Gereja Santo Agustinus pada awalnya merupakan bagian dari Gereja Santo Antonius Padua, Bidaracina. Pembangunan gereja ini merupakan wujud perhatian dari pimpinan TNI AU terhadap pembinaan mental dan rohani personel beragama Katolik. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI AU tertanggal 4 November 1991, ditetapkan bahwa rumah ibadah harus didirikan untuk memenuhi kebutuhan spiritual anggota TNI AU. Tanah untuk pembangunan gereja kemudian ditunjuk dan dibebaskan sesuai dengan keputusan tersebut.[1]
Meski aturan telah ditetapkan, proses pembangunan gereja tidaklah mudah. Banyak kendala dan tantangan yang harus dihadapi. Namun, melalui komunikasi intensif yang dilakukan secara terus-menerus, pendirian gereja ini akhirnya terwujud. Pada tanggal 30 Juni 1994, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Rilo Pambudi, bersama dengan Mgr. Valentinus Kartosiswoyo, meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Santo Agustinus. Setahun kemudian pada 29 Juli 1995, Marsekal TNI Rilo Pambudi meresmikan gereja ini bersama dengan Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, S.J. yang memberkati bangunan gereja ini.[1]
Keberadaan stasi ini diresmikan oleh Uskup Agung Jakarta pada tanggal 1 November 2013. Pada 13 September 2020, Uskup Agung Jakarta yang juga Ordinaris Militer Indonesia, Ignatius Kardinal Suharyo menetapkan Gereja Santo Agustinus sebagai paroki ke-68 di wilayah Keuskupan Agung Jakarta.[2][3]
Adapun para pastor kepala Paroki Halim Perdanakusuma, antara lain:
R.D. Kolonel Yoseph Maria Marcelinus Bintoro (sejak 2020)
Para imam yang pernah bertugas sebagai Pastor Rekan di Gereja Santo Agustinus, antara lain:
R.D. Robertus Guntur Dewantoro (2020–2023)
R.D. Albertus Monang Rianto Sidabutar (sejak 2023)
R.D. Letnan Dua Infanteri Marianus Damian Kopong Miten, S.Fil. (sejak 28 Juni 2025)
Peribadatan
Misa harian diselenggarakan pada pagi hari. Misa mingguan dilaksanakan pada Sabtu sore dan pada hari Minggu pagi. Liturgi diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia.
Gereja Santo Agustinus memiliki sebuah Gua Maria, yakni Gua Maria Mater et Magistra (Ibu dan Guru). Gua Maria ini diberkati oleh R.P. Aloysius Suyoto, S.C.J. pada tanggal 30 April 2005. Di dalam gereja terdapat Patung Bunda Maria dan juga patung Pieta.
Gua Maria Mater et Magistra
Patung Bunda Maria
Pieta
Jendela kaca patri di atas pintu utama
Umat
Dari segi karakteristik, mayoritas umat yang melakukan peribadatan di Gereja Santo Agustinus adalah anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Hal ini juga memiliki efek dalam kepengurusan yang dipengaruhi oleh tradisi hierarki kepangkatan dan juga tradisi lain yang berhubungan dengan kemiliteran.[1]
Galeri
Eksterior
Tampak depan, Januari 2025
Tampak depan, Januari 2025
Tampak depan, April 2025
Tampak depan, April 2025
Tampak depan pada malam hari, Juni 2025
Tampak samping, Juni 2025
Tampak belakang, Juni 2025
Tampak dari pintu utama, Juni 2025
Plang nama gereja dengan bangunan gereja di belakang
Interior
Panti umat pada malam hari
Panti imam pada malam hari
Kaca patri di pintu utama
Bejana baptis
Lainnya
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025