| Tahun |
Deskripsi |
| 1982 |
Produksi pertama gerbong barang dan prototipe kereta ekonomi yang dinamakan Si Belo Kuda Troya. |
| 1985 |
Produksi pertama kereta penumpang. |
| 1987 |
Perakitan pertama kereta listrik (KRL Rheostatik Stainless) & diversifikasi produk. |
| 1991 |
Ekspor pertama gerbong ke Malaysia (KTMB). |
| 1992 |
Produksi kereta rel listrik ABB-Hyundai. |
| 1994 |
Produksi pertama kereta rel listrik BN-Holec. |
| 1995 |
Produksi dan Peluncuran kereta api Argo Bromo JS-950 dan Argo Gede JB-250. |
| 1996 |
Produksi pertama lokomotif (GE Lokindo) & ekspor ke Filipina (PNR), serta peluncuran pertama kereta api Argo Lawu. |
| 1997 |
Produksi dan Peluncuran kereta api Argo Bromo Anggrek JS-852 |
| 1998 |
Ekspor pertama Ballast Hopper Wagon ke Thailand (SRT) dan peluncuran kereta api Argo Wilis dan Argo Dwipangga. |
| 2001 |
Peluncuran pertama KRL Indonesia (desain PT INKA), Argo Bromo Anggrek batch 2, dan Gajayana. |
| 2002 |
Ekspor kereta Pembangkit Listrik dan Bogie Reefer Flat ke Malaysia, serta peluncuran kereta api Argo Muria, Argo Gede batch 2, dan Harina. |
| 2004 |
Ekspor body gerbong Container & kusen Blizzard Center ke Australia. |
| 2006 |
Ekspor 50 unit kereta BG ke Bangladesh. |
| 2007 |
Penandatangan Kontrak produksi 1 trainset DEMU (Diesel-Electric Multiple Unit) untuk Aceh dan Railbus untuk Palembang (Bus rel Kertalaya). Selesai produksi gerbong Bagasi Mobil. |
| 2008 |
Peluncuran Pertama Bus Rel KRDI (untuk Aceh & Jawa), dan Produksi Gerbong Bagasi ONS "White Arrow", dan Argo Lawu generasi kedua. Perintisan mobil nasional bernama GEA (Gulirkan Energi Alternatif) dan prototipe-nya telah dibuat.[6] |
| 2009 |
Peluncuran rangkaian baru Kereta api Gajayana dengan model mirip dengan Pesawat Terbang, dan produksi Kereta Inspeksi "Semeru". Pada tahun 2009, GEA telah menggunakan mesin yang dikembangkan BPPT, Rusnas, setelah sebelumnya menggunakan mesin dari Cina dengan komponen karburator menjadi satu-satunya komponen impor luar negeri.[7] |
| 2010 |
Produksi Rangkaian Kereta Ekonomi AC plus Non-PSO tahap pertama yaitu Kereta api Bogowonto (Waktu itu PT KAI hanya menamakan kelasnya Ekonomi AC), 5 lokomotif CC 204 & rangkaian Kereta api Argo Jati yang berbentuk mirip dengan Rangkaian KA Gajayana yang baru. |
| 2011 |
Produksi Railbus untuk Solo, produksi kereta api ekonomi ac plus non pso tahap kedua yaitu Kereta api Gajahwong dan Produksi Kereta Rel Listrik INKA i9000 KfW sebanyak 40 set,Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) Pertama untuk Kota Lampung yaitu Kereta api Way Umpu dan Produksi Kereta Inspeksi "Kaldera Toba" ex KAIS Sindoro. |
| 2012 |
Produksi Rangkaian Kereta Ekonomi AC plus Non-PSO tahap ketiga, keempat, kelima yaitu Kereta api Majapahit, Kereta api Menoreh dan Kereta api Krakatau, 3 lokomotif CC 300, serta railbus untuk kota Padang dan KRL i9000 |
| 2013 |
Produksi 18 unit Inka Inobus Articulated Bus untuk armada Transjakarta.[8] |
| 2014 |
Produksi Rangkaian Kereta api Ekonomi AC plus Non-PSO tahap keenam dan ketujuh, kedelapan dan kesembilan yaitu Menoreh II, Sawunggalih Tambahan sekarang (Jaka Tingkir), Jayabaya dan Jaka Tingkir. Produksi Rangkaian kedelapan telah dicat dengan corak terbaru PT KAI yang diberi nama corak Kesepakatan (Airline Livery) dan Produksi Gerbong Bagasi "CARGO". |
| 2015 |
Ekspor 100 Unit MG Dan 50 Unit BG total seluruh 150 unit bawa Ke Bangladesh, Retrofit kereta api Argo Bromo Anggrek dan pengiriman 33 gerbong "Cargo" ke sejumlah depo kereta api di Jakarta Gudang (dari 18 sampai 33), Surabaya Pasar Turi (dari 1 sampai 17) dan Produksi Kereta Inspeksi "Merbabu" dan Kereta Ukur "Ciremai" . |
| 2016 |
Produksi 7 train set kereta Eksekutif New Image, produksi 7 train set kereta Ekonomi AC plus New Image, Retrofit kereta api Argo Bromo Anggrek, Produksi Kereta Inspeksi "Kelud" dan Kereta Ukur "Galunggung" . |
| 2017 |
Produksi 2 train set kereta Eksekutif New Image, 6 Trainset kereta Ekonomi Premium Plus, KRL Bandara Soekarno-Hatta dan Beberapa Kereta Inspeksi Untuk Sumatra & Sulawesi. |
| 2018 |
Produksi Kereta Ekonomi Premium Plus & Kereta Eksekutif Plus serta Kereta Luxury Angkatan 2018 Stainless Steel (Konfigurasi 1-1 dengan Jumlah 18 Kursi), KRDE ME 204 Minangkabau Ekspres (Trainset 1) dan Solo Ekspres (Trainset 2), LRT Palembang Dan Trainset Pesanan Bangladesh Railway. |
| 2019 |
melanjutkan Produksi Kereta Ekonomi Premium Plus & Kereta Eksekutif Plus serta Kereta Luxury Angkatan 2019 Stainless Steel (Konfigurasi 2-1 dengan Jumlah 26 Kursi) yang masih serupa dengan Tahun 2018,Trainset LRT Untuk "LRT JaBoDeBek", Melanjutkan Pembuatan Kereta Pesanan Bangladesh Railway. |
| 2020 |
Produksi 2 set KRD DMU, 3 unit Lokomotif CC 300 dan 15 unit Kereta komuter penumpang (K3) pesanan dari PNR, Produksi 300 unit Prototipe E-Inobus Bus listrik pertama di Indonesia yang akan digunakan untuk armada negara Kongo. |
| 2021 |
Produksi KRDE ME 204 untuk Bandara Adi Soemarmo–YIA |
| 2022 |
Produksi 53 unit Prototipe E-Inobus Bus listrik yang akan digunakan untuk KTT G20 Indonesia 2022 di Bali.[9] |
| 2023 |
Produksi Kereta Penumpang Baja Nirkarat Generasi 2 atau New Generation Kereta Api Indonesia, berupa Kereta Eksekutif, Kereta Ekonomi, Kereta Luxury, Kereta Makan, Kereta Pembangkit serta Gerbong Bagasi Mobil.[10] |
| 2024 |
Produksi 16 rangkaian kereta rel listrik KAI Commuter.[11] |
| 2025 |
Produksi dan uji coba Kereta rel listrik seri iE305 |
| 2026 |
Produksi Underframe GE C44 ESACi untuk Australia |