Sebagai penyanyi
Baim dikenal sebagai pendiri, sekaligus vokalis dan gitaris grup musik yang bernama ADA Band. Setelah merilis 4 album bersama ADA Band, yaitu Seharusnya (1997), PerADAban 2000 (1999), Tiara dan The Best of ADA Band (keduanya 2001), Baim memilih keluar pada Desember 2001.
Setelah itu, Baim memutuskan untuk bersolo karier dan memilih jalur pop. Album pertamanya adalah Fresh !! (2002). Salah satu lagu yang menjadi hit dalam album ini adalah "Ajari Aku Bercinta". Pada tahun yang sama, Baim bersama 12 orang pemain gitar dari berbagai grup musik di Indonesia, seperti Dewa Budjana, Piyu, Pay Burman, Eross Candra diganjar penghargaan oleh Museum Rekor Indonesia untuk penghargaan penampilan gitaris terbanyak dalam satu panggung.[2]
Tahun 2004, Baim merilis album Nafasku yang karakter musiknya lebih kental ke pop balada.[3]
Prestasi Baim dalam menyanyi solo pun mendapat apresiasi dengan diraihnya penghargaan sebagai Artis Solo Pria/Wanita Terbaik untuk kategori Pop Alternatif di ajang Anugerah Musik Indonesia pada 2004.[4]
Tahun 2006, Baim kembali merilis album solonya yang bertajuk Terbaik Untukmu. Di albumnya kali ini, Baim bekerja sama dengan beberapa musisi, antara lain "Sungguh Mati" ciptaan Sandy Canester, lagu andalan berjudul "Seperti yang Kumau" ciptaan Dewiq, dan "Terbaik Untukmu" yang diciptakan dan diaransemen oleh Teguh D.[5]
Baim juga tergabung ke dalam beberapa grup musik lainnya. Ia menjadi sebagai gitaris di The Dance Company;[6] tergabung ke dalam Six Strings yang beranggotakan dirinya bersama Aria Baron, Tohpati, Dewa Budjana, Piyu, Pay Burman, Eross Candra, dan Andre Dinuth;[7] serta menjadi gitaris dan drumer dari JabalRootz bersama Maryo Henc dan Koko Soetadi.[8]