku yakin bahwa aksi pembunuhan tersebut telah gagal. Heydrich segera dilarikan ke Rumah Sakit Bulovka, tempat ia kemudian mengalami keracunan darah yang berakibat fatal. Ia meninggal dunia akibat luka-lukanya pada 4 Juni 1942.[11]
Kematian
Jendela penuh bekas peluru di Katedral Santo Sirilus dan Metodius di Praha, tempat Gabčík dan rekan-rekannya terkepung
Penyelidikan intensif terhadap kasus pembunuhan tersebut menyimpulkan bahwa aksi ini direncanakan dan dieksekusi oleh Kelompok Perlawanan Ceko dengan bantuan dari pihak Britania. Penindasan dan penganiayaan terhadap rakyat Ceko yang membangkang mencapai puncaknya setelah tentara Nazi gagal menangkap para pelaku dalam keadaan hidup. Lebih dari 13.000 orang akhirnya ditangkap dan disiksa, termasuk kekasih Jan Kubiš, Anna Malinová, yang tewas di Kamp konsentrasi Mauthausen-Gusen. Bibi dari Letnan Satu Adolf Opálka, Marie Opálková, juga dieksekusi di Mauthausen pada 24 Oktober 1942,[12] sementara ayahnya, Viktor Jarolím, turut dibunuh.[13]
Di antara para korban yang malang terdapat Dr. Jan Fleischmann, seorang sarjana hukum asal Kostelec nad Vltavou. Warga setempat mengetahui bahwa Gabčík sempat mengunjungi Fleischmann yang merupakan sahabatnya di Kostelec nad Vltavou sebelum peristiwa pembunuhan Heydrich. Setelah pembunuhan terjadi, informasi kunjungan ini terendus akibat ulah pengkhianatan Karel Čurda yang melapor kepada Gestapo.[butuh rujukan] Nazi kemudian menangkap Fleischmann dan membawanya ke Pankrác untuk disiksa hingga akhirnya dieksekusi.[butuh rujukan]
Para pejabat Nazi di Protektorat melancarkan pencarian besar-besaran untuk memburu para komando tersebut. Pada akhirnya, Jerman berhasil menemukan tempat persembunyian mereka di Katedral Santo Sirilus dan Metodius di Praha.
Setelah baku tembak sengit selama enam jam—yang menewaskan 14 tentara Jerman dan melukai 21 lainnya—Gabčík dan rekan-rekannya memutuskan untuk bunuh diri di dalam katakombe katedral sebelum Nazi sempat menangkap mereka hidup-hidup. Pengecualian terjadi pada Kubiš yang tidak ikut bunuh diri karena sudah tidak sadarkan diri akibat terluka parah oleh ledakan granat;[14] ia mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit tidak lama setelah dievakuasi.[15]