Ebird menggambarkan spesies ini sebagai "burung berukuran sedang yang hidup di hutan kaki bukit dan tepian di Mindanao barat dan pulau-pulau sekitarnya. Berwarna cokelat tua di bagian atas dengan mahkota bergaris-garis cokelat keabu-abuan, perut putih, putih di bawah pangkal ekor, serta tenggorokan, pipi, dan dada berwarna cokelat kemerahan hangat. Paruhnya berwarna hitam pekat. Fisiknya agak mirip dengan yellow-wattled bulbul (Microtarsus urostictus), tetapi tidak memiliki jambul dan lingkaran mata kuning yang jelas. Suaranya termasuk "picha! picha! picha!" yang keras dan berdenyut, diikuti oleh kicauan bernada sedang.[3]
Zamboanga bulbul awalnya dideskripsikan dalam genus Hypsipetes dan kemudian dimasukkan ke dalam genus Ixos. Sebelumnya, beberapa ahli mengklasifikasikan burung ini dalam genus Iole dan juga menganggapnya sebagai subspesies Hypsipetes philippinus. Pada tahun 2010, burung ini dikembalikan ke genus Hypsipetes.[4] Burung ini dibedakan oleh ukurannya yang jauh lebih besar dan tidak adanya garis-garis di tenggorokannya. Ukuran panjangnya bisa mencapai 20-23 cm dengan bobot berkisar antara 50-55 gram. Umur rata-rata burung ini adalah 5 hingga 10 tahun.[5]
Perilaku dan ekologi
Zamboanga bulbul sering terlihat mengunjungi dan memakan pohon berbuah. Diduga serangga digunakan untuk melengkapi makanannya.[6]
Burung ini menunjukkan berbagai pertunjukan kawin untuk menarik pasangan. Pertunjukan ini dapat berupa nyanyian yang rumit dan bulu-bulu yang mengembang untuk menonjolkan warna-warna cerahnya. Selama musim kawin, yang biasanya terjadi di awal musim hujan, burung-burung ini menjadi sangat vokal. Pasangan yang kawin umumnya monogami, dan ikatan mereka dapat berlangsung selama beberapa musim kawin. Perilaku sosial mereka sering kali mencakup kegiatan kooperatif seperti mencari makan dan mempertahankan wilayah bersama-sama.[5]
Habitat dan status konservasi
Ilustrasi Hypsipetes rufigularis
Burung ini dapat ditemukan di hutan primer dan sekunder dewasa. Burung ini paling umum ditemukan di hutan utuh.[6]
IUCN telah menetapkan status mendekati terancam karena wilayah jelajahnya yang makin sempit. Burung ini masih relatif umum, tetapi hutan di Filipina telah mengalami kerusakan habitat yang cepat.[2]
Zamboanga bulbul juga masih terdapat di kawasan lindung Taman Nasional Pasonanca, tetapi sejumlah areanya masih terus mengalami pembalakan hutan dan pembukaan lahan untuk pertanian.[1]