Korupsi, HAM, dan kejahatan terorganisasi
Uzbekistan digambarkan sebagai dunia yang penuh "korupsi akut", kejahatan terorganisasi, kerja paksa di ladang kapas, dan penyiksaan.[33]
Setelah Hillary Clinton memberikan penghargaan Women of Courage kepada aktivis HAM Uzbek yang baru dibebaskan dari penjara, Mutabar Tadjibayeva, di Washington, D.C., Presiden Uzbekistan Islam Karimov kecewa. Ia "mengancam secara implisit akan menghentikan transit kargo bagi pasukan A.S. di Afghanistan melalui Northern Distribution Network". Richard Norland, Duta Besar Amerika Serikat untuk Uzbekistan, mengaku telah menenangkan Karimov, tetapi memperingatkan Washington bahwa, "menekan Karimov (khususnya secara terbuka) akan membuat kita kehilangan jalur transit tersebut."[33]
Gulnara Karimova, putri pertama presiden Uzbekistan, kabarnya memiliki beragam bisnis di Uzbekistan yang dihasilkan dari akuisisi curang dan diyakini sebagai "sosok yang paling dibenci di negara ini".[34][35] Lola Karimova-Tillyaeva, putri termuda presiden Uzbekistan, kabarnya sering mengunjungi klub malam Barkhan menjelang dini hari, dan kawat diplomatik yang bocor ini menyebutkan: "Kepemilikan Barkhan begitu rapi dan klub ini merupakan satu-satunya tempat yang menjual alkohol keras buatan luar negeri, suatu tindakan yang melanggar hukum Uzbekistan."[36]
Sebuah kawat diplomatik menyatakan, "[t]ender dan jabatan pemerintahan mudah didapatkan dengan membayar sejumlah uang kepada orang yang tepat"[37]