Formasi Nemegt (atau Nemegtskaya Svita) adalah sebuah formasi geologi penting di Gurun Gobi, wilayah selatan Mongolia. Formasi ini berasal dari periode Kapur Akhir (sekitar sub-kala Maastrichtian) dan terkenal di seluruh dunia karena menyimpan salah satu rekam jejak fosil dinosaurus paling beragam dan terlestarikan dengan sangat baik.
Secara geografis, formasi ini terletak di Cekungan Nemegt (populer dijuluki sebagai "Lembah Naga-Naga"). Wilayah ini berbatasan dan tumpang tindih secara stratigrafi dengan Formasi Baruungoyot yang berusia sedikit lebih tua.
Geologi dan Penomoran Usia
Formasi Nemegt tersusun atas batuan sedimen berupa batu lumpur (mudstone) dan batu pasir (sandstone) yang tebalnya mencapai lebih dari 235 meter. Sedimen ini terbentuk melalui proses pengendapan sungai purba (fluvial), dataran banjir, serta danau-danau pedalaman yang dangkal.
Penanggalan Kronologis
Hingga saat ini, penanggalan absolut untuk Formasi Nemegt masih terus diteliti karena absennya lapisan abu vulkanik murni (yang biasanya digunakan untuk penanggalan radiometrik).
Penelitian Terbaru: Analisis penanggalan Uranium-Timbal ($U-Pb$) pada sampel gigi Tarbosaurus (diterbitkan sekitar tahun 2023) menunjukkan angka penanggalan sekitar $66.7 \pm 2.5$ juta tahun lalu, memperkuat indikasi bahwa formasi ini aktif mengendap hingga mendekati peristiwa kepunahan massal K-Pg.
Pembagian Lapisan
Secara informal, Formasi Nemegt dibagi menjadi tiga unit utama:
Unit Bawah: Didominasi oleh endapan saluran sungai berarus kuat (pasir kasar dan kerikil).
Unit Tengah: Kombinasi dataran banjir alluvial dan rawa-rawa pedalaman.
Unit Atas: Didominasi oleh lingkungan lakustrin (danau dangkal) dan endapan limpasan banjir (sheetflood) yang menandakan transisi iklim yang mulai mengering secara perlahan.
Paleoekologi dan Iklim Purba
Berbeda total dengan iklim Gurun Gobi modern yang gersang dan dingin, lingkungan Formasi Nemegt pada akhir masa Mesozoikum adalah ekosistem lahan basah yang subur.
Sistem Perairan: Dataran ini dialiri oleh sungai-sungai besar berliku (meandering rivers) yang membawa suplai air konstan dari pegunungan di sekitarnya.
Flora (Tumbuhan): Hutan purba di wilayah ini didominasi oleh konifer purba dari keluarga Araucariaceae (seperti pohon pinus Norfolk modern), pohon ginkgo, serta tumbuhan berbunga (angiospermae) awal yang bervariasi mulai dari kerabat pohon sycamore hingga tanaman air sejenis eceng gondok purba (duckweeds).
Ketersediaan air dan biomassa tumbuhan yang melimpah inilah yang mampu menopang kehidupan populasi dinosaurus raksasa dengan rantai makanan yang sangat kompleks.
Paleofauna (Kehidupan Purba)
Keanekaragaman fauna di Formasi Nemegt menjadikannya salah satu situs paleontologi paling produktif di Asia. Fosil yang ditemukan mencakup ikan, penyu, buaya purba, mamalia kecil, burung, serta puluhan genus dinosaurus.
Berikut adalah klasifikasi dinosaurus utama yang ditemukan di Formasi Nemegt:
1. Theropoda (Dinosaurus Predator dan Burung)
Formasi ini dihuni oleh pemangsa puncak (apex predator) berukuran raksasa hingga dinosaurus berbulu yang adaptif.
Tyrannosauridae:Tarbosaurus bataar merupakan predator darat terbesar di ekosistem ini, berperan sebagai versi Asia dari Tyrannosaurus rex. Selain itu, terdapat Alioramus (baik spesies A. remotus maupun A. altai) yang memiliki moncong lebih panjang dan tubuh lebih ramping, spesialis berburu mangsa kecil hingga medium.
Deinocheiridae: Salah satu penemuan paling aneh dari formasi ini adalah Deinocheirus mirificus, ornithomimosauria raksasa setinggi gajah dengan lengan sepanjang 2,4 meter yang memiliki layar di punggungnya serta paruh lebar pemakan segala (omnivora).
Opisthocoelicaudia: Diketahui dari kerangka tubuh tanpa tengkorak. Banyak ahli paleontologi menduga kuat bahwa Nemegtosaurus dan Opisthocoelicaudia sebenarnya adalah satu hewan yang sama (karena bagian fosil yang ditemukan saling melengkapi).
3. Ornithischia (Dinosaurus Berpinggul Burung)
Kelompok pemakan tumbuhan berparuh ini menjadi mangsa utama bagi para Tyrannosauridae.
Pachycephalosauridae (Dinosaurus Kepala Kubah): Diwakili oleh Prenocephale prenes, dinosaurus bipedal kecil dengan tengkorak kepala tebal yang diduga digunakan untuk ritual saling hantam sesama pejantan.
Sejarah Eksplorasi
Penelitian di Cekungan Nemegt dimulai pada pertengahan abad ke-20 dan menjadi simbol kerja sama sains internasional era Perang Dingin.
Ekspedisi Akademi Sains Uni Soviet (1946–1949): Dipimpin oleh Efremov, ekspedisi ini berhasil memetakan wilayah geologi Nemegt dan menemukan fosil raksasa pertama seperti Tarbosaurus dan Saurolophus.
Ekspedisi Paleontologi Polandia-Mongolia (1960-an–1970-an): Dipimpin oleh Profesor Zofia Kielan-Jaworowska, ekspedisi legendaris ini menemukan banyak fosil penting, termasuk lengan misterius Deinocheirus dan dinosaurus berperisai Tarchia.
Ekspedisi Modern (1990-an–Sekarang): Proyek dinosaurus bersama antara Mongolia dengan institusi barat (seperti AMNH Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan) berhasil melengkapi teka-teki taksonomi satwa Nemegt, termasuk menemukan kerangka utuh Deinocheirus pada medio 2014.
Lee, Y. N.; Barsbold, R.; Currie, P. J.; Kobayashi, Y.; Lee, H. J.; Godefroit, P.; Escuillié, F.; Chinzorig, T. (2014). "Resolving the long-standing enigmas of a giant ornithomimosaur Deinocheirus mirificus". Nature. 515 (7526): 257–260. doi:10.1038/nature13874.
Hurum, J. H.; Sabath, K. (2003). "Giant theropods from the Late Cretaceous of Mongolia". Acta Palaeontologica Polonica. 48 (2): 161–190.
Owocki, K.; Kremer, B.; Biernacka, J.; Wierzbowski, H. (2020). "Paleoclimate and paleoecology of the Late Cretaceous Nemegt Basin, Mongolia: Isotopic and sedimentological insights". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 541: 109521. doi:10.1016/j.palaeo.2019.109521.
Jerzykiewicz, T.; Russell, D. A. (1991). "Late Mesozoic stratigraphy and vertebrates of the Gobi Basin". Cretaceous Research. 12 (4): 345–377. doi:10.1016/0195-6671(91)90015-5.
Gradziński, R.; Kaźmierczak, J.; Lefeld, J. (1968). "Geographical and geological data of the Polish-Mongolian Palaeontological Expeditions". Palaeontologia Polonica. 19: 33–82.
Kielan-Jaworowska, Z. (1969). "New Upper Cretaceous Nomadic and Sedimentary Formations of the Gobi Desert". Palaeontologia Polonica. 19: 5–22.
Tsogtbaatar, C.; Kobayashi, Y.; Khishigjav, T.; Currie, P. J. (2023). "New geochronological constraints and U–Pb zircon dating of the Nemegt Formation, Gobi Desert, Mongolia". Journal of Asian Earth Sciences. 248: 105612. doi:10.1016/j.jseaes.2023.105612.