Asal-usul
Gagasan tentang kereta vakum sebenarnya telah muncul berulang kali dalam sejarah ilmu pengetahuan dan fiksi ilmiah.[2] Konsep transportasi Hyperloop pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan Robert H. Goddard pada tahun 1904.[2][5]
Versi modern dari konsep kereta vakum ini muncul dari sebuah percakapan antara Elon Musk dan investor asal Iran-Amerika di Silicon Valley, Shervin Pishevar, ketika mereka melakukan perjalanan ke Kuba dalam misi kemanusiaan pada Januari 2012. Dalam penerbangan tersebut, Pishevar meminta Musk menjelaskan gagasannya tentang Hyperloop ide yang telah lama ia pikirkan. Pishevar menyarankan agar sistem tersebut juga digunakan untuk pengangkutan kargo, suatu aspek yang belum dipertimbangkan oleh Musk. Meski begitu, Musk mengungkapkan bahwa ia berencana membuka akses publik terhadap konsep Hyperloop (open source) karena kesibukannya mengelola SpaceX dan Tesla. Pishevar kemudian mendorong Musk untuk mempublikasikan gagasan tersebut agar dapat dipelajari lebih lanjut.[6]
Pada 12 Agustus 2013, Musk merilis dokumen white paper berjudul Hyperloop Alpha,[7] yang segera menarik perhatian publik dan memunculkan antusiasme luas di dunia teknologi. Dalam beberapa bulan berikutnya, Pishevar mendirikan perusahaan Hyperloop Technologies, yang kemudian berganti nama menjadi Hyperloop One, serta merekrut dewan direksi pertama yang terdiri atas David O. Sacks, Jim Messina, dan Joe Lonsdale. Ia juga mengajak Brogan Bambrogan, mantan insinyur SpaceX, sebagai salah satu pendiri perusahaan.[6]
Pada November 2014, perusahaan ini memulai operasionalnya dari garasi milik Bambrogan di Los Angeles. Dua bulan kemudian, tepatnya pada Januari 2015, Hyperloop One berhasil mengumpulkan modal ventura sebesar 9 juta dolar AS dari Sherpa Capital milik Pishevar serta sejumlah investor lain seperti Formation 8 dan Zhen Fund. Dana tersebut memungkinkan perusahaan pindah ke kampus barunya di kawasan Los Angeles Arts District.[8]
Majalah Forbes menampilkan Hyperloop One di sampul edisi Februari 2015, yang membuat perusahaan rintisan ini memperoleh banyak karyawan baru serta minat investor tambahan. Pada Juni 2015, Pishevar berhasil merekrut Rob Lloyd, mantan presiden Cisco, sebagai investor dan kemudian menjabat sebagai CEO perusahaan.[8]