Karier akademik
Pada tahun 1908 Goodenough lulus dengan gelar Bachelor of Pedagogy (B.Pd.) dari Millersville, Pennsylvania Normal School, meskipun tidak banyak dokumentasi di Millersville, tetapi ia hampir satu dekade mengajar di sekolah pedesaan di Pennsylvania sebelum melangkah dengan pendidikanya yang lebih jauh.[4][5] Dia kemudian melanjutkan pendidikanya untuk mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Columbia pada tahun 1920, dan hanya setahun kemudian, dia menerima gelar MA-nya di bawah penasihat Leta Stetter Hollingworth, di Universitas Columbia itu juga.[5][6][7] Dari 1920-1921, ia juga menjabat sebagai direktur penelitian untuk sekolah umum Rutherford & Perth Amboy di negara bagian New Jersey.[8]
Tidak sampai 1921 ketika Goodenough mulai bekerja dengan Lewis Terman di Universitas Stanford. Terman membangun studi tentang anak-anak berbakat dan memilih peneliti potensial untuk karyanya tersebut.[9] Goodenough terpilih, dan berkontribusi di seluruh proyek-proyeknya, ia bekerja sebagai kepala psikolog lapangan dan kepala psikolog penelitian.[5] Dia juga terdaftar sebagai kontributor untuk buku yang diterbitkan Terman yang berjudul Genetic Studies of Genius, yang merupakan kesepakatan langka bagi wanita pada masa itu.[9] Dia menerima gelar Ph.D. dari Universitas Stanford pada tahun 1924, pada usia 35 tahun.[1][4] Segera setelah itu, pada tahun 1925, ia bergabung dengan Institut Kesejahteraan Anak di Universitas Minnesota sebagai Asisten Profesor di bawah John E. Anderson.[10] Dia menjadi profesor pada tahun 1931 dan bekerja sampai dia pensiun pada tahun 1947.[1] Anderson dan Goodenough tercatat menawarkan beberapa program sarjana dan pascasarjana pertama dalam psikologi perkembangan.[1][10]
Saat di University of Minnesota, Goodenough mengembangkan tes Draw-a-Man (Goodenough-Harris Draw-A-Person Test), yang dapat mengukur kecerdasan pada anak-anak.[4][5][6][11] Dia menerbitkan tes tersebut dalam buku Measurement of Intelligence (1926) dan memberikan penjelasan rinci tentang prosedur, penilaian, dan contoh dalam gambarnya.[1][5][11] Setelah memublikasikan tes Draw-a-Man pada tahun 1932, Goodenough memperluas skala Stanford Binet untuk anak-anak ke Minnesota Preschool Scale pada tahun 1932.[1][6][11] Kontribusi terpenting Goodenough bagi dunia psikologi adalah kemajuan pengambilan sampelnya tahun 1928. Saat ini telah dikenal sebagai pengambilan sampel kejadian dan waktu, yang samapi saat ini merupakan metode yang masih banyak digunakan.[1][6]
Namun, penggunaan time sampling yang Goodenough publikasikan dalam Anger in Young Children (1931) adalah salah satu kontribusinya yang paling diremehkan, yang digunakan untuk mengevaluasi anak-anak. Hal itu banyak dikritik terutama karena banyak yang mempertanyakan penggunaan ibu sebagai peserta penelitian dan banyak yang meragukan bahwa non-ilmuwan akan berhasil merekam pengamatan penelitian tersebut.[12][13] Tujuan Goodenough adalah untuk menganalisis pernyataan John B. Watson bahwa bayi yang baru lahir pada dasarnya hanya dapat memiliki tiga emosi yang berbeda: marah, takut, dan cinta.[1][12] Dia mengumpulkan 41 peserta dari bayi hingga usia 7 tahun dan menggunakan pengambilan sampel kejadian untuk melatih orang tua mereka melacak ledakan kemaran yang terlihat pada anak-anak mereka.[1][8] Melalui eksperimen ini, ia menyarankan bahwa anak-anak di bawah usia 1 tahun memiliki pemicu kemarahan yang paling menonjol karena perawatan anak yang berulang, iritasi fisik minimal, dan keterbatasan gerakan fisik.[1][8][13] Namun, temuan penelitian Goodenough menunjukkan bahwa pada saat anak mencapai usia empat tahun, interaksi sosial menjadi dasar kemarahan yang paling signifikan.[1][5][8] Temuan Goodenough membawanya untuk berteori bahwa bukan lingkungan yang paling berpengaruh dalam perkembangan emosional, tetapi sebenarnya pematangan pada anak kecil tersebut.[1][9][10]
Secara keseluruhan, publikasi Goodenough memberikan kesadaran deskriptif yang penting bagi orang tua dan profesional untuk mengenali kecenderungan emosional yang berbeda dalam perkembangan anak mereka.[1][9][10] Ini akhirnya membawanya ke beberapa publikasi tentang perkembangan anak, kedewasaan, dan emosi. Banyak peneliti masih menghargai publikasinya tentang perkembangan emosional karena metodologinya yang jelas dan terperinci.[1][3][10][12] Eksperimen Goodenough adalah salah satu analisis skala besar pertama yang dilakukan melalui pengamatan dan masih dianggap sebagai salah satu analisis paling rinci tentang perkembangan emosional anak..[1][10][12]
Goodenough tidak pernah menikah.[1]
Selama Perang Dunia II, ia mengembangkan untuk Korps Angkatan Darat Wanita tes proyektif menggunakan asosiasi bebas dengan kata-kata yang memiliki beberapa makna. Dia mengembangkan kunci untuk maskulinitas-feminitas dan kepemimpinan tetapi pensiun sebelum dia menyelesaikan tes.[14]
Pada akhir kariernya, Goodenough masih menerbitkan berbagai topik dan kontribusi penting.[10] Dia juga dikenal sebagai pendidik yang hebat, karena salah satu muridnya adalah Ruth Howard, perempuan Afrika-Amerika pertama, yang menerima gelar Ph.D dalam bidang psikologi.[1][10] Namun, karena penyakit degeneratif, ia terpaksa pensiun dini dan pindah ke New-Hampshire, tempat ia akhirnya menjadi buta.[10] Terlepas dari penyakit yang menyebabkan hilangnya penglihatan dan pendengaran, Goodenough mampu menerbitkan tiga buku lagi setelah mempelajari braille, yaitu Mental Testing: Its History, Principles, and Applications pada tahun 1949, Exceptional Children pada tahun 1954, dan Developmental Psychology edisi ketiga pada tahun 1959.[4][6] Secara keseluruhan, Goodenough menerbitkan 10 teks dan 26 artikel penelitian.[2] Dia meninggal karena stroke di Florida pada 4 April 1959.[5][6][11][15]