Identifikasi teman atau lawan adalah sistem identifikasi berbasis radar yang dirancang untuk komando dan kontrol. Sistem ini menggunakan transponder yang menerima mendengarkan sinyal pengirim interogasi dan kemudian mengirimkan respons kepada pengidentifikasi. Hal ini memungkinkan suatu sistem interogasi kontrol lalu lintas udara militer dan sipil untuk mengidentifikasi pesawat, kendaraan atau pasukan sahabat yang ramah dan untuk menentukan arah dan jangkauannya dari interogator. IFF dapat digunakan oleh pesawat militer dan sipil. IFF pertama kali dikembangkan selama Perang Dunia II.[1][2][3][4]
Perangkat uji IFF yang digunakan oleh seorang teknisi avionikAngkatan Udara Amerika Serikatsersan teknis untuk menguji transponder pada pesawat pada tahun 2001.Perangkat IFF Model XAE, sistem IFF pengenal radio pertama di ASTampilan IFF pada A-scope. Dua contoh tampilan dari radar umum atau era Perang Dunia II.Kartu Pengganti untuk perangkat Mark XIIA Mode 5 Independen.RT-1832 FA-18 Interogator.IFF Mk XII(S) TransponderRadar interrogator 1L228D digunakan di MANPAD Strela dan DzhigitAntena IFF SP HawkKonfigurasi umum peralatan pemrosesan Sistem Suar Radar Kontrol Lalu Lintas Udara (ATCRBS).
Terlepas dari namanya, IFF hanya dapat secara positif mengidentifikasi kawan, bukan yang musuh. Jika interogasi IFF tidak menerima balasan atau balasan yang tidak valid, objek tidak dapat diidentifikasi sebagai teman, tetapi tidak secara positif diidentifikasi sebagai musuh; misalnya, mungkin pesawat teman dengan transponder yang tidak berfungsi. Selain itu ada banyak alasan mengapa pesawat yang bersahabat mungkin tidak membalas IFF dengan benar.[5][6][7][8][9][10]
IFF adalah alat dalam aksi militer Combat Identification (CID) yang lebih luas, karakterisasi objek yang terdeteksi di bidang pertempuran yang cukup akurat untuk mendukung keputusan operasional. Karakterisasi terluas adalah teman, musuh, netral, atau tidak dikenal. CID tidak hanya dapat mengurangi insiden tembakan kawan, tetapi juga berkontribusi pada pengambilan keputusan taktis secara keseluruhan.
Sistem ini membantu membedakan antara pesawat yang ramah dan pesawat musuh, sehingga mengurangi risiko tembakan keliru dan meningkatkan keamanan. IFF radar beroperasi dengan mengirimkan sinyal radio ke objek yang terdeteksi dan menunggu respons dari transponder yang ada di objek tersebut. Jika objek merespons dengan kode yang benar, maka akan diidentifikasi sebagai kawan. Jika tidak merespons atau memberikan respons yang salah, maka akan diidentifikasi sebagai bukan kawan atau mungkin musuh. IFF radar digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam sistem pertahanan udara, kontrol lalu lintas udara sipil, dan operasi militer. Secara keseluruhan, IFF radar adalah komponen penting dalam sistem identifikasi dan keamanan, membantu membedakan antara kawan dan lawan di lingkungan yang kompleks.
Sistem IFF terdiri dari
interogator (pemancar sinyal) dan
transponder (penerima dan pemancar sinyal balasan).
Interogator dipasang pada pesawat, kapal, atau sistem radar darat, sedangkan transponder dipasang pada pesawat atau kendaraan yang ingin diidentifikasi.
IFF radar memiliki berbagai mode operasi, seperti Mode 1, Mode 2, Mode 3/A, Mode C, Mode 4, dan Mode 5. Setiap mode beroperasi pada frekuensi dan kode yang berbeda untuk tujuan yang berbeda, termasuk identifikasi sederhana, identifikasi ketinggian, dan identifikasi yang lebih aman dengan enkripsi. Sistem IFF telah berkembang dari waktu ke waktu, dengan pengenalan mode-mode yang lebih baru dan lebih aman seperti Mode 5 yang menggunakan enkripsi untuk mencegah penyalahgunaan kode identifikasi oleh musuh.
Mode
Mode 1: khusus militer; menyediakan "kode misi" oktal 2 digit (6 bit) yang mengidentifikasi jenis atau misi pesawat.
Mode 2: khusus militer; menyediakan kode unit atau nomor ekor oktal 4 digit (12 bit).
Mode 3/A: militer/sipil; menyediakan kode identifikasi oktal 4 digit (12 bit) untuk pesawat, yang ditetapkan oleh pengatur lalu lintas udara. Umumnya disebut sebagai kode squawk.
Mode 4: khusus militer; menyediakan balasan 3 pulsa, penundaan didasarkan pada tantangan terenkripsi.
Mode 5: khusus militer; menyediakan versi Mode S dan posisi GPS ADS-B yang diamankan secara kriptografis.
Mode 4 dan 5 dirancang untuk digunakan oleh pasukan NATO.
↑Christopher Yeoman & John Freeborn, Tiger Cub – The Story of John Freeborn DFC* A 74 Squadron Fighter Pilot In WWII, Pen and Sword Aviation, 2009, ISBN978-1-84884-023-2, p45
↑Bob Cossey, A Tiger's Tale: The Story of Battle of Britain Fighter Ace Wg. Cdr. John Connell Freeborn, ISBN978-1-900511-64-3, chapter 4
↑Hough, Richard and Denis Richards. The Battle of Britain: The Greatest Air Battle of World War II, WW Norton, 1990, p.67