Skema komputasi terdistribusi berbasis proof-of-work, termasuk Bitcoin, biasanya menggunakan hash kriptografi sebagai algoritma proof-of-work. Hashrate merupakan sebuah ukuran total daya komputasi dari semua nodes yang berpartisipasi dalam jaringan, yang dinyatakan dalam satuan perhitungan hash per detik. Satuan hash/detik relatif kecil, sehingga biasanya digunakan kelipatan. Bagi jaringan berskala besar, satuan yang biasa digunakan adalah terahash (1 triliun hash). Contohnya, pada tahun 2023 hashrate Bitcoin mencapai sekitar 300.000.000 terahash per detik.
Dampak pada keamanan jaringan
Hashrate yang lebih tinggi menunjukkan bahwa jaringan blockchain semakin kuat dan aman. Semakin besar daya komputasi yang digunakan untuk aktivitas mining, semakin sulit bagi pihak yang berniat jahat untuk mengganggu atau menyerang jaringan. Besarnya daya komputasi menjadi lapisan pertahanan dari potensi penyerangan, terutama serangan 51%. [1]
Tingkat Kesulitan Mining
Tingkat kesulitan penambangan berkaitan erat dengan hashrate, hal ini menunjukkan seberapa sulit bagi miner untuk menghasilkan nilai hash yang lebih rendah dari target. Tingkat kesulitan akan disesuaikan secara berkala agar waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan blok baru tetap konsisten.
Hashrate dan Partisipasi Miner
Semakin banyak penambang, semakin tinggi pula nilai hashrate. Peningkatan ini umumnya dipicu akibat menariknya potensi keuntungan yang bisa didapat ketika permintaan terhadap aset kripto, seperti Bitcoin atau Ethereum meningkat.[2]