Gerakan 50501 adalah sebuah gerakan protes nasional di Amerika Serikat yang mengoordinasikan aksi demonstrasi serentak di berbagai negara bagian. Istilah 50501 mencerminkan gagasan persatuan nasional melalui "50 aksi protes, 50 negara bagian, 1 gerakan". Gerakan ini juga merupakan respons terhadap agenda awal PresidenDonald Trump dan Proyek 2025, yang oleh para penggagasnya dianggap mengancam kebebasan pribadi serta hak asasi manusia, terutama dalam konteks imigrasi dan keberagaman.[1][2]
Latar belakang
Gagasan untuk menyelenggarakan aksi protes serentak di seluruh negara bagian pertama kali dicetuskan di platform Reddit pada akhir Januari 2025 oleh seorang pengguna bernama Evolved_Fungi. Menurut para penggerak, gagasan tersebut dengan cepat menyebar dan memperoleh dukungan luas melalui berbagai platform media sosial. Aksi protes nasional pertama yang digagas oleh Gerakan 50501 dilaksanakan pada 5 Februari 2025. Pihak penyelenggara memperkirakan hampir 80 aksi protes berlangsung di sekitar 88 kota di seluruh Amerika Serikat. Dalam rangkaian demonstrasi tersebut, para peserta menyuarakan tuntutan pemakzulan dan pemberhentian Presiden Donald Trump dari jabatannya, mendesak dilakukannya penyelidikan terhadap Elon Musk selaku pemimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan(Department of Government Efficiency/DOGE), serta menyerukan pemulihan kebijakan Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi(Diversity, Equity, and Inclusion/DEI) yang telah dicabut melalui perintah eksekutif.[3]
Aktivisme
Gerakan 50501 19 April 2025
Pada 5 Februari 2025, Para pengunjuk rasa juga menyoroti kebijakan imigrasi pemerintahan Trump dengan membawa poster bertuliskan "No human is illegal", di tengah kebijakan deportasi massal terhadap imigran tidak berdokumen. Selain itu, aksi-aksi tersebut menentang kebijakan yang dinilai merugikan komunitas LGBTQ+ serta menyerukan perlindungan terhadap Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat(United States Agency for International Development/USAID), lembaga yang mengelola bantuan luar negeri, penanganan bencana, dan program pembangunan internasional. Dalam konteks tersebut, Elon Musk menyatakan tengah mengupayakan penutupan USAID dengan dukungan Presiden Trump sebagai bagian dari langkah pengurangan ukuran pemerintah federal dan penghapusan pemborosan anggaran. Pernyataan tersebut memicu kritik dari para demonstran, yang menilai peran Musk sebagai bentuk campur tangan berlebihan dalam lembaga pemerintahan dan akses terhadap data negara. Poster bertuliskan "No one voted for Elon Musk" terlihat di sejumlah lokasi aksi. Menjelang pelaksanaan aksi, sebuah akun Instagram yang mengklaim sebagai akun resmi Gerakan 50501 membagikan selebaran digital dengan slogan-slogan seperti "Reject fascism" dan "We the people reject Project 2025". Akun tersebut juga mengunggah dokumen berjudul "Declaration of Equal Liberty" yang menyatakan bahwa retorika Proyek 2025 dinilai berpotensi memecah belah masyarakat serta melemahkan kebebasan fundamental dengan menyerang institusi-institusi negara.[4] Hingga April 2025, Political Revolution mencantumkan puluhan acara yang direncanakan hanya pada pertengahan April dan tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat. Kegiatan-kegiatan tersebut terutama ditujukan untuk memprotes apa yang mereka anggap sebagai pelampauan kewenangan eksekutif oleh Presiden Donald Trump, termasuk sejumlah pawai bertajuk "No Kings", aksi protes "No Monarchy in America!", demonstrasi "Fight for Democracy", serta rapat umum "Calling All Patriots".[5]
Majalah Newsweek menilai bahwa aksi-aksi awal yang diselenggarakan oleh Gerakan 50501 pada umumnya berlangsung secara damai, meskipun juga mencatat sejumlah insiden yang digambarkan sebagai kekacauan. Insiden tersebut mencakup upaya beberapa pengunjuk rasa untuk memasuki gedung parlemen negara bagian Arizona tanpa izin, dugaan tindakan seorang demonstran yang menyemprotkan cat ke arah pendukung Presiden Donald Trump, serta satu kasus penangkapan demonstran di Washington, D.C. Di sisi lain, komentatorkonservatifBenny Johnson menyatakan bahwa salah satu aksi protes menampilkan sebuah boneka yang menyerupai Presiden Trump, digambarkan mengenakan pakaian tahanan dengan tali gantungan di lehernya.[6] Pada Juni 2025, Gerakan 50501 terlibat dalam pengorganisasian atau pendukungan serangkaian aksi protes yang menggunakan label "#NoKings". Aksi-aksi tersebut dipromosikan sebagai hari demonstrasi nasional yang bertujuan membela norma-norma demokrasi dalam konteks kritik terhadap Donald Trump. Berdasarkan daftar acara yang tersedia untuk publik di Mobilize.us, sebuah platform pengorganisasian yang berafiliasi dengan Partai Demokrat, rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari mobilisasi yang lebih luas dan melibatkan lebih dari 70 afiliasi Partai Demokrat serta organisasi mitra di sedikitnya 19 negara bagian Amerika Serikat dan sejumlah lokasi internasional.[5]