Jalan Kyai Caringin adalah salah satu nama jalan utama di Jakarta. Nama jalan ini diambil dari nama seorang ulama asal Banten yang bernama Asnawi al-Bantani yang lebih dikenal sebagai Syekh Asnawi Caringin atau Kyai Caringin. Jalan sepanjang 260 meter ini melintang dari persimpangan Jalan Cideng Timur sampai persimpangan Jalan Biak dan Jalan Tomang Raya. Jalan ini melintasi 3 kelurahan:
Jalan ini masuk ke dalam jalan raya yang masuk kawasan pembatasan lalu lintas ganjil genap (berlaku Senin-Jumat, Pukul 06:00-10:00 dan 16:00-21:00 WIB).[1][2] Di jalan ini terdapat Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Jalan ini pernah ditutup akibat ambruknya sebuah rumah toko.[3][4][5][6][7][8][9][10]
Persimpangan
Jalan ini memiliki dua persimpangan utama, yaitu:
Persimpangan Cideng (selatan: menuju Pasar Tanah Abang (Jalan Cideng Timur), utara: menuju Roxy (Jalan Cideng Barat))
Persimpangan Biak (utara: menuju Petojo, Duri, barat: menuju Tomang, Grogol, selatan: menuju Stasiun Tanah Abang)