Jeroen Godfried Marie Brouwers (30 April 1940 – 11 Mei 2022) adalah penulis Belanda.
Dari tahun 1964 hingga 1976, Brouwers bekerja sebagai editor di penerbit Manteau di Brussels. Pada tahun 1964, ia membuat debut sastranya dengan Het mes op de keel (Pisau Menusuk Tenggorokan).
Brouwers menerima LibrisPrize untuk Cliënt E. Busken pada tahun 2021.[2]
Kehidupan
Jeroen Brouwers lahir pada tanggal 30 April 1940 di Batavia, ibu kota bekas Hindia Belanda (sekarang Jakarta, Indonesia). Ia adalah anak keempat dari Jacques Theodorus Maria Brouwers (1903–1964), seorang akuntan di sebuah firma arsitek, dan Henriëtte Elisabeth Maria van Maaren (1908–1981), putri dari musisi Leo van Maaren (1885–1945).
Setelah invasi Jepang ke Jawa pada tahun 1942 dan kapitulasi KNIL, ayahnya dikirim ke kamp tawanan perang di dekat Tokyo, Jepang. Jeroen, neneknya (Elisabeth Henrica), ibunya, dan saudara perempuannya dikirim ke kamp tahanan Jepang 'Kramat'. Setelah beberapa bulan, mereka dipindahkan ke kampCideng, di pinggiran kota Batavia. Kakek-neneknya tidak selamat dari kamp-kamp ini. Pada tahun 1986, Jeroen menulis novel autobiografi Bezonken Rood (diterjemahkan pada tahun 1988 sebagai Sunken Red), tentang dampak seumur hidup dari penahanan Jepang ini.