Grontol (Hanacaraka: ꦒꦿꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦭ꧀), disebut pula sebagai gorondol, blendhung, bledhus, atau blendhuk, adalah makanan tradisional yang berasal dari jagung yang telah direndam dalam air kapur sirih (bahasa Jawa: enjet).[1] Jagung-jagung itu kemudian ditiriskan dan direbus mengunakan dandang subluk lalu dihidangkan dengan diberi taburan parutan kelapa.[1]
Di daerah pedesaan Jawa, grontol sendiri sering dijadikan sarapan untuk orang-orang yang bekerja di sawah atau ladang dengan dibungkus atau dipincuk menggunakan daun kelapa atau daun jati. Bahkan, sebagian besar wilayah Jawa tengah yang mengenal makanan tradisional yang unik ini pernah menjadikannya pengganti makanan pokok nasi.
Nilai Gizi Grontol
Sebagai kudapan tradisional dari Jawa Tengah, grontol jagung menawarkan lebih dari sekadar rasa lezat; ia juga mengandung nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan kalorinya cukup memadai, yakni 275 kkal per mangkuk atau 137 kkal untuk satu porsi. Selain itu, grontol jagung berkhasiat sebagai solusi alami untuk sembelit, mendukung kesehatan kardiovaskular, dan berperan dalam menurunkan potensi risiko diabetes.[2]