Peristiwa geobiologi utama yang telah ditemukan adalah terjadinya pengenalan oksigen ke atmosfer akibat bakteriFotosintesis. Oksigenasi atmosfer primoidial bumi ini (disebut juga katastropisme oksigen) menghasilkan presipitasi formasi batuan besi-berpita.
Sebuah perubahan besar berikutnya adalah pembentukan kehidupan tumbuhan terestrial, yang memengaruhi erosi benua dan mengubah tipe-tipe sungai, menyebabkan terbentuknya channel-channel sungai di sungai-sunga yang sebelumnya berbentuk braided.
Peristiwa geobiologi yang lebih kecil termasuk peran rayap di dalam menjungkirbalikkan sedimen, peran terumbu karang dalam pengendapan kalsium karbonat dan memecah gelombang, peran spons dalam menyerap silika laut terlarut, peran dinosaurus dalam memecah tanggul sungai dan menyebabkan terjadinya banjir, dan peran kotoran mamalia besar dalam mendistribusikan nutrisi[2].[3]
Subdisiplin
Astrobiologi
Disiplin ilmu lain yang berkaitan dengan geobiologi adalah Astrobiologi, sebuah bidang ilmu multidisiplin yang menggunakan kombinasi data geobiologi dan Ilmu keplanetan untuk melakukan pencarian kehidupan di planet lain.
Geomikrobiologi
Salah satu subdisiplin geobiologi yang utama adalah geomikrobiologi, disiplin ilmu yang fokus dalam investigasi interaksi antara mikrob dan mineral.
Bioremediasi
Salah satu contoh riset geobiologi dalam konteks modern adalah studi mengenai bakteri yang 'dihidupi' oleh logam seperti mangan dan uranium. Organisme-organisme ini menggunakan logan sebagai akseptor elektron sama halnya dengan hewan yang menggunakan oksigen. Proses-proses ini menjanjikan untuk digunakan sebagai alat dalam bioremediasi lingkungan.
↑Butterfield, N. J. (2011). "Animals and the invention of the Phanerozoic Earth system". Trends in Ecology & Evolution. 26 (2): 81–87. doi:10.1016/j.tree.2010.11.012.
↑Doughty, C. E.; Wolf, A.; Malhi, Y. (2013). "The legacy of the Pleistocene megafauna extinctions on nutrient availability in Amazonia". Nature Geoscience. 6 (9): 761. doi:10.1038/ngeo1895.