Tulisan Fearon mengenai perang menekankan bahwa ilmuwan perlu menjelaskan mengapa negara rasional malah terlibat dalam perang alih-alih memanfaatkan daya tawarnya, padahal daya tawar dapat membuat kedua pihak menyelesaikan pertentangannya dengan damai. Ia juga menjelaskan mengapa negara-negara demokratis lebih mampu menyatakan keinginannya dalam perang berkat biaya audiensi dalam negeri. Fearon juga memberi sumbangsih pada studi demokrasi deliberatif.[1]
Fearon memaparkan tiga asumsi dasar mengenai perang. Pertama, perang adalah pilihan yang lebih boros daripada perdamaian. Kedua, perang dapat dipastikan tak dapat dipastikan (predictably unpredictable). Dengan kata lain, walaupun tidak ada pihak yang tahu siapa yang akan menang, mereka sama-sama yakin bahwa masing-masing pihak akan menang. Ketiga, tidak ada manfaat langsung yang dapat diambil dari perang. Fearon menyebut teorinya sebagai masalah pemborosan perang.