Gunung KitangladGunung Kitanglad (kiri) dilihat dari Gunung Dulang-dulang
Gunung Kitanglad adalah gunung berapi tidak aktif[1] yang terletak di Pegunungan Kitanglad di provinsi Bukidnon di pulau Mindanao, Filipina. Gunung ini merupakan gunung tertinggi keempat di Filipina dan memiliki perkiraan ketinggian 2.899 meter (9.511 kaki). Gunung ini terletak di antara Malaybalay dan munisipalitas Lantapan, Impasugong, Sumilao, dan Libona. Gunung ini adalah rumah bagi salah satu dari sedikit hutan hujan yang tersisa di Filipina.[2] Gunung ini merupakan bagian dari wilayah adat leluhur masyarakat Higaonon, Talaandig, dan Bukidnon.[3]
Etimologi dan cerita rakyat
Gunung Kitanglad adalah bagian dari tanah leluhur tiga kelompok suku Lumad: Higaonon, Talaandig, dan Bukidnon. Dalam legenda lisan mereka yang umum diketahui, Olaging, pernah terjadi banjir besar yang menenggelamkan daerah tersebut, hanya menyisakan puncak-puncak gunung saja yang terlihat (sebuah cerita yang juga dimiliki oleh penduduk Gunung Kalatungan di sebelahnya). Selama banjir, bagian Gunung Kitanglad yang terlihat menyerupai sejumput serai (tanglad), sebuah tanaman obat yang penting. Oleh karena itu, gunung tersebut dinamai "Kitanglad" (juga dieja Katanglad) oleh seorang datu legendaris, Agbibilin.[3]
Konservasi
Gunung Kitanglad diproklamasikan sebagai kawasan lindung di bawah kategori taman alam melalui Proklamasi Presiden No. 896 tertanggal 24 Oktober 1996.[4] Pada 9 November 2000, Gunung Kitanglad akhirnya menjadi kawasan lindung penuh ketika Kongres menyetujui Undang-Undang Republik (R.A.) 8978, yang juga dikenal sebagai "Undang-Undang Kawasan Lindung Pegunungan Kitanglad tahun 2000."[5]
↑"Proclamation No. 896, s. 1996". Official Gazette of the Republic of the Philippines. Diarsipkan dari asli tanggal March 8, 2019. Diakses tanggal March 8, 2019.