Gunung Yake merupakan gunung berapi paling aktif di Pegunungan Hida. Dua puncak utamanya adalah puncak utara dan selatan, tetapi pengunjung hanya dapat mendaki hingga puncak utara, karena puncak selatan saat ini merupakan area terlarang. Sebuah danau kawah vulkanik terletak di antara kedua puncak tersebut.
Lava dengan viskositas tinggi yang mengalir dari atas Gunung Yake telah membentuk kubah lava.
Panas dari gunung berapi menjadi sumber panas bagi sejumlah pemandian air panas di daerah sekitarnya.
Letusan
Pada tahun 1911, tercatat 22 letusan kecil. Pada tahun 1915, di periode Taishō, terjadi letusan besar yang materialnya membendung Sungai Azusa. Peristiwa tersumbatnya aliran sungai tersebut membentuk sebuah danau yang diberi nama Danau Taishō.[5] Sungai Azusa kini kembali mengalir, tetapi danau tersebut masih tetap eksis.
Pada tahun 1962, terjadi letusan yang menewaskan dua orang yang tinggal di sebuah gubuk kecil di dekat mulut gunung berapi.[5]
Pada tahun 1995, sebuah terowongan dibangun di sisi Prefektur Nagano dari gunung tersebut, melalui Gunung Akandana, yang awalnya dianggap sebagai bagian dari Gunung Yake. Pada pukul 14.25 tanggal 11 Februari, para pekerja mendapati keberadaan gas vulkanik, yang dengan cepat diikuti oleh letusan freatik di Gunung Yake, yang menyebabkan kematian empat orang.[2] Eksplorasi selanjutnya menunjukkan bahwa Gunung Akandana adalah gunung berapi yang berdiri sendiri.
Fumarol aktif masih dijumpai di dekat puncak gunung.