Geger! Demo Gedung OT di Jakarta Barat Pecah Akibat Polemik Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Geger! Demo Gedung OT di Jakarta Barat Pecah Akibat Polemik Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Sekolapedia – 15 Agustus 2026 | Gelombang protes besar melanda kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, setelah aksi demo gedung ot digelar oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) pada Jumat siang (14/8/2026). Massa yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk Front Persaudaraan Islam (FPI), Forum Betawi Rempug (FBR), dan Bang Japar, memadati area di sekitar Jalan Ring Road untuk menyuarakan kecaman keras terkait dugaan penistaan agama.

Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh video viral yang memperlihatkan sebuah tantangan atau challenge hafalan ayat suci Al-Qur’an di sebuah booth produk minuman beralkohol merek “Newport” milik Orang Tua (OT) Group. Kejadian tersebut berlangsung dalam festival musik “The Sounds Project” yang digelar di kawasan Ancol pada awal Agustus lalu. Kontroversi ini memicu kemarahan publik di media sosial hingga muncul seruan boikot terhadap produk-produk di bawah naungan OT Group.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa demo gedung ot mulai memadati ruas jalan sejak pukul 14.04 WIB. Massa yang didominasi oleh pria mengenakan pakaian koko dan peci putih berkumpul mengelilingi satu unit mobil komando berwarna putih. Dari atas mobil tersebut, para orator secara bergantian meneriakkan seruan untuk menjaga kesucian kitab suci Islam.

“Jangan biarkan Al-Qur’an dinilai atau diperlakukan secara tidak semestinya. Kita harus bela kitab suci kita,” ujar salah satu orator di tengah riuhnya massa aksi.

Dampak dari aksi demo gedung ot ini sangat terasa pada kondisi lalu lintas di sekitar lokasi. Kemacetan parah dilaporkan mengular hingga sepanjang satu kilometer, mulai dari arah bawah kolong Flyover Rawa Buaya menuju kawasan Cengkareng. Kendaraan roda empat, truk, hingga sepeda motor tampak merayap sangat lambat akibat banyaknya massa yang memenuhi ruas jalan di depan gerbang utama gedung.

Baca juga:
Misteri Balas Dendam 4 Pria dalam Siren’s Kiss: Intrik di Sekitar Han Seol Ah dan Kim Yun Ji

Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan dan menjaga keamanan objek vital, pihak kepolisian telah menerjunkan kekuatan penuh. Berikut adalah rincian pengamanan di lokasi:

  • Jumlah personel gabungan: Kurang lebih 400 petugas.
  • Instansi terlibat: Kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP.
  • Titik penjagaan: Gerbang utama Gedung OT dan titik-titik strategis untuk penguraian kemacetan.

Ketua Korwil Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Barat, Mudjamil Saleh, menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban serta meminta klarifikasi langsung dari pihak manajemen perusahaan. Ia menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi tindakan apa pun yang dianggap melecehkan firman Allah SWT.

Setelah melakukan dialog dan diskusi dengan pihak manajemen OT Group, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Meskipun aksi demo gedung ot telah berakhir, isu mengenai dugaan penistaan agama melalui promosi produk ini masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, yang berpotensi memberikan tekanan reputasi jangka panjang bagi perusahaan tersebut.

Secara keseluruhan, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi perusahaan besar dalam menjalankan strategi pemasaran agar tetap sensitif terhadap nilai-nilai agama dan budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia guna menghindari polemik serupa di masa mendatang.

Post Comment