Eksekusi massal di beberapa daerah
Pembantaian dilakukan di beberapa daerah secara tersebar. Eksekusi dilakukan di beberapa wilayah seperti Sungai Jadar, Lembah Cerska, Kravica, Grbavci dan Orahovac, dan Petkovići.
Eksekusi skala kecil dilakukan di dekat sungai. Sebanyak 17 pria dijejerkan di samping sungai dan ditembak. Namun, terdapat satu orang yang hanya tertembak di pinggang dan berhasil meloloskan diri.[31]
Eksekusi skala besar terjadi di dekat jalanan dan seorang saksi mata menyaksikan peristiwa tersebut. Di antara pohon-pohon, ia mengintip dan melihat beberapa kendaraan lapis baja yang berjejer. Ia mendengar tembakan selama setengah jam. Adapula saksi mata lain yang melihat genangan darah. Saksi mata berikutnya, Muhamed Duraković yang merupakan penerjemah dari PBB melihat tubuh-tubuh manusia di buang ke jurang dan beberapa orang masih hidup.[31] Penggalian pada masa selanjutnya mengonfirmasi bahwa daerah ini pernah menjadi tempat eksekusi dan kuburan massal. Ditemukan katrid amunisi pada satu sisi jalanan yang merupakan daerah pengeksekusi berada. Tubuh yang ditemukan berjumlah sebanyak 150 buah, banyak dari mereka yang menggunakan pakaian warga sipil dan tangan mereka terikat di belakang.
Pembantaian massal selanjutnya dilakukan di salah satu gudang pertanian di Kravica. Seorang saksi mata mengatakan bahwa ia melihat sebanyak 200 orang bertelanjang dada dan disuruh lari ke arah Kravica. Selanjutnya ketika mereka berada di dalam gudang, pasukan Republik Srpska melemparkan granat tangan dan menembakan berbagai macam senjata. Agar dapat terjadi pembunuhan massal yang terorganisir, diyakini Korps Komando Drina ikut berpartisipasi.[31]
Seorang penyintas yang berhasil kabur dari gudang tersebut mengatakan bahwa ia merasakan kehangatan yang aneh yang berasal dari darah korban yang mengalir di lantai beton di gudang. Kemudian ketika ia mencoba kabur dengan cepat selagi menginjak tubuh-tubuh yang berserakan, ia mendengar ada orang yang menangis. Ia menyaksikan banyak tubuh yang terburai karena tembakan peluru dan merasakan tulang-tulang mereka.[31] Saksi mata yang lain melihat orang-orang yang selamat dari tembakan pada akhirnya diperintahkan untuk menyanyikan lagu Serbia dan akhirnya ditembak mati. Ketika korban terakhir berhasil dibunuh, sebuah ekskavator digunakan untuk mendorong mayat-mayat tersebut. Analisis rambut, darah, dan residu bahan peledak yang ditemukan di Kravica menjadi bukti kuat terjadinya pembunuhan massal.
Gerombongan tahanan dibawa ke sekolah Grbavci di Orahovac dengan bus. Setelah sampai mereka dikumpulkan di ruang gym di sekolah. Seorang saksi mata yang selamat mengatakan bahwa bangunan sekolah tersebut dipenuhi oleh 2.000-2.500 orang. Beberapa dari mereka masih sangat muda, sementara beberapa yang lainnya adalah orang tua. Walaupun demikian, Kejaksaan dari Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu mengatakan angka ini berlebihan dan angka yang lebih realistis adalah mendekati 1.000 orang. Saksi mata juga menyebutkan bahwa Jenderal Mladić berkata bahwa pemerintah Bosnia tidak menginginkan mereka dan ialah yang harus mengurus mereka.[31]
Eksekusi dilakukan di lapangan dan diketahui terdapat dua tempat eksekusi yang digunakan. Ketika tempat yang satu telah penuh oleh tubuh manusia, eksekusi dipindahkan ke tempat selanjutnya. Bukti forensik menunjukkan bahwa terjadi perubahan tanah sesuai dengan pernyataan saksi mata yang mengatakan terdapat dua tempat pembunuhan dan penguburan massal. Kedua tempat tersebut dinamakan Lazete 1 dan Lazete 2 oleh para investigator. Ketika dilakukan penggalian terhadap lahan makam Lazete 1 ditemukan 130 tubuh pria dan 138 penutup mata. Lalu di Lazete 2 ditemukan 243 tubuh manusia dan 147 penutup mata.[31]
Sekelompok besar tahanan yang berjumlah 1.500-2.000 orang dipindahkan dari Bratunac menuju sekolah di Petkovići. Kondisi orang-orang yang ditahan di Petkovići lebih mengenaskan daripada yang ditahan di Grbavci. Di sana tidak terdapat makanan, air, dan panas, sehingga beberapa tahanan memilih untuk minum urin mereka sendiri. Penjaga penjara diketahui sering menyiksa mereka. Beberapa dari mereka berpikir untuk melarikan diri. Dua saksi mata yang selamat mencoba melarikan diri dan melepaskan ikatan di tangan mereka. Salah satu dari saksi mata melihat Mladić sedang mengunjungi tempat eksekusi.[31]