Film tinting adalah proses penambahan warna pada film hitam-putih, biasanya dengan cara mencelupkan film dalam warna dan diwarnai dengan emulsi film. Dampaknya adalah agar seluruh penyinaran cahaya terfilter, sehingga film tersebut akan membuat sinar putih menjadi sinar beberapa warna.[1]
Film toning adalah proses menggantikan partikel perak dalam emulsi dengan garam perak berwarna, dengan bahan-bahan kimia.[2] Tak seperti film tinting, film toning mewarnai area-area tergelap, meninggalkan area-area putih yang kebanyakan tak tersentuh.
Film tinting sangat populer pada era film bisu. Pada 1920an, film tinting dipakai untuk 80 sampai 90 persen dari seluruh film.[3]