Permainan ini menerima ulasan yang beragam dari para kritikus, meskipun nilai main ulang (replayability) dari teka-teki dan animasi komedinya mendapatkan pujian. Permainan ini telah terjual lebih dari 50 juta kopi per Desember 2023, menjadikannya salah satu permainan video terlaris sepanjang masa. Sebuah sekuel, Human: Fall Flat 2, sedang dalam pengembangan.
Gameplay
Human: Fall Flat adalah permainan teka-teki fisika di mana pemain memainkan karakter manusia yang dapat dikustomisasi, yang disebut dalam permainan sebagai Bob.[3] Pemain dapat membuatnya mengambil objek dan memanjat tepian menggunakan kedua lengannya dan mengarahkan pandangan dengan kepalanya.
Bob berinteraksi dengan objek fisika
Meskipun penampilan standar Bob adalah manusia serba putih yang minimalis tanpa wajah dengan topi bisbol, pemain dapat mengustomisasinya sesuai keinginan mereka, mengecat tubuhnya dengan berbagai warna dan memakaikan berbagai kostum.[3]
Permainan ini bersifat terbuka (open-ended). Setiap level memiliki tema yang berbeda, masing-masing berisi banyak solusi untuk teka-teki unik mereka.[3] Berbagai remote yang tersembunyi di level-level awal permainan memunculkan video instruksi, membantu pemain mempelajari cara bermain dan akhirnya memecahkan teka-teki tersebut.[4]
Pengembangan
Human: Fall Flat dikembangkan oleh Tomas Sakalauskas, pendiri studio Lituania, No Brakes Games. Pada tahun 2012, Sakalauskas meninggalkan pekerjaannya di bidang TI untuk mencoba pengembangan permainan video. Awalnya Sakalauskas berkonsentrasi membuat permainan seluler meskipun ia kehabisan uang di tengah jalan; hal ini, ditambah dengan keraguannya terhadap etika model freemium pada sebagian besar permainan seluler, membuatnya beralih mengembangkan permainan PC. Sakalauskas menyatakan bahwa Human: Fall Flat adalah "kesempatan terakhirnya di dunia gaming".[5]
Permainan ini bermula sebagai purwarupa untuk kamera sensor gerak RealSense milik Intel, meskipun Sakalauskas akhirnya menyadari bahwa permainan akan bekerja lebih baik dengan kontrol tradisional dan beralih dari perangkat tersebut.[5] Sakalauskas berniat membuat permainan ini dalam gaya permainan teka-teki yang mirip dengan Limbo atau Portal, namun, saat menguji coba permainan dengan putranya, Sakalauskas mencatat bahwa putranya "melakukan segala hal yang mungkin untuk tidak memecahkan teka-teki", melainkan hanya bersenang-senang dengan mesin fisikanya. Hal ini menyebabkan Sakalauskas mengubah pendekatannya dan membuat teka-teki tersebut "tidak terlalu kaku".[6] Awalnya permainan ini hanya untuk pemain tunggal. Meskipun Sakalauskas menerima beberapa permintaan untuk mode multipemain, ia merasa fisika yang terlibat akan membuat permainan daring menjadi mustahil; namun, ia akhirnya menemukan solusi menggunakan teknologi dari Nvidia, dan pada Oktober 2017, fitur multipemain daring ditambahkan, memungkinkan hingga delapan orang bermain secara daring atau melalui LAN.[7][8]
Permainan ini dirilis sebagai purwarupa di Itch.io yang setelahnya banyak streamer terkemuka mulai mempromosikannya, mendorong Sakalauskas untuk merilis versi Steam sembilan bulan kemudian.[6] Versi PlayStation 4 dan Xbox One menyusul pada Mei 2017 dengan versi Nintendo Switch pada bulan Desember tahun itu.[9] Sebuah port ke platform seluler yang dikembangkan oleh Codeglue dan diterbitkan oleh 505 Games yang mendukung iOS dan Android dirilis pada 26 Juni 2019.[10][11] Port Stadia oleh Lab42[12] dirilis pada 1 Oktober 2020,[13] diikuti oleh versi Xbox Series X/S dan PlayStation 5 pada tahun berikutnya.[14]