Bupati
Gebi pertama kali terpilih sebagai Bupati Tambrauw dalam Pilkada Tambrauw 2011. Dalam pilkada perdana di Kabupaten Tambrauw tersebut, Gebi berhasil mencatat sejarah sebagai Bupati Tambrauw definitif pertama. Ia terpilih bersama Yohanes Yembra berhasil mengalahkan 3 pasangan calon lainnya, termasuk petahana Penjabat Bupati Manase Paa. Pasangan Gebi-Yembra berhasil meraih 6.153 suara sah (45,93%).[3] Gebi dan Yembra kemudian dilantik pada 29 Oktober 2011 oleh Gubernur Papua Barat, Abraham Atururi.
Gebi berhasil menyelesaikan periode pertamanya dengan mulus. Gebi dipandang sebagai salah satu bupati yang sukses di Papua Barat. Di antara pencapaiannya adalah menjamin ketersediaan air bersih di 29 distrik dan 216 kampung, membuka akses jalan ke semua distrik, dan membangun PLTMH Warabiyai. Pembangunan PLTMH pada 2015 memanfaatkan debit air Sungai Warabiyai di Distrik Sausapor dengan daya 1.600 MWh. Selain itu, Gabriel juga berhasil membangun delapan tower telekomunikasi, walaupun masih pada jaringan 2G. Pencapaian lainnya adalah pembangunan Bandara Werur di Distrik Bikar, tiga penginapan milik pemerintah daerah di Distrik Sausapor, Distrik Fef, dan Distrik Kebar, serta pembangunan Kantor Bupati Tambrauw. Atas berbagai pencapaiannya tersebut, Gebi kemudian dianugerahi Satya Lencana Pembangunan oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada tahun 2017.[4]
Keberhasilan Gebi pada periode pertamanya membuat 8 dari 9 partai politik di DPRD Kabupaten Tambrauw mengusungnya untuk kembali menjadi Bupati Tambrauw dalam Pilkada Tambrauw 2017. Hanya PAN dengan kekuatan 1 kursi yang tidak mengusungnya. Hal tersebut kemudian menyebabkan ia menjadi calon bupati tunggal yang menggandeng Kepala Distrik Kwoor, Mesak Metusala Yekwam, sebagai calon wakil bupatinya. Pasangan Gebi-Yekwam kemudian berhasil meraih 4.814 suara sah (87,07%). Gebi dan Yekwam kemudian dilantik oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, pada 22 Mei 2017.[5]