Pada tanggal 28 Desember 2014, Four Seasons Hotel Jakarta, properti milik Rajawali Corpora di Jalan HR. Rasuna Said, ditutup untuk kepentingan renovasi.[7] Setahun kemudian, mereka memutuskan untuk menukar kontrak Four Seasons dengan Starwood.[8] Pada akhirnya, Four Seasons Hotel Jakarta dibuka "kembali" di Jalan Jenderal Gatot Subroto pada tanggal 20 Juni 2016, sebelum diresmikan seminggu kemudian.[9] Bekas hotel Four Seasons di Jalan HR. Rasuna Said perlu menunggu 6 tahun lagi sebelum akhirnya dibuka sebagai The St. Regis Jakarta.[10]
Arsitektur
Four Seasons Hotel Jakarta dirancang oleh Pelli Clarke & Partners. Penampilan luar hotel bisa dibilang konvensional dan sarat kaca transparan dan tabir surya, suatu desain yang disebutkan oleh majalah Tatler Asia sebagai bentuk keterbukaan. Tidak seperti Capital Place Jakarta yang berada tepat di tepi jalan, gedung hotel dimundurkan jauh dari jalan untuk memaksimalkan pemandangan asri dan menciptakan kedamaian dari kebisingan kota. Sementara itu, interior hotel yang digarap oleh Alexandra Champalimaud bernuansa Eropa, suatu singgungan atas sejarah Jakarta saat namanya masih Batavia. Lampu gantung art deco menghiasi pintu masuk, sementara tepas sarat akan warna emas, sehingga membersitkan kemewahan dari langkah pertama. Perpustakaan dan toko roti hotel, La Patisserie, bergaya Prancis abad ke-19, sementara Nautilus Bar dihiasi oleh lukisan dinding yang menggambarkan Pelabuhan Sunda Kelapa. Kedai kopi Palm Court dihiasi oleh sebuah lampu raksasa yang dibuat oleh Lasvit dan terinspirasi oleh pohon palem Bismarck, digantung dari langit-langit rotunda setinggi 13 meter. Taman luar kedai ini dapat langsung dikenali sebagai karya Bill Bensley, arsitek Amerika Serikat yang berbasis di Bangkok dan Denpasar, terutama dari penggunaan elemen air dan teras layaknya Bali.[11]
Sementara itu, kamar-kamar hotel, yang keseluruhannya adalah Suite, disebutkan oleh Indonesia Design lebih mirip seperti apartemen daripada hotel. Rasa "kemewahan modern" dapat dilihat dari penggunaan dinding bergaya Chinoiserie, hiasan berupa lukisan karya anak bangsa Indonesia, dan marmer Italia untuk bak mandi. Jendela-jendela membentang dari lantai ke langit-langit, sehingga setiap kamar terkesan terang dan lapang.[11]
Fasilitas
Four Seasons Hotel Jakarta memiliki kapasitas kamar sejumlah 125, keseluruhannya Suite dengan 5 kategori: Executive Suite, Deluxe Suite, Premier Suite, Ambassador Suite, dan Presidential Suite. Hotel juga menyediakan fasilitas berupa 6 rumah makan dan bar (Alto Restaurant & Bar, Dolcetto, La Patisserie, Nautilus Bar, Palm Court, Pool Bar), kolam renang, spa, salon kecantikan, pusat kebugaran, dan sejumlah ruang pertemuan, termasuk sebuah balai riung dengan kapasitas 600 orang.