Perlindungan dari diskriminasi berdasarkan orientasi seksual
Hak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Republik Irlandia dianggap sebagai salah satu yang paling progresif di dunia.[1] Dalam dua dasawarsa terakhir, pengakuan hak LGBT mengalami perkembangan yang pesat. Homoseksualitas didekriminalisasi pada tahun 1993, dan diskriminasi berdasarkan orientasi seksual kini dilarang. Irlandia juga melarang hasutan kebencian berdasarkan orientasi seksual. Pada Mei 2015, Irlandia menjadi negara pertama yang melegalisasi pernikahan sesama jenis melalui referendum nasional. Semenjak 2015, transgender di Irlandia boleh memilih gender mereka di paspor, surat izin mengemudi dan akta lahir baru, serta dalam pernikahan.[2]
Pada tahun 2015, survei terhadap 1000 individu di Irlandia menunjukkan bahwa 78% warga mendukung pernikahan sesama jenis dan 71% merasa pasangan sesama jenis sebaiknya diperbolehkan mengadopsi.[3] Survei pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 73% warga Irlandia sepakat "pernikahan sesama jenis sebaiknya diperbolehkan oleh konstitusi".[4][5]
Rangkuman
Aktivitas seks sesama jenis legal
(sejak 1993)
Batas usia yang sama
(sejak 1993)
Hukum anti diskriminasi dalam pekerjaan
(tambahan: termasuk sekolah dan rumah sakit yang dijalankan oleh ordo religius)
(sejak 1998)
(sejak 2015)
Hukum anti diskriminasi dalam penyediaan barang dan jasa
(sejak 2000)
Hukum anti diskriminasi dalam hal lain (seperti diskriminasi tidak langsung, pernyataan kebencian)
(sejak 1989)
Pernikahan sesama jenis
(sejak 2015)
Pengakuan pasangan sesama jenis (seperti pasangan terdaftar)
Norris v. A.G.Diarsipkan 2012-07-30 di Archive.is – [1983] IESC 3; [1984] IR 36 (22 April 1983)– Supreme Court judgement affirming the law criminalising homosexuality
Norris v. IrelandDiarsipkan 2015-10-15 di Wayback Machine. – 10581/83 [1988] ECHR 22 (26 October 1988)– European Court of Human Rights judgement overturning the Supreme Court ruling