Perilaku sosial
Sebagai spesies yang sangat suka berteman, itik burik diketahui memiliki ukuran kawanan berkisar antara 10 hingga 100 individu, terutama di luar musim kawin. Selama musim kawin, kawanan ini sering terpecah menjadi sub-unit yang lebih kecil, tersebar di seluruh sistem lahan basah dan rawa. [15]
Meskipun ukuran kawanannya besar, spesies ini kurang menunjukkan ekspresi terhadap satu sama lain, hanya dengan gerakan samar dan sedikit interaksi terhadap sesama kawanan. Interaksi langka yang diamati dalam spesies ini biasanya bersifat pertengkaran.[16]
Perilaku reproduksi
Itik burik adalah spesies poligami yang melakukan perkawinan monogami musiman jangka pendek di alam liar. Dalam perkawinan jangka pendek ini, pejantan membela betina yang reseptif selama tahap sebelum bertelur di musim kawin. Selama masa ini, pejantan juga membantu membangun dan mempertahankan lokasi sarang—tetapi pergi sebelum betina bertelur, dan tidak lagi berperan dalam membesarkan atau mempertahankan keturunannya.
Itik burik memiliki sedikit perilaku sebelum atau sesudah sanggama. Kopulasi terjadi di dalam air dengan pejantan mendekati betina yang reseptif, yang mengadopsi orientasi setengah terendam, dengan kepala menjulur ke luar dan ekor terangkat. Pejantan kemudian menaiki betina dan mencengkeram bulu di leher bagian bawah betina saat sanggama. Setelah turun dari kuda, kedua jenis kelamin menunjukkan perilaku mandi dan bersolek.
Musim kawin itik burik pada dasarnya teratur, dengan musim kawin umum antara bulan September dan Desember. Namun, ia tetap memiliki kemampuan untuk berkembang biak di luar musim. Berkembang biak di luar musim sangat berkorelasi dengan periode hujan lebat dan banjir.
Baik itik burik jantan maupun betina mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 12 bulan saat perkembangbiakan pertama dapat dimulai. Itik burik diketahui terus berkembang biak setiap tahun sepanjang hidupnya, dengan catatan menunjukkan keberhasilan perkembangbiakan pada burung yang berusia lebih dari 10 tahun. [6]
Itik burik memiliki masa inkubasi standar antara 26 dan 28 hari, meskipun beberapa sumber mencatat masa inkubasi hingga 35 hari. Betina bertanggung jawab penuh atas inkubasi telur dan hanya meninggalkan telur dalam waktu singkat untuk diberi makan.
Itik ini rata-rata menelurkan tujuh butir telur, tetapi bisa berkisar antara empat hingga 14 butir. [19] Satu sarang bisa hingga 14 butir telur dapat terjadi secara alami, meskipun kejadian ini tampaknya disebabkan oleh betina yang 'membuang' telur tambahan ke sarang betina lain. Kejadian ini biasa terjadi pada populasi itik burik karena memungkinkan betina yang melakukan pelanggaran untuk mewariskan materi genetiknya tanpa mengeluarkan energi untuk membesarkan anak-anaknya. [20]
Telur itik burik itu mengkilat, halus dan bentuknya hampir lonjong sempurna. Warnanya putih, mulai dari warna krem hingga gading. Telur itik burik itu unik, memiliki cangkang yang sangat tebal tetapi lembut tidak seperti spesies lainnya. Ukuran telur biasanya berkisar antara 60-65mm kali 45-48mm dan berat rata-rata 66g. [21]
Anakan itik burik bersifat prekosial, artinya mereka menetas dengan fungsi penuh dan mampu makan sendiri. Meskipun demikian, mereka masih membutuhkan ibu mereka untuk mendapatkan kesempatan terbaik untuk bertahan hidup. Selain perlindungan, anakan membutuhkan ibu untuk mengajari mereka isyarat dan perilaku sosial yang penting. [22]
Anak-anak itik tersebut menjadi dewasa lebih lambat dibandingkan dengan spesies unggas air lainnya, yaitu pada usia sembilan minggu, ketika mereka tidak lagi membutuhkan perlindungan induknya. Pada titik ini, induk dan anak-anaknya kemungkinan besar akan bergabung kembali dengan kawanan yang lebih besar. (Flinchum, 2005)