Rose Ethel Janet White-Haney (11 Maret 1877 – 21 Oktober 1953), yang dikenal sebagai Jean White-Haney adalah seorang ahli botani di Queensland, Australia.[1] Jean White menjabat sebagai kepala di Queensland Board of Advice on Prickly Pear atau Dewan Pengawas Penghancuran Pir Berduri (disebut juga Kaktus opuntia), serta turut mengembangkan metode pengendalian biologis untuk mengelola kaktus invasif.[2][3]
Kehidupan awal dan pendidikan
Jean White lahir pada 11 Maret 1877 di Melbourne Observatory, South Yarra adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara. Ayahnya, Edward John White, adalah seorang antariksawan di Melbourne Observatory.[4] Ia menerima pendidikan privat hingga usia 15 tahun sebelum melanjutkan ke Presbyterian Ladies' College, Melbourne, dan kemudian ke Universitas Melbourne, di mana ia meraih gelar B.Sc. pada tahun 1904, gelar M.Sc. pada tahun 1906, dan gelar D.Sc. pada tahun1909. Ia menjadi wanita kedua di Australia yang menerima gelar Doctor of Science (D.Sc.).[5] Melalui dukungan McBain Research Scholarship, ia meneliti di Departemen Botani di bawah bimbingan Profesor Alfred James Ewart.[6]
Stasiun Percobaan Pir Berduri
Dewan Penasihat Queensland untuk Pemusnahan Buah Pir Berduri menugaskan Dr. White-Haney sebagai penanggung jawab stasiun percobaan mereka di Dulacca pada tahun 1912. Ia menjabat di sana hingga tahun 1916, dengan tugas mengembangkan metode pengendalian serangga dan bahan kimia untuk menangani serangan buah pir berduri. Pada tanggal 22 Februari 1915, ia menikah dengan Victor William Haney, seorang ahli kimia pertanian kelahiran Amerika.[7]
Dr. White-Haney berhasil mengendalikan spesies kaktus pohon (Opuntia monacantha) yang banyak ditemukan di Queensland Utara dengan menggunakan serangga cochineal (Coccus indicus) sebagai agen pengendali biologis.[8] Meskipun serangga tersebut efektif dalam mengendalikan kaktus, ia tidak berhasil mengatasi spesies pir yang lebih umum. Keberhasilan dalam pengendalian kaktus tersebut mendorong penelitian lebih lanjut dalam pengendalian biologis, yang pada akhirnya mengarah pada pengenalan ngengatCactoblastis cactorum, yang efektif dalam mengendalikan hama pir berduri.[9] Dr. White-Haney menerbitkan tiga laporan mengenai hasil pekerjaannya di stasiun percobaan, yang ia kelola hingga stasiun tersebut ditutup pada tahun 1916 akibat kesulitan yang timbul akibat perang, yang menyebabkan kesulitan dalam pengadaan staf dan bahan kimia untuk eksperimen.[10]