Gambar yang menunjukkan orang-orang Armenia terbunuh selama Genosida Armenia yang dianggap sebagai bagian dari peristiwa yang lebih luas yang dikenal sebagai genosida Utsmaniyah Akhir.
Genosida Utsmaniyah Akhir adalah teori historiografi yang menelaah genosida Armenia, Yunani, dan Asyur[1] yang terjadi selama tahun 1910-an–1920-an secara bersamaan, sebagai bagian dari satu peristiwa tunggal, alih-alih menganggapnya sebagai peristiwa terpisah yang didalangi oleh gerakan Turki Muda.[2] Meskipun beberapa sumber, termasuk The Thirty-Year Genocide yang ditulis sejarawan Benny Morris dan Dror Ze'evi, mencirikan peristiwa ini sebagai genosida orang Kristen,[1][3][4] pendapat lain, seperti yang diungkapkan oleh sejarawan Dominik J. Schaller dan Jürgen Zimmerer berpendapat bahwa pendekatan semacam itu "mengabaikan kekerasan besar-besaran Turki Muda terhadap non-Kristen", khususnya terhadap Muslim Kurdi.[5][6][7]
↑Shirinian, George N. (2017). Genocide in the Ottoman Empire: Armenians, Assyrians, and Greeks, 1913–1923 (dalam bahasa Inggris). Berghahn Books. ISBN 978-1-78533-433-7.
↑Schaller, Dominik J.; Zimmerer, Jürgen (2008). "Late Ottoman genocides: the dissolution of the Ottoman Empire and Young Turkish population and extermination policies—introduction". Journal of Genocide Research. 10 (1): 7–14. doi:10.1080/14623520801950820. S2CID 71515470.
↑Schaller, Dominik J.; Zimmerer, Jürgen, ed. (2013). Late Ottoman Genocides: The dissolution of the Ottoman Empire and Young Turkish population and extermination policies (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-317-99045-1.
↑Akçam, Taner (2011). The Young Turks' Crime Against Humanity. Princeton University Press.
Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.