Amerika Serikat secara resmi mengakui Makedonia Utara pada tahun 1994, dan kedua negara menjalin hubungan diplomatik penuh pada tahun 1995.[2] Kantor Penghubung Amerika Serikat ditingkatkan menjadi Kedutaan Besar pada bulan Februari 1996, dan Duta Besar Amerika Serikat pertama untuk Skopje tiba pada bulan Juli 1996.[3]
Amerika Serikat, bersama dengan sekutu-sekutunya di Eropa, mengutuk keras para pemrakarsa pemberontakan tahun 2001 di Makedonia Utara dan sangat mendukung upaya pemerintah dan partai-partai besar yang berhasil untuk menempa solusi politik yang damai untuk krisis tersebut melalui Perjanjian Kerangka Kerja Ohrid.[2] Dalam kemitraan dengan Uni Eropa dan organisasi-organisasi internasional lainnya yang aktif di Makedonia Utara, Amerika Serikat memfasilitasi implementasi Pemerintah terhadap Perjanjian Kerangka Kerja dan membina perdamaian dan stabilitas jangka panjang di negara tersebut. Makedonia Utara terus memberikan kontribusi penting bagi stabilitas regional dengan memfasilitasi pasokan logistik pasukan pemelihara perdamaianNATO (termasuk Amerika Serikat) di Kosovo.[3]
Pada bulan April 2025, Presiden Donald Trump menerapkan program tarif terhadap semua negara asing, termasuk tarif sebesar 33% untuk impor dari Makedonia Utara. Pada tanggal 3 Juni 2025, Makedonia Utara mengumumkan rencananya untuk menghapuskan semua pajak impor terhadap Amerika Serikat dengan harapan mencapai kesepakatan tarif 0% timbal balik dengan Pemerintahan Trump.[4]
Opini publik
Menurut Laporan Kepemimpinan Global Amerika Serikat tahun 2012, 44% warga Makedonia menyetujui kepemimpinan Amerika Serikat, sementara 23% tidak setuju dan 33% tidak yakin.[5] Dalam dua survei yang dilakukan pada tahun 2021, untuk pertama kalinya warga Makedonia memandang Amerika Serikat sebagai negara yang lebih berpengaruh dibandingkan Uni Eropa, sebuah sikap yang sudah dianut oleh warga Albania di Makedonia Utara.[6]
Kedutaan Besar Makedonia Utara di Washington, D.C.Kedutaan Besar Amerika Serikat di Skopje