Ficus sycomorus, yang dikenal pula sebagai ara sikamor atau ara-murbei (karena dedaunannya menyerupai daun murbei), sikamor, atau sycomore, adalah spesies pohon ara yang telah dibudidayakan sejak zaman kuno.[2]
Deskripsi
Ficus sycomorus dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 20 meter (66ft) dengan bentangan yang cukup luas, membentuk tajuk bundar yang rimbun oleh dahan-dahan yang menyebar. Kulit kayunya berwarna kuning kehijauan hingga jingga dan dapat mengelupas dalam helaian-helaian setipis kertas, menyingkapkan kulit bagian dalam yang berwarna kuning. Seperti halnya seluruh jenis ara lainnya, pohon ini mengandung lateks. Dedaunannya berbentuk jantung dengan ujung yang membulat, berukuran panjang 14 sentimeter (5+1⁄2in) dan lebar 10cm, serta tersusun secara spiral di sekeliling ranting. Permukaan atas daun berwarna hijau tua, sedangkan permukaan bawahnya lebih cerah dengan tulang daun berwarna kuning yang menonjol; kedua permukaannya terasa kasar bila disentuh. Tangkai daunnya memiliki panjang 05–3cm (2–1+1⁄8in) dan ditumbuhi bulu-bulu halus.
Proses pembungaan dan pembuahan berlangsung sepanjang tahun, yang biasanya dimulai pada bulan April atau lebih lambat bergantung pada varietasnya, dan mencapai puncaknya dari bulan Juli hingga Desember. Buahnya merupakan ara berukuran besar yang dapat dimakan, berdiameter 2–3cm, dan akan berangsur matang dari warna hijau pucat menjadi kuning atau merah. Buah-buah ini tumbuh dalam gugusan yang padat pada cabang-cabang kecil yang memanjang atau pada ketiak daun. Masa panennya terkadang dapat dikelompokkan menjadi lima musim "panen" yang berurutan.[3]