Ibnu Hadi (lahir 26 Mei 1960) adalah seorang diplomat Indonesia yang terakhir menjabat sebagai duta besar untuk Vietnam dari tahun 2016 hingga 2020. Sebelumnya, ia menjabat dalam berbagai posisi di kementerian luar negeri dan di luar negeri, termasuk sebagai konsul jenderal di Osaka dari tahun 2010 hingga 2013 serta direktur Amerika Utara dan Tengah dari tahun 2013 hingga 2016.
Kehidupan awal
Ibnu Hadi lahir pada 26 Mei 1960 di Belakang Padang, Batam, sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara. Karena pekerjaan ayahnya di bidang imigrasi, keluarganya sering berpindah tempat, dan ia menghabiskan masa kecil di Jakarta, Makassar, dan Semarang.[1][2]
Ia menempuh pendidikan di sekolah negeri, lalu memilih jurusan ekonomi meskipun berlatar belakang IPA di SMA.[1] Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia pada 1986 dan gelar magister dari Universitas Macquarie pada 1990.[3] Selama studi, ia menilai metode pengajaran di Australia lebih interaktif dibandingkan di Indonesia.[1]
Karier
Ibnu memulai dinas diplomatiknya pada 1986. Penugasan luar negeri pertamanya adalah di Hong Kong (1991–1994) sebagai wakil konsul ekonomi. Setelah itu, ia ditempatkan di departemen luar negeri sebagai wakil direktur (kepala subdirektorat) untuk kerja sama keuangan dan investasi dari 1994 hingga 1996.[3][1]
Ibnu kemudian ditempatkan di konsulat jenderal di Osaka sebagai konsul urusan ekonomi pada 1996 hingga 2000.[3] Penugasan di Osaka menjadi yang paling berat akibat krisis keuangan, dengan kondisi kerja sulit, keterbatasan peran, serta pemotongan anggaran hingga penghentian gaji dan pengurangan staf.[4]
Setelah 2000, Ibnu menjabat sebagai wakil direktur APEC, lalu bertugas di Kedutaan Besar Indonesia di Washington, D.C.,[5] sebelum menjadi direktur kerja sama intraregional Asia, Pasifik, dan Afrika pada 2005.[6] Ia kemudian menjadi konsul jenderal di Osaka (2009–2013),[7] membangun hubungan dengan pengusaha Jepang dan mempromosikan kerja sama pendidikan.[8][9]
Pada 6 Agustus 2015, Ibnu dicalonkan sebagai duta besar untuk Vietnam.[10] Setelah menjalani uji kelayakan oleh Komisi I DPR pada 15 September 2015,[11] ia dilantik pada 23 Desember 2015.[12] Ia menyerahkan surat kepercayaannya kepada Presiden Vietnam Trương Tấn Sang pada 26 Maret 2016.[13] Ibnu ditugaskan untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi bilateral antara kedua negara serta menyelesaikan negosiasi zona ekonomi eksklusif.[14]
Sebagai duta besar, Ibnu memfasilitasi kembalinya impor mobil Indonesia ke Vietnam serta mempromosikan produk Indonesia seperti batu bara untuk pembangkit listrik Vietnam. Di sektor ekonomi dan perdagangan, kedua negara mencatat peningkatan perdagangan bilateral dari 6,8 miliar dolar AS pada 2017 menjadi 7,4 miliar dolar AS pada 2018, dengan target 10 miliar dolar AS pada akhir 2020. Ia juga berupaya meningkatkan hubungan antarmasyarakat melalui berbagai inisiatif, seperti kursus bahasa Indonesia, mendorong mahasiswa Vietnam untuk belajar di Indonesia, serta memperkuat kerja sama antar universitas, termasuk menyelenggarakan pertunjukan musik bagi pemuda Vietnam pada Desember 2018.[15]
Selama masa jabatannya, Ibnu mengawasi pertemuan tingkat tinggi, termasuk kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam pada Agustus 2017, kunjungan Presiden Indonesia untuk APEC pada November 2017, serta berbagai pertemuan intensif pada 2018, seperti kunjungan bilateral Presiden Indonesia dan kehadirannya di WEF, diikuti kunjungan Perdana Menteri Vietnam ke Bali untuk pertemuan WB-IMF.[15] Pertemuan-pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, termasuk di bidang ekonomi dan keamanan maritim.[14] Atas kinerjanya sebagai duta besar, Ibnu menerima Medal for Peace and Friendship among Nations dari Vietnam Union of Friendship Organizations pada 24 November 2020.[16] Ia secara resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai duta besar pada 14 Desember 2020 dan digantikan oleh kuasa usaha ad interim Masriati Lita Pratama.[17]
Kehidupan pribadi
Ibnu Hadi menikah dengan Dyah Prastyawati Hadi[5] dan dikaruniai tiga orang anak.[3]
1234"IBNU HADI"(PDF). Department of Foreign Affairs of Indonesia. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 14 June 2018. Diakses tanggal 25 October 2025.
↑Susetiyo, JB; Suryanata, Gilang; Gabriela, Lita; Betrice, Silvia Desi (28 April 2021). "Ambassador Do not Look Unintelligent". President University. Diakses tanggal 25 October 2025.
12"Diplomatic List"(PDF). U.S. Department of State. 2006. hlm.41. Diakses tanggal 25 October 2025.