FotangFotang Naga-Phoenix (龍鳳佛堂) di Gunung Liyu, Taitung, Taiwan
Fotang (Hanzi:佛堂; Pinyin:Fó táng; harfiah: 'Bangunan Buddha') adalah bangunan atau ruangan khusus yang digunakan untuk menempatkan, memuja, dan menghormati rupang Buddha. Istilah ini mencakup aula utama di dalam kuil Buddha (Hanzi:佛殿; Pinyin:fó diàn) maupun bangunan atau ruangan lain—termasuk di rumah pribadi—yang digunakan untuk memuja Buddha, bersembahyang, memohon berkah, atau melakukan latihan spiritual dan kebaktian.
Asal mula fotang dapat ditelusuri dari ruang caitya (支提堂) dalam gua-gua batu peninggalan Buddhisme India kuno — dalam bahasa Pali disebut cetiya, dan dalam bahasa Sanskerta disebut caitya.
Di dalam kuil Buddha, fotang biasanya dinamai sesuai dengan Buddha yang dipuja. Misalnya, fotang yang memuja Buddha Śākyamuni disebut Shijia Tang (釋迦堂), sedangkan yang memuja Buddha Bhaisajyaguru disebut Yaoshi Tang (藥師堂), dan seterusnya.
I Kuan Tao
Di Indonesia, istilah fotang digunakan oleh I Kuan Tao sebagai sebutan untuk tempat ibadah mereka yang diterjemahkan sebagai vihara oleh para pengikutnya. Namun yang dipuja di sana umumnya adalah Mingming Shangdi dan Maitreya.[1] Ciri khas dari fotang Yiguandao adalah adanya tiga lentera Buddha (三盞佛燈) di altarnya. Fotang dalam Yiguandao dibedakan menjadi dua jenis utama: fotang umum (公共佛堂) dan fodang keluarga (家庭佛堂).[1]
Dalam I Kuan Tao, ada istilah lain untuk menyebut tempat ibadah yang lebih besar, yaitu foyuan (Hanzi:佛院; Pinyin:Fó yuàn) yang biasanya diterjemahkan menjadi Maha Vihara.
Fotang Changde atau Vihara Changde (長德佛堂) dari grup Fayi, I Kuan Tao