Firaun RomawiRelief Mesir di Dendera menampilkan Trajanus (kanan, m. 98–117) dalam busana Firaun lengkap, mempersembahkan barang-barang kepada dewi Hathor dan putranya Ihy
Firaun Romawi,[1] terkadang disebut sebagai Dinasti Ketiga Puluh EmpatMesir kuno,[2][a] adalah para kaisar Romawi dalam jabatan mereka sebagai penguasa Mesir, khususnya dalam Egiptologi. Setelah Mesir dimasukkan dalam Republik Romawi pada 30 SM oleh Octavianus, rakyat dan secara khusus golongan imam dari negara tersebut masih mengakui kaisar Romawi sebagai firaun, memberikan mereka gelar firaun tradisional dan menggambarkan mereka dengan busana firaun tradisional, melakukan kegiatan firaun tradisional, dalam karya seni dan kuil di seluruh belahan Mesir.
Catatan
↑Dinasti terakhir yang diidentifikasi dengan sebuah angka oleh kebanyakan egiptologis adalah Dinasti Ketiga Puluh Satu (kala pasukan Persia menguasai Mesir untuk kedua kalinya).[3] Jika Romawi diangkakan sebagai "Dinasti Ketiga Puluh Empat", Dinasti Argead dari Aleksander Agung dianggap menjadi Dinasti Ketiga Puluh Dua dan Kerajaan Ptolemaik dianggap menjadi Dinasti Ketiga Puluh Tiga.
von Beckerath, Jürgen (1984). Handbuch der ägyptischen Königsnamen. Müncher Ägyptologische Studien (dalam bahasa German). Munich: Deutscher Kunstverlag. ISBN 3-422-00832-2. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Minas-Nerpel, Martina; Pfeiffer, Stefan (2008), "Establishing Roman rule in Egypt: The trilingual stela of C. Cornelius Gallus from Philae", Proceedings of the International Conference, Hildesheim, Roemer- and Plizaeus-Museum: 265–298
Reid, Donald Malcolm (2003). Whose Pharaohs? Archaeology, Museums, and Egyptian National Identity from Napoleon to World War I. University of California Press. ISBNÂ 9780520240698.
Scott, Kenneth (1933), "The Political Propaganda of 44-30 B. C.", Memoirs of the American Academy in Rome, 11: 265–298, doi:10.2307/4238573, JSTOR 4238573