Joseph Robinette Biden Jr.
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Februari 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|
Penyuntingan Artikel oleh pengguna baru atau anonim untuk saat ini tidak diizinkan. Lihat kebijakan pelindungan dan log pelindungan untuk informasi selengkapnya. Jika Anda tidak dapat menyunting Artikel ini dan Anda ingin melakukannya, Anda dapat memohon permintaan penyuntingan, diskusikan perubahan yang ingin dilakukan di halaman pembicaraan, memohon untuk melepaskan pelindungan, masuk, atau buatlah sebuah akun. |
Joseph Robinette Biden Jr. [a] (lahir 20 November 1942) adalah seorang politikus Amerika yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46. Setelah mengalahkan Donald Trump yang merupakan petahana saat pemilihan umum Presiden Amerika Serikat 2020, dia dilantik sebagai Presiden AS ke-46 pada 20 Januari 2021 hingga sampai 20 Januari 2025. Ia adalah anggota Partai Demokrat dan pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat ke-47 dari 2009 hingga 2017 serta Senator senior dari Delaware dari 1973 hingga 2009.
Ia pernah mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 1988 dan 2008 namun mengundurkan diri dalam dua kesempatan tersebut. Pada 22 Agustus 2008, diumumkan bahwa Barack Obama telah memilih Biden sebagai pasangan bakal calon wakil presidennya dalam pemilihan presiden 2008.[1]
Pada April 2019, Biden mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden 2020, dan dia mencapai mayoritas delegasi yang diperlukan untuk mengamankan pencalonan Partai Demokrat pada Juni 2020. Pada 11 Agustus, ia mengumumkan Senator AS Kamala Harris dari California sebagai pasangannya.[2] Biden memenangkan pemilihan presiden 2020 pada 3 November melawan Presiden Trump. Dengan demikian, dia adalah wakil presiden non-petahana kedua yang terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat, dan yang pertama sejak Richard Nixon pada tahun 1968.[3]
Biden dilahirkan di Scranton, Pennsylvania, dari keluarga Joseph R. Biden, Sr. dan Catherine Eugenia Finnegan. Ia anak sulung dari 4 bersaudara dan dibesarkan dengan agama Katolik Roma. Keluarga ini pindah ke Delaware ketika Joe Biden berusia 10 tahun. Pada 1961, ia lulus dari Archmere Academy di Claymont, dan pada 1965 dari Universitas Delaware di Newark. Ia kemudian meneruskan pendidikan ke Syracuse University College of Law, lulus pada 1968.
Pada 1966 ia menikahi Neilia Hunter. Mereka dikaruniai 3 anak, Joseph R. III (Beau), Robert Hunter, dan Naomi. Istri dan anaknya yang masih bayi tewas dalam sebuah kecelakaan mobil tidak lama setelah ia terpilih menjadi senator pada 1972. Kedua anak laki-lakinya juga menderita luka berat dalam kejadian tersebut. Pada 1977, Biden menikah dengan Jill Tracy Jacobs. Mereka dikaruniai satu anak, Ashley.
Pencapaian
- Presiden pertama yang menjabat di atas usia 78 dan kemudian berusia 80 saat masih menjabat.
- Presiden pertama dari Generasi Silent (lahir tahun 1942).
- Presiden pertama yang memiliki interpreter bahasa isyarat rutin dalam briefing pers harian.
- Presiden pertama yang mengakui Hari Bangsa Pribumi (Indigenous Peoples’ Day) secara resmi.
- Presiden pertama yang memenangkan lebih dari 80 juta suara dalam satu pemilihan.
Pernikahan, sekolah hukum, dan awal karier (1966-1973)
Biden menikahi Neilia Hunter, seorang mahasiswi dari Universitas Syracuse pada 27 Agustus 1966 setelah mengatasi keengganan orang tuanya agar dia menikah dengan seorang Katolik. Pernikahan mereka diadakan di gereja Katolik di Skaneateles, New York.[4] Pernikahan itu dikaruniai 3 anak: Joseph Robinette 'Beau" Biden III, Robert Hunter Biden dan Naomi Christina 'Amy' Biden.[5]
Kematian istri dan putri
Beberapa minggu setelah menjadi Senator terpilih, istrinya Neilia dan putrinya Naomi terbunuh di kecelakaan mobil saat mereka sedang belanja untuk hari Natal di Hockessin, Delaware pada 18 Desember 1972.[5][6] Kematian istri dan putrinya cukup menimpa Biden hingga ia berpikir untuk mengundurkan diri.[7] Menurut Beau Biden saat menceritakan tentang ayahnya pada Konvensi Nasional Demokrat 2012, Joe berkata kepada kedua anaknya bahwa "Delaware bisa mendapatkan Senator baru, tetapi anak saya tidak bisa mempunyai ayah baru".[8] Namun, Biden dibujuk oleh Ketua Mayoritas Senat Mike Mansfield, mantan wakil presiden Hubert Humphrey, dan adik presiden John F. Kennedy, Ted Kennedy untuk tetap menjabat.[8][9] Biden mengambil sumpah sebagai Senator AS di rumah sakit.[8] Joe sempat memikirkan untuk bunuh diri dan pikirannya diisi kemarahan dan ketidakyakinan agama.[10] Ia juga menulis bahwa "Tuhan telah memainkan trik yang mengerikan" kepadanya[11] dan memiliki kesulitan berkonsentrasi saat kerja.[12][13]
Pernikahan kedua
Joe Biden bertemu dengan Jill Tracy Jacobs pada 1975 dalam kencanan buta yang diatur oleh saudaranya, Frank Biden.[14][15] Saat itu, Jill memiliki hubungan buruk dengan suaminya Bill Stevenson dan sedang mengajukan penceraian.[16] Sambil berpacaran, Jill bekerja selama 5 bulan di kantor senat Joe Biden,[17] termasuk dalam kunjungan kerja mingguan Biden di bagian selatan Delaware yang bertujuan untuk mengumpulkan aspirasi rakyat.[18] Keduanya menikah pada 17 Juni 1977 di kapel Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York,[19][20] dan berbulan madu di Danau Balaton, Republik Rakyat Hungaria.[21][22] Joe Biden menulis bahwa Jill berjasa dalam merevitalisasi karir dan pandangan hidupnya.[23]
Pada 1981, Jill melahirkan putri kedua Biden, Ashley[24] yang kelak menjadi seorang pekerja sosial, aktivis, dan perancang busana.[25] Jill juga membantu mengasuh putra tirinya, Beau dan Hunter yang berusia 8 dan 7 tahun ketika Joe menikah dengan Jill. Beau beranjak dewasa untuk menjadi seorang pengacara militer di Irak dan Jaksa Agung Delaware[26] sebelum ia meninggal pada 2015 akibat kanker otak.[27][28]
Kampanye presiden 1988 dan 2008
1988
Biden mencalonkan diri sebagai Presiden pada 9 Juni 1987 untuk pemilihan umum Presiden Amerika Serikat 1988.[29] Ia dianggap sebagai kandidat yang kuat karena citranya yang moderat, kemampuan berbicaranya, profilnya yang tinggi sebagai ketua Komite Kehakiman Senat pada sidang nominasi Robert Bork untuk Mahkamah Agung yang akan datang, dan daya tariknya bagi generasi Baby Boomer.[30][31][32] Ia berhasil mengumpulkan dana lebih banyak pada kuartal pertama tahun 1987 dibandingkan kandidat lainnya.[31][32]
Namun pada bulan Agustus, kampanye Biden mulai menghadapi kekacauan. Pesan kampanyenya menjadi membingungkan karena persaingan antar staf,[33] dan pada bulan September ia dituduh telah plagiat pidato ketua umum Partai Buruh Britania Raya Neil Kinnock.[34] Biden sebelumnya pernah menyebut nama Kinnock,[35][36] tetapi tidak melakukannya pada dua kesempatan di bulan Agustus.[36][37] Awal tahun itu, Biden juga menggunakan kutipan dari pidato Robert F. Kennedy (yang kemudian dituding sebagai kesalahan para ajudannya) dan pidato pelantikan John F. Kennedy. Dua tahun sebelumnya, ia telah menggunakan kutipan dari pidato Hubert Humphrey tahun 1976.[38] Biden menjawab bahwa politisi sering kali saling meminjam ide tanpa memberikan kredit, dan bahwa salah satu saingannya dalam perebutan nominasi, Jesse Jackson, telah menghubunginya untuk menunjukkan bahwa Jackson telah menggunakan materi yang sama karya Humphrey yang juga digunakan Biden.[39][40] Beberapa hari kemudian, terungkap bahwa, saat masih kuliah hukum, Biden telah mengambil teks dari artikel Fordham Law Review dengan kutipan yang tidak memadai.[40] Atas permintaan Biden, Dewan Tanggung Jawab Profesional Mahkamah Agung Delaware meninjau insiden tersebut dan menyimpulkan bahwa ia tidak melanggar aturan apa pun.[41] Pidato Biden yang tidak mengutip Neil Kinnock digunakan oleh Michael Dukakis untuk menyerang Biden sampai ia menghentikan percalonannya.[42] Dukakis tidak menyangkalnya dan menyesali perbuatannya.[43]
Setelah menghentikan kampanyenya, Biden pergi ke Eropa dalam rangka kerja dan ia bertemu dengan Neil Kinnock. Keduanya bertemu selama satu setengah jam dan Biden memberikan naskah pidato yang memplagiarisasi pidato Kinnock.[43] Pertemuan itu berlangung hangat dan Biden dengan nada bercanda menyatakan bahwa Kinnock dipersilakan untuk meniru pidato Biden dengan atau tanpa atribusi walaupun ia tidak meminta maaf.[43] Kinnock menyatakan bahwa ia sangat menikmati pertemuan tersebut dan merasa simpati, mengharapkan banyak pertemuan dengan Biden untuk kedepannya.[44] Mengingat pertemuan tersebut, Kinnock berkata bahwa ia dan Biden langsung menjadi teman akrab dan menyatakan bahwa Biden sangat tulus.[45]
2008
Setelah menjajaki kemungkinan maju dalam beberapa siklus pemilihan sebelumnya, pada Januari 2007, Biden mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan umum 2008.[46][47][48] Biden memfokuskan perhatiannya pada Perang Irak, rekam jejaknya sebagai ketua komite-komite utama Senat, dan pengalamannya dalam kebijakan luar negeri.[49] Biden dikenal dengan kalimat-kalimat singkatnya selama kampanye; dalam sebuah debat, ia berkata tentang kandidat Partai Republik Rudy Giuliani, "Hanya ada tiga hal yang ia sebutkan dalam satu kalimat: kata benda, kata kerja, dan 9/11."[50]
Mengingat kontroversi plagiarismenya pada 1988, Biden mengundang Neil Kinnock ke kantornya pada 2007 dimana Biden sendiri memperkenalkan Kinnock kepada seluruh jajaran stafnya. Sambil bercanda, Biden berkata, "Saudara sekalian, saya ingin memperkenalkan kepada anda penulis pidato terbaik saya sepanjang masa". Kinnock dan seluruh jajaran staf Biden ketawa mendengar itu.[45] Kinnock mendukung Biden ketika ia mencalonkan diri untuk ketiga kalinya pada 2020.
Biden menghadapi kesulitan menggalang dana dan mencari dukungan di kampanyenya. Ia gagal menarik perhatian publik melawan Hillary Clinton dan Barack Obama.[51] Ia tidak pernah meraih angka di atas satu digit dalam jajak pendapat nasional para kandidat Demokrat. Dalam kontes pertama pada 3 Januari 2008, Biden menempati posisi kelima dalam kaukus Iowa, memperoleh sedikit kurang dari satu persen delegasi negara bagian.[52] Biden mundur pada sore harinya.[53]
Meskipun gagal, kampanyenya pada 2008 menaikkan perawakan Biden di lingkungan politik nasional.[54] Ia juga terpesona melihat Barack Obama. Keduanya sama-sama menjabat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, namun sebelumnya kedua orang sangat membenci satu sesama lain. Biden membenci ketenaran Obama yang sangat cepat,[55][56] sementara Obama memandang Biden sebagai cerewet dan merendahkan.[57] Namun setelah kampanye, Biden dan Obama saling memberi apresiasi ketika mereka sudah saling mengenal pada 2007. Obama sangat mengapresiasi gaya kampanye Biden dan upayanya dalam menarik perhatian kelas pekerja, sementara Biden menyatakan bahwa ia memandang Obama sebagai "orang yang berkualitas".[57][56]
Wakil Presiden Amerika Serikat
Masa jabatan pertama

Biden mengatakan bahwa ia bermaksud untuk menghilangkan beberapa peran eksplisit yang diemban oleh wakil presiden George W. Bush, Dick Cheney, dan tidak bermaksud untuk meniru jabatan wakil presiden sebelumnya.[58] Ia mengambil sumpah jabatan pada 20 Januari 2009.[59] Biden menjadi wakil presiden pertama dari Delaware[60] dan umat Katolik pertama yang menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat.[61][62] Anggota pemerintah Obama mengungkapkan bahwa Biden akan memainkan peran oposisi internal dan memaksa setiap orang untuk menegaskan kebijakannya.[63] Kepala staf Gedung Putih, Rahm Emanuel, mengatakan Biden membantu melawan pemikiran kelompok.[64] Keluarga Biden menjaga suasana santai di kediaman resmi mereka di Washington, sering menjamu cucu-cucu mereka, dan secara teratur kembali ke rumah mereka di Delaware.[65]
Respons Biden yang tidak sesuai konteks terhadap sebuah pertanyaan pada bulan April 2009, pada awal wabah flu babi, menyebabkan Gedung Putih segera menarik kembali pernyataannya.[66] Pernyataan tersebut menghidupkan kembali reputasi Biden sebagai orang yang sering membuat kesalahan.[67][68][69] Sebuah insiden mikrofon yang menyala merekam ucapan Biden kepada Obama bahwa penandatanganan Undang-Undang Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau (Patient Protection and Affordable Care Act) adalah "hal yang sangat penting" pada tanggal 23 Maret 2010.[70] Hal ini kemudian dibalas Obama dengan pernyataan yang sama 12 tahun kemudian ketika Biden yang sudah menjadi presiden mengesahkan Undang-Undang Pengurangan Inflasi.[71] Meskipun keduanya memiliki kepribadian berbeda, Obama dan Biden membentuk hubungan dekat yang berdasarkan dari hubungan putri Obama, Sasha dengan cucu perempuan Biden, Maisy yang sama-sama bersekolah di Sidwell Friends School.[72]
Biden gencar berkampanye untuk Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu tahun 2010, mempertahankan sikap optimis di tengah prediksi kekalahan besar bagi partai tersebut.[73] Setelah Partai Republik meraih kemenangan besar dalam pemilihan dan Emanuel mengundurkan diri, hubungan Biden di masa lalu dengan anggota Partai Republik di Kongres menjadi semakin penting.[74][75] Dia memimpin upaya administrasi yang sukses untuk mendapatkan persetujuan Senat bagi perjanjian New START.[74][75] Pada Desember 2010, advokasi Biden untuk jalan tengah, yang diikuti oleh negosiasinya dengan pemimpin minoritas Senat Mitch McConnell, berperan penting dalam menghasilkan paket pajak kompromi pemerintah yang mencakup perpanjangan sementara pemotongan pajak era Bush.[75][76]
Karir setelah wakil presiden (2017–2021)

Biden meninggalkan jabatannya pada 20 Januari 2017, dan digantikan oleh wakil presiden ke-48 Amerika Serikat, Mike Pence. Setelah meninggalkan jabatan wakil presiden, Biden menjadi profesor kehormatan di Universitas Pennsylvania, mengembangkan Pusat Diplomasi dan Keterlibatan Global Penn Biden. Biden tetap berada di posisi itu hingga tahun 2019.[77][78]
Pada 2017, Biden menulis sebuah memoar, Promise me Dad (Indonesia: Berjanjilah padaku, Ayah) dan mengadakan tur buku.[79] Pada tahun 2019, ia dan istrinya melaporkan bahwa mereka telah menghasilkan lebih dari $15 juta sejak berakhirnya masa jabatannya sebagai wakil presiden dari kegiatan berbicara di depan umum dan penjualan buku.[80]
Biden tetap tampil di mata publik, mendukung para kandidat sambil terus mengomentari politik, perubahan iklim, dan kepresidenan Donald Trump.[81][82][83] Ia juga terus menyuarakan dukungannya untuk hak-hak LGBT, melanjutkan advokasi pada isu yang semakin erat kaitannya dengan dirinya selama masa jabatannya sebagai wakil presiden.[84][85] Pada 2018, ia memberikan eulogi kepada almarhum Senator John McCain.[86] Biden juga mendukung riset kanker.[87]
Kampanye presiden 2020
Spekulasi

Antara 2016 sampai 2019, banyak media menyatakan bahwa Joe Biden akan berpotensi mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2020.[88] Ketika ditanya mengenai percalonannya, Biden menyatakan "jangan pernah menyatakan tidak".[89] Sebuah komite aksi politik yang bernama Time for Biden dibentuk pada Januari 2018.[90] Joe Biden resmi mencalonkan diri pada 25 April 2019,[91] menyatakan bahwa ia khawatir dengan pemerintahan Trump dan merasa tanggung jawab.[92]
Kampanye
Jajak pendapat publik menunjukkan bahwa Biden merupakan calon terkuat Partai Demokrat Amerika Serikat melawan Donald Trump.[93][94][95] Dengan fokus Partai Demokrat ditujukan untuk melengserkan Trump melalui elektabilitas,[96] hal ini membuat Biden terkenal di pemilih Demokrat.[97] Hal ini juga membuat Biden menjadi sasaran empuk bagi serangan Trump.[98][99] Pada September 2019, Trump memaksa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk melancarkan investigasi terhadap keterlibatan Joe dan Hunter Biden dalam dugaan korupsi Burisma Holdings.[100] Ukraina kembali dengan hasil penyelidikan yang sama sekali tidak menemukan kesalahan keluarga Biden.[101][102][103] Hal ini malah menjadi bumerang bagi Trump karena tindakan tersebut dianggap sebagai upaya untuk mencela hak Biden menjadi presiden,[104] sehingga menjadi skandal politik[105] dan pemakzulan Donald Trump.[106]
Antara Maret sampai April 2019, 8 wanita menuduh Biden telah melakukan tindakan asusila, seperti memegang, mencium dan memeluk mereka secara sembrono.[107] Biden sebelumnya menyebut dirinya sebagai "politisi yang suka bersentuhan" dan mengakui bahwa perilaku ini telah menimbulkan masalah baginya.[108] Jurnalis Mark Bowden menggambarkan kebiasaan Biden sepanjang hidupnya untuk berbicara dari jarak dekat, menulis bahwa dia "tidak hanya bertemu Anda, dia merangkul Anda... bergeser lebih dekat" dan mencondongkan tubuh ke depan saat berbicara.[109] Pada April 2019, Biden mengikrarkan janji bahwa ia akan lebih menghormati ruang pribadi orang lain.[110]
Sepanjang tahun 2019, Biden secara umum unggul dibandingkan kandidat Demokrat lainnya dalam jajak pendapat nasional.[111][112] Meskipun begitu, ia berakhir di posisi keempat di kaukus Iowa dan menempati urutan kelima di pemilihan awal New Hampshire.[113][114] Ia perlahan-lahan bangkit setelah kaukus Nevada, mendapatkan 15% suara untuk mendapatkan delegasi, namun masih berakhir ketinggalan sebanyak 21.6% suara melawan Bernie Sanders.[115] Dengan menggunakan daya tarik yang kuat terhadap pemilih kulit hitam dalam kampanye dan debat di South Carolina, Biden memenangkan pemilihan pendahuluan South Carolina dengan selisih lebih dari 28 poin.[116] Setelah Amy Klobuchar dan Pete Buttigieg kemudian mundur dan menyatukan kekuatan mereka kepada Biden, ia mendapatkan hasil yang besar pada pemilihan awal Super Tuesday. Biden memenangkan 18 dari 28 pemilihan awal, menempatkannya di posisi memimpin.[117] Elizabeth Warren dan Michael Bloomberg kemudian mundur, dan Biden berhasil memperlebar hasilnya melawan Sanders di empat negara bagian pada 10 Mei.[118] Pada Maret 2019, Biden berkata "Saya memandang diri saya sebagai sebuah jembatan, bukan sebagai apapun yang lain. Ada sebuah generasi pemimpin yang kalian lihat berdiri di belakang saya. Mereka adalah masa depan bangsa ini."[119]
Pada akhir Maret 2020, Tara Reade, salah satu dari delapan wanita yang pada tahun 2019 menuduh Biden melakukan kontak fisik yang tidak pantas, menuduh Biden telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya pada tahun 1993.[120] Terdapat ketidaksesuaian antara tuduhan Reade pada tahun 2019 dan 2020.[120][121] Biden dan tim kampanyenya membantah tuduhan pelecehan seksual tersebut.[122][123]
Sanders mengakhiri kampanyenya pada 8 April 2020. Ketika hal tersebut terjadi, Biden menjadi calon tunggal yang diunggulkan Partai Demokrat.[124] Pada 13 April 2020, Sanders menyatakan dukungan kepada Biden.[125] Hari esoknya, mantan Presiden Barack Obama yang merupakan atasan Biden sebagai Wakil Presiden memberikan dukungan kepadanya.[126] Setelah Biden menjadi calon tunggal presiden, banyak spekulasi bersebaran mengenai pendampingnya. Sebagian karena "harapan, yang diremehkan tetapi tidak sepenuhnya disangkal oleh tim kampanye Biden, bahwa pria berusia 77 tahun itu akan menjadi presiden satu periode".[127] Biden sendiri menyatakan bahwa ia memosisikan dirinya sebagai seorang pembimbing dan calon transisi.[128] Pada 11 Agustus 2020, Biden mengumumkan bahwa ia akan didampingi oleh Kamala Harris sebagai calon wakil presiden, membuat Harris menjadi orang Afrika Amerika dan diaspora Asia Selatan pertama yang menjadi calon wakil presiden dalam sebuah tiket partai besar.[129] Pada 18 Agustus 2020, Biden dan Harris ditetapkan sebagai calon presiden dan wakil presiden Partai Demokrat di Konvensi Nasional Demokrat 2020.[130][131]
Pemilu dan transisi

Biden menjadi presiden terpilih setelah memenangkan pemilu 2020 melawan presiden petahana Donald Trump.[132] Tetapi, Trump tidak mengakui kekalahan dan menganggap bahwa hasil tersebut merupakan hasil yang curang. Trump dan sekutu politiknya berulang kali membuat klaim keliru mengenai hasil pemilu tersebut sebagai hasil yang curang dan menyatakan bahwa hasil yang sah menunjukkan bahwa Trump menang. Transisi Biden ditunda karena Gedung Putih memerintahakan seluruh jajaran pemerintahan federal untuk tidak bekerja sama dengan tim transisi Biden.[133] Pada tanggal 23 November, Administrator Layanan Umum Emily W. Murphy secara resmi mengakui Biden sebagai pemenang pemilu 2020 dan mengizinkan dimulainya proses transisi ke pemerintahan Biden.[134]
Meskipun sebagian besar gugatan yang diajukan ditolak atau diputuskan tidak sah oleh berbagai pengadilan, Trump tetap bersekongkol[135] dengan tim kampanyenya untuk menyerahkan dokumen di beberapa negara bagian (yang semuanya dimenangkan Biden) yang secara keliru mengklaim sebagai suara elektoral yang sah untuk Presiden Trump dan Wakil Presiden Mike Pence. Setelah penyerahan dokumen-dokumen ini, tim kampanye Trump bermaksud agar ketua Senat Amerika Serikat, baik Presiden Senat Pence atau Presiden pro tempore Chuck Grassley, mengklaim kekuasaan sepihak untuk menolak para pemilih selama sesi penghitungan suara pada 6 Januari 2021; ketua tersebut akan menolak semua pemilih dari beberapa negara bagian tempat tim kampanye Trump telah menyerahkan dokumen palsu, sehingga menyisakan 232 suara untuk Trump dan 222 suara untuk Biden, dan dengan demikian membalikkan hasil pemilihan untuk kemenangan Trump. Rencana ini gagal setelah Pence memutuskan untuk tidak terlibat. Meskipun demikian, Trump mendesak para pendukungnya pada tanggal 6 Januari untuk berunjuk rasa ke Capitol saat sidang gabungan Kongres sedang berlangsung di sana untuk menghitung suara elektoral dan meresmikan kemenangan Biden, di mana ratusan orang menyerbu gedung tersebut dan mengganggu penghitungan suara. Selama serangan itu, Biden berpidato kepada bangsa, menyebut peristiwa tersebut sebagai "serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak seperti apa pun yang pernah kita lihat di zaman modern".[136][137] Biden meminta Trump untuk berpidato dihadapan media nasional untuk membujuk pendukungnya untuk mundur.[138][139] Setelah Gedung Capitol dikosongkan, Kongres secara resmi menghitung hasil pemilihan, dengan Pence, dalam perannya sebagai presiden Senat, mengumumkan Biden dan Harris sebagai pemenang.[140] Trump pada akhirnya mengakui kekalahan namun tidak menyebutkan nama Biden.[141]
Presiden Amerika Serikat
Pelantikan
Biden dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2021.[142][143] Pada usia 78 tahun, Biden merupakan presiden tertua sepanjang sejarah Amerika Serikat ketika mulai menjabat.[b][142][145] Ia merupakan presiden Katolik kedua setelah John F. Kennedy,[146][147] dan Presiden pertama dari Delaware.[148] Ia juga menjadi orang pertama setelah George H. W. Bush yang menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden,[149] dan hingga saat ini merupakan satu-satunya presiden dari Generasi Bisu.[150][151] Pelantikan Biden berlangsung "secara tenang, tidak seperti pelantikan sebelumnya" karena tindakan pencegahan COVID-19 serta peningkatan besar-besaran langkah-langkah keamanan akibat serangan di Gedung Capitol Amerika Serikat pada 6 Januari.[152]
Citra publik
Selama karirnya, Joe Biden secara konsisten dimasukan sebagai salah satu Senator termiskin.[153][154] Biden menjelaskan penyebabnya karena ia dipilih muda.[155] Karena merasa bahwa pejabat publik yang kurang mampu mungkin tergoda untuk menerima sumbangan sebagai imbalan atas bantuan politik, ia mengusulkan langkah-langkah reformasi pendanaan kampanye selama masa jabatan pertamanya.[156]
Lihat pula
Catatan
Referensi
- ↑ BarackObama.com (2008). Situs kampanye Barack Obama mengumumkan pilihan bakal calon wakil presiden Diarsipkan 2008-08-26 di Wayback Machine.. Diambil pada 23 August, 2008.
- ↑ "Biden VP pick: Kamala Harris chosen as running mate". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2020-08-12. Diakses tanggal 2020-11-08.
- ↑ Iswara, Aditya Jaya. Iswara, Aditya Jaya (ed.). "Hasil Pilpres AS: Raih 290 Suara, Joe Biden Akhiri Kepemimpinan Trump". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-11-08.
- ↑ Biden, Joe (31 Juli 2007). Promises to Keep. Random House. hlm. 36-37. ISBN 978-1-4000-6536-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 "Timeline of Biden's life and career". web.archive.org. 2008-09-25. Diakses tanggal 2024-10-06.
- ↑ "BIDEN'S WIFE, CHILD KILLED IN CAR CRASH". The New York Times. 19 Desember 1972.
- ↑ Almanac on American Politics. 2008. hlm. 364. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 3 Woodward, Alex (21 Agustus 2020). "Beau Biden: Moving tributes to Joe Biden's son during final night of DNC 2020". The Independent.
- ↑ "Biden's regular Joe side". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). 2008-08-24. Diakses tanggal 2024-10-06.
- ↑ Cohen, Max (17 Agustus 2020). "Biden says he thought about suicide after 1972 death of his wife and daughter". Politico.
- ↑ Biden, Promises to Keep, p. 81
- ↑ Bumiller, Elisabeth (December 14, 2007). "Biden Campaigning With Ease After Hardships". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 10, 2008. Diakses tanggal September 13, 2008.
- ↑ "On Becoming Joe Biden". NPR. August 1, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 9, 2008. Diakses tanggal September 12, 2008.
- ↑ Seelye, Katharine Q. (August 24, 2008). "Jill Biden Heads Toward Life in the Spotlight". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 10, 2008. Diakses tanggal August 25, 2008.
- ↑ Cartwright, Al (July 17, 1977). "Son told Joe to marry Jill". Wilmington News-Journal. hlm. 3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 29, 2020. Diakses tanggal March 8, 2020 – via Newspapers.com.
- ↑ Markovetz, Jessie (November 21, 2006). "Behind the Stone Balloon: Part 1". The Review. University of Delaware. Diarsipkan dari asli tanggal February 13, 2010. Diakses tanggal July 28, 2010.
- ↑ Roberts, Roxanne (July 30, 2017). "Joe Biden still wants to be president. Can his family endure one last campaign?". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 8, 2020. Diakses tanggal August 6, 2017.
- ↑ Cartwright, Al (July 17, 1977). "Son told Joe to marry Jill". Wilmington News-Journal. hlm. 3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 29, 2020. Diakses tanggal March 8, 2020 – via Newspapers.com.
- ↑ Dart, Bob (October 24, 2008). "Bidens met, forged life together after tragedy". Orlando Sentinel. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 20, 2020. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ Biden, Promises to Keep, p. 117.
- ↑ Sarkadi, Zsolt (November 8, 2020). "Biden és felesége 1977-ben a Balatonnál voltak nászúton". 444.hu (dalam bahasa Hungaria). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 8, 2020. Diakses tanggal November 8, 2020.
- ↑ Adler, Katya (November 8, 2020). "US election: What does Joe Biden's win mean for Brexit Britain and Europe?". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 10, 2020. Diakses tanggal November 9, 2020.
- ↑ Biden, Promises to Keep, p. 113.
- ↑ "A timeline of U.S. Sen. Joe Biden's life and career". Associated Press. August 23, 2008. Diarsipkan dari asli tanggal September 25, 2008. Diakses tanggal September 6, 2008 – via SFGate.
- ↑ "Ashley Biden and Howard Krein". The New York Times. June 3, 2012. hlm. ST15. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 1, 2020. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ Cooper, Christopher (August 20, 2008). "Biden's Foreign Policy Background Carries Growing Cachet". The Wall Street Journal. hlm. A4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 1, 2013. Diakses tanggal August 23, 2008.
- ↑ Helsel, Phil (May 31, 2015). "Beau Biden, Son of Vice President Joe Biden, Dies After Battle With Brain Cancer". NBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 22, 2020. Diakses tanggal December 30, 2019.
- ↑ Kane, Paul (May 31, 2015). "Family losses frame Vice President Biden's career". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 30, 2019. Diakses tanggal December 30, 2019.
- ↑ Dionne, E. J. Jr. (June 10, 1987). "Biden Joins Campaign for the Presidency". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 5, 2017. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ Leubsdorf, Carl P. (September 6, 1987). "Biden Keeps Sights Set On White House". The Dallas Morning News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 3, 2021. Diakses tanggal January 24, 2021. Reprinted in "Lifelong ambition led Joe Biden to Senate, White House aspirations". The Dallas Morning News. August 23, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 19, 2008.
- 1 2 Toner, Robin (August 31, 1987). "Biden, Once the Field's Hot Democrat, Is Being Overtaken by Cooler Rivals". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 3, 2021. Diakses tanggal January 24, 2021.
- 1 2 Taylor 1990, hlm. 83.
- ↑ Taylor 1990, hlm. 108–109.
- ↑ Dowd, Maureen (September 12, 1987). "Biden's Debate Finale: An Echo From Abroad". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 15, 2017. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ Randolph, Eleanor (September 13, 1987). "Plagiarism Suggestion Angers Biden's Aides". The Washington Post. hlm. A6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 3, 2021. Diakses tanggal January 24, 2021.
- 1 2 Risen, James; Shogan, Robert (September 16, 1987). "Differing Versions Cited on Source of Passages: Biden Facing New Flap Over Speeches". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 3, 2021. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ Germond, Jack; Witcover, Jules (1989). Whose Broad Stripes and Bright Stars? The Trivial Pursuit of the Presidency 1988. Warner Books. ISBN 978-0-446-51424-8.
- ↑ Dowd, Maureen (September 16, 1987). "Biden Is Facing Growing Debate On His Speeches". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 3, 2021. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ Almanac of American Politics 2008, p. 364.
- 1 2 Dionne, E. J. Jr. (September 18, 1987). "Biden Admits Plagiarism in School But Says It Was Not 'Malevolent'". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 4, 2009. Diakses tanggal February 4, 2022.
- ↑ "Professional Board Clears Biden In Two Allegations of Plagiarism". The New York Times. Associated Press. May 29, 1989. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 7, 2009. Diakses tanggal February 4, 2022.
- ↑ Smith, David (2020-09-07). "Neil Kinnock on Biden's plagiarism 'scandal' and why he deserves to win: 'Joe's an honest guy'". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-05-28.
- 1 2 3 "Offers Briton His Talks 'Without Attribution' : Biden Meets Kinnock, but He's Not Speechless". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). 1988-01-12. Diakses tanggal 2026-05-28.
- ↑ "Biden meets Kinnock - UPI Archives". UPI (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-28.
- 1 2 Smith, David (2020-09-07). "Neil Kinnock on Biden's plagiarism 'scandal' and why he deserves to win: 'Joe's an honest guy'". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-05-28.
- ↑ Almanac of American Politics 2008, p. 366.
- ↑ "Sen. Biden not running for president". CNN. August 12, 2003. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 9, 2019. Diakses tanggal September 18, 2008.
- ↑ Balz, Dan (February 1, 2007). "Biden Stumbles at the Starting Gate". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 18, 2017. Diakses tanggal August 23, 2008.
- ↑ "Transcript: The Democratic Debate". ABC News. August 19, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 11, 2008. Diakses tanggal September 24, 2008.
- ↑ Farrell, Joelle (November 1, 2007). "A noun, a verb and 9/11". Concord Monitor. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 28, 2008. Diakses tanggal August 23, 2008.
- ↑ "Conventions 2008: Sen. Joseph Biden (D)". National Journal. August 25, 2008. Diarsipkan dari asli tanggal September 6, 2008. Diakses tanggal September 16, 2008.
- ↑ "Iowa Democratic Party Caucus Results". Iowa Democratic Party. Diarsipkan dari versi asli pada December 29, 2008. Diakses tanggal August 28, 2021.
- ↑ Murray, Shailagh (January 4, 2008). "Biden, Dodd Withdraw From Race". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 20, 2008. Diakses tanggal August 29, 2008.
- ↑ Heilemann, John; Halperin, Mark (2010). Game Change: Obama and the Clintons, McCain and Palin, and the Race of a Lifetime. New York: HarperCollins. ISBN 978-0-06-173363-5.
- ↑ Traub, James (November 24, 2009). "After Cheney". The New York Times Magazine. hlm. MM34. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 3, 2021. Diakses tanggal January 24, 2021.
- 1 2 Wolffe 2009, hlm. 218.
- 1 2 Heilemann, John; Halperin, Mark (2010). Game Change: Obama and the Clintons, McCain and Palin, and the Race of a Lifetime. New York: HarperCollins. ISBN 978-0-06-173363-5.
- ↑ "Biden says he'll be different vice president". CNN. December 22, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 24, 2008. Diakses tanggal December 22, 2008.
- ↑ "In culminating moment, Biden is vice president". The Oregonian. Associated Press. January 20, 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 1, 2020. Diakses tanggal July 27, 2016.
- ↑ "Think you know your election trivia?". CNN. November 3, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 6, 2008. Diakses tanggal November 9, 2008.
- ↑ Rudin, Ken (January 9, 2009). "The First Catholic Vice President?". NPR. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 25, 2019. Diakses tanggal September 25, 2019.
- ↑ Gaudiano, Nicole (November 6, 2008). "VP's home awaits if Biden chooses". The News Journal. Diarsipkan dari asli tanggal November 9, 2008. Diakses tanggal November 8, 2008.
- ↑ Baker, Peter (April 28, 2019). "Biden and Obama's 'Odd Couple' Relationship Aged Into Family Ties". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 6, 2020. Diakses tanggal April 26, 2020.
He was also the in-house skeptic on the use of force, arguing against a troop surge to Afghanistan, military intervention in Libya and the raid that killed Osama bin Laden.
- ↑ Leibovich, Mark (March 28, 2009). "Speaking Freely, Biden Finds Influential Role". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 1, 2009. Diakses tanggal March 31, 2009.
- ↑ Parnes, Amie (June 28, 2011). "The Bidens' 'regular' lives". Politico. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 16, 2015. Diakses tanggal June 28, 2011.
- ↑ Silva, Mark; Parsons, Christi (May 1, 2009). "White House adjusts Biden's swine flu advice". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 9, 2019. Diakses tanggal May 28, 2009.
- ↑ "White House tempers Biden's swine flu advice". The Boston Globe. May 1, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal May 5, 2009. Diakses tanggal May 28, 2009.
- ↑ Bailey, Holly; Thomas, Evan (October 10, 2009). "An Inconvenient Truth Teller". Newsweek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 23, 2013. Diakses tanggal November 6, 2009.
- ↑ Kurtzman, Daniel (May 8, 2009). "The Week's Best Late-Night Jokes". About.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 11, 2019. Diakses tanggal May 28, 2009.
- ↑ Adams, Richard (March 23, 2010). "Joe Biden: 'This is a big fucking deal'". The Guardian.
- ↑ "Obama Calls Back to Biden's Hot Mic Gaffe: Signing the Inflation Reduction Act Is a 'Big F-ing Deal'". Yahoo Entertainment (dalam bahasa American English). 2022-08-17. Diakses tanggal 2026-05-28.
- ↑ Leibovich, Mark (May 7, 2012). "For a Blunt Biden, an Uneasy Supporting Role". The New York Times. hlm. 1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 3, 2021. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ Stolberg, Sheryl Gay (October 12, 2010). "Vice President Tries to Energize Democrats". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 28, 2010. Diakses tanggal October 14, 2010.
- 1 2 Lee, Carol E.; Bresnahan, John (December 9, 2010). "Joe Biden expands role as White House link to Congress". Politico. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 16, 2015. Diakses tanggal December 10, 2010.
- 1 2 3 Cooper, Helene (December 11, 2010). "As the Ground Shifts, Biden Plays a Bigger Role". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 13, 2010. Diakses tanggal December 13, 2010.
- ↑ Hulse, Carl; Calmes, Jackie (December 7, 2010). "Biden and G.O.P. Leader Helped Hammer Out Bipartisan Tax Accord". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 8, 2010. Diakses tanggal December 8, 2010.
- ↑ Hingston, Sandy (October 23, 2021). "The Biden Administration Keeps Tapping Penn People for Major Roles: D.C.'s gain is Philly's loss". Philadelphia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 5, 2022. Diakses tanggal March 5, 2022.
- ↑ Tamari, Jonathan (July 12, 2019). "Penn has paid Joe Biden more than $900K since he left the White House. What did he do to earn the money?". Philadelphia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 22, 2023. Diakses tanggal February 22, 2023.
- ↑ Kane, Paul (June 11, 2018). "Biden wraps up book tour amid persistent questions about the next chapter". The Washington Post. ISSN 0190-8286. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 7, 2020. Diakses tanggal November 10, 2020.
- ↑ Eder, Steve; Glueck, Katie (July 9, 2019). "Joe Biden's Tax Returns Show More Than $15 Million in Income After 2016". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 15, 2019. Diakses tanggal July 16, 2019.
- ↑ Hutchins, Ryan (May 28, 2017). "Biden backs Phil Murphy, says N.J. governor's race 'most important' in nation". Politico. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 30, 2019. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ "The Democratic candidates on foreign policy". Foreign Policy. Diarsipkan dari asli tanggal June 16, 2020. Diakses tanggal August 27, 2021.
- ↑ Greenwood, Max (May 31, 2017). "Biden: Paris deal 'best way to protect' US leadership". The Hill. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 25, 2020. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ Dovere, Edward-Isaac (March 26, 2014). "VP's LGBT comments raise eyebrows". Politico. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 3, 2021. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ Peoples, Steve (June 21, 2017). "Joe Biden to LGBT gala: 'Hold President Trump accountable'". The Seattle Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 20, 2020. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ Friedman, Megan (August 30, 2018). "Joe Biden Just Gave an Incredibly Powerful Speech at John McCain's Memorial". Town & Country. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 10, 2020. Diakses tanggal January 24, 2021.
- ↑ O'Brien, Sara Ashley (March 12, 2017). "Joe Biden: The fight against cancer is bipartisan". CNN Business. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 26, 2019. Diakses tanggal March 13, 2017.
- ↑ A. Memoli, Michael (December 6, 2016). "Joe Biden wouldn't count out a 2020 run for president. But he was asked in an emotional moment". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 20, 2020. Diakses tanggal August 27, 2021.
- ↑ Wright, David (December 7, 2016). "Biden stokes 2020 buzz on Colbert: 'Never say never'". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 20, 2020. Diakses tanggal December 8, 2016.
- ↑ Charnetzki, Tori (January 10, 2018). "New Quad City Super PAC: 'Time for Biden'". WVIK. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 20, 2020. Diakses tanggal January 24, 2018.
- ↑ Scherer, Michael; Wagner, John (April 25, 2019). "Former vice president Joe Biden jumps into White House race". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 26, 2020. Diakses tanggal April 25, 2019.
- ↑ Dovere, Edward-Isaac (February 4, 2019). "Biden's Anguished Search for a Path to Victory". The Atlantic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 20, 2020. Diakses tanggal February 9, 2019.
- ↑ Oates, Ashley Pratte (January 24, 2019). "Opinion". NBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 14, 2023. Diakses tanggal May 14, 2023.
- ↑ Robillard, Kevin; Terkel, Amanda (April 17, 2019). "Every 2020 Democrat Wants To Be The Electable Candidate". HuffPost. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 14, 2023. Diakses tanggal May 14, 2023.
- ↑ Pramuk, Jacob (November 5, 2019). "Here's how Biden, Sanders, Warren and other top Democrats are faring against Trump in national polls". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 14, 2023. Diakses tanggal May 14, 2023.
- ↑ Barabak, Mark Z. (January 31, 2020). "Desperate to beat Trump, Democrats differ over who is best". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 14, 2023. Diakses tanggal May 14, 2023.
- ↑ Scocca, Tom (April 12, 2020). "Biden's Electability Only Works if There Is an Election". Slate. ISSN 1091-2339. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 14, 2023. Diakses tanggal May 14, 2023.
- ↑ Allen, Mike (July 25, 2018). "Scoop: Trump fears Biden 2020, losing Pennsylvania". Axios. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 14, 2023. Diakses tanggal May 13, 2023.
- ↑ Edelman, Adam (March 22, 2018). "Trump says Biden would go down "fast" and "crying" in a fight". NBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 14, 2023. Diakses tanggal May 14, 2023.
- ↑ Kramer, Andrew E. (September 20, 2019). "Ukraine Pressured on U.S. Political Investigations". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 20, 2019. Diakses tanggal September 20, 2019.
- ↑ Isachenkov, Vladimir (September 27, 2019). "Ukraine's prosecutor says there is no probe into Biden". Associated Press. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 1, 2019. Diakses tanggal October 1, 2019.
Though the timing raised concerns among anti-corruption advocates, there has been no evidence of wrongdoing by either the former vice president or his son.
- ↑ "White House 'tried to cover up details of Trump-Ukraine call'". BBC News. September 26, 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 30, 2019. Diakses tanggal October 1, 2019.
There is no evidence of any wrongdoing by the Bidens.
- ↑ Brown, Matthew (January 15, 2021). "Fact check: False conspiracy theories allege connection between Biden victory and Ukraine". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 8, 2021. Diakses tanggal July 7, 2021.
- ↑ Mackinnon, Amy (September 20, 2019). "Is Trump Trying to Get Ukraine to Take Out Biden for Him?". Foreign Policy. Graham Holdings. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 20, 2019. Diakses tanggal September 20, 2019.
- ↑ Cullison, Alan; Ballhaus, Rebecca; Volz, Dustin (September 21, 2019). "Trump Repeatedly Pressed Ukraine President to Investigate Biden's Son". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 23, 2019. Diakses tanggal September 20, 2019.
- ↑ Brooks, Matt (February 10, 2021). "This is why Donald Trump was impeached the first time – previous charges against former US president explained". The Scotsman. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 14, 2023. Diakses tanggal May 14, 2023.
- ↑ Arnold, Amanda; Lampen, Claire (April 12, 2020). "All the Women Who Have Spoken Out Against Joe Biden". The Cut. Diakses tanggal May 19, 2021.
- ↑ Brice-Saddler, Michael (March 29, 2019). "Nevada Democrat accuses Joe Biden of touching and kissing her without consent at 2014 event". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 20, 2020. Diakses tanggal December 30, 2019.
- ↑ Bowden, Mark (August 30, 2010). "The Salesman". The Atlantic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 23, 2021. Diakses tanggal March 27, 2023.
- ↑ Ember, Sydney; Martin, Jonathan (April 3, 2019). "Joe Biden, in video, says he will be 'more mindful' of personal space". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 20, 2020. Diakses tanggal March 28, 2020.
- ↑ "NBC/WSJ poll: Former Vice-President Joe Biden frontrunner in race for Democratic nomination". NBC News. December 19, 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 13, 2020. Diakses tanggal February 10, 2020.
- ↑ Silver, Nate (January 10, 2020). "Biden Is The Front-Runner, But There's No Clear Favorite". FiveThirtyEight. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 14, 2020. Diakses tanggal February 10, 2020.
- ↑ "2020 Iowa Democratic Caucuses Live Results". The Washington Post. February 3, 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 7, 2020. Diakses tanggal March 22, 2020.
- ↑ "New Hampshire results". NBC News. February 11, 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 12, 2020. Diakses tanggal February 12, 2020.
- ↑ "Nevada Election Results 2020". Politico. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 15, 2020. Diakses tanggal November 14, 2020.
- ↑ Peoples, Steve; Kinnard, Meg; Barrow, Bill (February 29, 2020). "Biden wins South Carolina, aims for Super Tuesday momentum". Associated Press. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 29, 2020. Diakses tanggal March 1, 2020.
- ↑ Montanaro, Domenico (March 4, 2020). "5 Takeaways From Super Tuesday And Joe Biden's Big Night". NPR. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 13, 2020. Diakses tanggal November 14, 2020.
- ↑ Bradner, Eric; Krieg, Gregory; Merica, Dan (March 11, 2020). "5 takeaways as Biden takes command of Democratic race on Super Tuesday II". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 11, 2020. Diakses tanggal March 11, 2020.
- ↑ Bradner, Eric; Mucha, Sarah (March 9, 2020). "Joe Biden says he's a 'bridge' to a new generation of leaders while campaigning with Harris, Booker, Whitmer". CNN.
- 1 2 Lerer, Lisa; Ember, Sydney (April 12, 2020). "Examining Tara Reade's Sexual Assault Allegation Against Joe Biden". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 12, 2020. Diakses tanggal April 14, 2020.
- ↑ McGann, Laura (May 7, 2020). "The Agonizing Story of Tara Reade". Vox. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 7, 2020. Diakses tanggal May 19, 2021.
- ↑ Reinhard, Beth; Viebeck, Elise; Viser, Matt; Crites, Alice (April 12, 2020). "Sexual assault allegation by former Biden Senate aide emerges in campaign, draws denial". The Washington Post. Diakses tanggal April 14, 2020.
- ↑ Phillips, Amber (June 1, 2020). "What we know about Tara Reade's sexual assault allegation against Joe Biden". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 18, 2020. Diakses tanggal August 27, 2021.
- ↑ Ember, Sydney (April 8, 2020). "Bernie Sanders Drops Out of 2020 Democratic Race for President". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 8, 2020. Diakses tanggal April 8, 2020.
- ↑ Ember, Sydney; Glueck, Katie (April 13, 2020). "Bernie Sanders Endorses Joe Biden for President". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 13, 2020. Diakses tanggal April 13, 2020.
- ↑ Merica, Dan; Zeleny, Jeff (April 14, 2020). "Obama endorses Biden for president in video message". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 14, 2020. Diakses tanggal April 14, 2020.
- ↑ Martin, Jonathan; Burns, Alexander (May 3, 2020). "Why Biden's Choice of Running Mate Has Momentous Implications". The New York Times.
- ↑ Martin, Jonathan; Burns, Alexander (May 3, 2020). "Why Biden's Choice of Running Mate Has Momentous Implications". The New York Times.
- ↑ "Biden VP pick: Kamala Harris chosen as running mate". BBC News. August 12, 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 10, 2020. Diakses tanggal August 26, 2021.
- ↑ Jamerson, Joshua; Day, Chad (August 18, 2020). "DNC Nominates Joe Biden to Lead Nation Through Pandemic". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 18, 2020. Diakses tanggal August 19, 2020.
- ↑ Olorunnipa, Toluse; Janes, Chelsea; Sonmez, Felicia; Itkowitz, Colby; Wagner, John (August 19, 2020). "Joe Biden officially becomes the Democratic Party's nominee on convention's second night". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 17, 2020. Diakses tanggal August 19, 2020.
- ↑ Santucci, Jeanine (December 9, 2020). "Timeline: Trump insists he won the election as Biden prepares to take the White House". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 24, 2021. Diakses tanggal June 21, 2021.
- ↑ Rein, Lisa; Viser, Matt; Miller, Greg; Dawsey, Josh (November 9, 2020). "White House, escalating tensions, orders agencies to rebuff Biden transition team". The Washington Post. ISSN 0190-8286. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 14, 2020. Diakses tanggal January 4, 2023.
- ↑ Holmes, Kristen; Herb, Jeremy (November 23, 2020). "First on CNN: GSA tells Biden that transition can formally begin". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 23, 2020. Diakses tanggal November 23, 2020.
- ↑ Smith, Jack (January 7, 2025). "Final Report of the Special Counsel Under 28 C.F.R. § 600.8" (PDF). United States Department of Justice. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal January 14, 2025. Diakses tanggal February 20, 2025.
- ↑ Kimble, Lindsay (January 6, 2021). "Joe Biden Calls on Donald Trump to 'Step Up' amid Chaos Led by 'Extremists' at Capitol". People. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 26, 2021. Diakses tanggal February 9, 2021.
- ↑ Weissert, Will; Superville, Darlene (January 7, 2021). "Biden urges restoring decency after 'assault' on democracy". Associated Press. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 29, 2021. Diakses tanggal February 9, 2021.
- ↑ "President-elect Biden Delivers Remarks in Wilmington, Delaware". C-SPAN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 6, 2021. Diakses tanggal January 7, 2021.
- ↑ Shear, Michael D. (January 6, 2021). "Biden calls on Trump to go on national television and 'demand an end to this siege.'". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 6, 2021. Diakses tanggal January 6, 2021.
- ↑ King, Ledyard; Groppe, Maureen; Wu, Nicholas; Jansen, Bart; Subramanian, Courtney; Garrison, Joey (January 6, 2021). "Pence confirms Biden as winner, officially ending electoral count after day of violence at Capitol". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 7, 2021. Diakses tanggal January 7, 2021.
- ↑
- "Biden sets to work on reversing Trump policies with executive orders". BBC News. January 21, 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 10, 2021. Diakses tanggal January 21, 2021.
- Liptak, Kevin; Stracqualursi, Veronica; Malloy, Allie (January 7, 2021). "Trump publicly acknowledges he won't serve a second term day after inciting mob". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 7, 2021. Diakses tanggal January 7, 2021.
- Miller, Zeke; Colvin, Jill (January 8, 2021). "After excusing violence, Trump acknowledges Biden transition". Associated Press. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 7, 2021. Diakses tanggal January 9, 2021.
- 1 2 Hunnicutt, Trevor; Zengerle, Patricia; Renshaw, Jarrett (January 20, 2021). "Taking helm of divided nation, U.S. President Biden calls for end to 'uncivil war'". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 20, 2021. Diakses tanggal January 20, 2021.
- ↑ Baker, Peter (January 20, 2021). "Biden Inaugurated as the 46th President Amid a Cascade of Crises". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 20, 2021. Diakses tanggal May 11, 2024.
- ↑ Diaz, Johnny (January 20, 2025). "Trump Is the Oldest President to Take the Oath, Again". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diakses tanggal November 8, 2025.
- ↑ Zak, Dan (January 12, 2021). "Joe Biden, 78, will lead an American gerontocracy". The Washington Post. ISSN 0190-8286. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 2, 2021. Diakses tanggal May 11, 2024.
- ↑ "Biden to become the second Catholic president in U.S. history, after JFK". NBC News. January 19, 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 19, 2021. Diakses tanggal January 20, 2021.
- ↑ Sandstrom, Aleksandra (January 20, 2021). "Biden is only the second Catholic president, but nearly all have been Christians". Pew Research Center. Diakses tanggal May 11, 2024.
- ↑ Cormier, Ryan; Talorico, Patricia (November 7, 2020). "Delaware history is made: The First State gets its first president in Joe Biden". The News Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 8, 2020. Diakses tanggal January 20, 2021.
- ↑ Talia Lakritz (January 19, 2021). "15 vice presidents who became president themselves". Insider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 13, 2026. Diakses tanggal January 12, 2026.
- ↑ "At long last, the silent generation's hour has come". Financial Times. March 6, 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 26, 2021. Diakses tanggal August 26, 2021.
- ↑ "At 78 and the oldest president, Biden sees a world changed". Associated Press. January 23, 2021. Diakses tanggal May 11, 2024.
- ↑ "Masked Crowd, No Trump: Why Biden Inauguration Will Be Like No Other". NDTV. Agence France-Presse. January 18, 2021. Diakses tanggal June 21, 2021.
- ↑ Wallsten, Peter (August 24, 2008). "Demographics part of calculation: Biden adds experience, yes, but he could also help with Catholics, blue-collar whites and women". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 15, 2019. Diakses tanggal August 25, 2008.
- ↑ Broder, John M. (September 13, 2008). "Biden Releases Tax Returns, in Part to Pressure Rivals". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 25, 2011. Diakses tanggal September 13, 2008.
- ↑ Mooney, Alexander (September 12, 2008). "Biden tax returns revealed". CNN. Diarsipkan dari asli tanggal September 13, 2008. Diakses tanggal September 13, 2008.
- ↑ Current Biography Yearbook 1987, p. 44.
Bacaan lanjutan
- Barone, Michael (2005). Almanac of American Politics. Washington: National Journal Group. ISBN 0-89234-112-2.
- Biden, Joe (31 Juli 2007). Promises to Keep. Random House. ISBN 978-1-4000-6536-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- Boyer, William W. (2000). Governing Delaware. Newark, DE: University of Delaware Press. ISBN 0-87413-721-7.
- Peirce, Neil R. (1977). Mid-Atlantic States of America. New York: W.W. Norton & Co. ISBN 0-393-05541-8.
- Cohen, Celia (2002). Only in Delaware, Politics and Politicians in the First State. Newark, DE: Grapevine Publishing.
Pranala luar
- (Inggris) Biographical Directory of the U.S. Congress
- (Inggris) U.S. Senate Committee on Foreign Relations
- (Inggris) U.S. Senate Committee on the Judiciary
| Didahului oleh: Dick Cheney |
Wakil Presiden Amerika Serikat 20 Januari 2009 – 20 Januari 2017 |
Diteruskan oleh: Mike Pence |
| Didahului oleh: Donald Trump |
Presiden Amerika Serikat 20 Januari 2021 – sekarang |
Diteruskan oleh: Petahana |
| Kelas 1 | ||
|---|---|---|
| Kelas 2 | ||
| Partai Demokrat | |
|---|---|
| Calon Demokrat | Barack Obama (presiden AS ke-44) • Hillary Clinton • Joe Biden • Chris Dodd • John Edwards • Dennis Kucinich • Bill Richardson • Tom Vilsack |
| Partai Republik | |
| Calon Republik | John McCain (calon terpilih) • Alan Keyes • Ron Paul • Sam Brownback • John Cox • Dan Gilbert • Jim Gilmore • Rudy Giuliani • Mike Huckabee • Duncan Hunter • Ray McKinney • Mitt Romney • Tom Tancredo • Tommy Thompson • Fred Thompson |
| Partai Konstitusi | Chuck Baldwin (calon) |
| Partai Hijau | |
| Partai Libertarian | |
| Partai Sosialis | Brian Moore (calon) |
| Partai Pelarangan | Gene Amondson (calon) |
| Calon lain | |
| Undang-undang terdampak |
|
|---|---|
| Tokoh |
|
| Lembaga pemerintah | |
| Lembaga swadaya masyarakat | |
| Lokasi |
| ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Respons | |||||||
| Tokoh |
| ||||||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Akademik | |
| Seniman | |
| Orang | |
| Lain-lain | |



