Festival film adalah suatu presentasi film yang terorganisasi dan diadakan di satu atau lebih bioskop atau tempat pemutaran film, biasanya di satu kota atau wilayah saja. Semakin banyak, festival film menampilkan beberapa film di luar ruangan. Film-film yang diputar mungkin merupakan film terbaru dan, bergantung pada fokus festival tersebut, dapat termasuk rilis domestik dan internasional. Beberapa festival film berfokus pada genre film yang spesifik (misalnya, film noir) atau suatu subjek tertentu (misalnya, festival film horor dan festival film fantasi). Sejumlah festival film mengkhususkan diri pada film pendek dengan durasi film yang telah ditentukan. Festival film biasanya merupakan suatu acara tahunan. Sejumlah sejarawan film, termasuk Jerry Beck,[1] tidak menganggap festival film sebagai rilis resmi dari suatu film.
Venesia pertama kali menyelenggarakan festival film utama pada tahun 1932. Festival Film Venesia di Italia menjadi festival film tertua yang masih berlangsung hingga saat ini.[9][10]
Presentasi film di Festival Film Horor dan Fantasi, Donostia-San Sebastián.
Festival film pendek terlama Amerika Utara dan masih berlangsung adalah Festival Film Yorkton, pertama kali diadakan pada tahun 1947.[11][12] Festival film pertama di Amerika Serikat adalah Columbus International Film & Video Festival, yang juga dikenal sebagai The Chris Awards, yang diadakan pada tahun 1953. Menurut Film Arts Foundation di San Francisco, "The Chris Awards adalah salah satu kompetisi dokumenter, edukasi, bisnis dan informasi ternama di Amerika Serikat; (festival ini) merupakan yang tertua dari jenisnya di Amerika Utara dan merayakan tahunnya yang ke-54." Festival ini dilanjutkan empat tahun kemudian sebagai Festival Film Internasional San Francisco, yang diadakan pada Maret 1957, yang menonjolkan film dramatis berdurasi panjang. Festival ini memainkan peran penting dalam mengenalkan film asing kepada penonton Amerika. Film pada tahun pertama disertakan film Throne of Blood dari Akira Kurosawa dan Pather Panchali dari Satyajit Ray.
Saat ini, ribuan festival film berlangsung di seluruh dunia—mulai dari festival dengan profil tinggi seperti Festival Film Sundance dan Festival Film Slamdance (Park City, Utah), hingga festival horor seperti Festival Film Teror (Philadelphia), dan Festival Film Musik Park City, festival film Amerika pertama yang didedikasikan untuk menghormati musik dalam film.
Kompetisi Pendanaan Film seperti Writers and Filmmakers diperkenalkan saat biaya produksi dapat diturunkan secara signifikan dan teknologi internet diperbolehkan dalam kolaborasi produksi film.
Festival film internasional utama di Indonesia adalah Festival Film Internasional Jakarta (JiFFest) yang diadakan setiap tahun pada bulan Desember sejak tahun 1998.[13]Jakarta juga pernah menjadi tuan rumah festival skala internasional lainnya seperti Festival Film Asia Pasifik (APFF) ke-52 pada 18–22 November 2008.[14]
Festival film lainnya di Indonesia adalah Festival Film Indonesia (FFI), merupakan festival film skala nasional pertama di Indonesia yang telah diselenggarakan sejak tahun 1955. Dari tahun 1973 sampai 1992, festival ini diadakan setiap tahun dan kemudian dihentikan pada tahun 1993 sampai kemudian diadakan kembali pada tahun 2004.[15] Sempat bernama Pekan Apresiasi Film Nasional, festival film ini memberikan penghargaan pada karya terbaik berupa Piala Citra.
Festival film berskala nasional lainnya di Indonesia adalah Festival Film Bandung (FFB) yang merupakan bentuk apresiasi perfilman oleh komunitas Forum Film Bandung. Festival film ini pertama kali diadakan pada tahun 1987 dan rutin diadakan setiap tahunnya hingga saat ini. Saat Festival Film Indonesia tidak mengadakan penghargaan bagi insan perfilman pada tahun 90-an, FFB tetap mengadakan festival film ini dengan memilih Film Televisi dan Film Asing dari Asia atau Barat. Kehadiran Festival Film Bandung menjadi barometer tayangan baik di televisi maupun bioskop.[16]
Selain itu, terdapat pula festival film Indonesia yang diadakan di luar negeri seperti Indonesian Film Festival (IFF) yang diadakan di Australia. Pertama kali diadakan pada tahun 2006, Indonesian Film Festival (IFF) merupakan apresiasi perfilman Indonesia di Australia. Diadakan setiap tahun di Melbourne, IFF dikelola oleh sebuah organisasi nirlaba, Indonesian Film Festival (IFF) Inc., dengan kolaborasi Persatuan Mahasiswa Indonesia Melbourne (MUISA). IFF bertujuan untuk mempromosikan apresiasi budaya Indonesia di Australia, sekaligus meningkatkan kesadaran internasional akan budaya film Indonesia yang sedang berkembang.[17]
↑Encyclopedia of Global Studies. Sage Publications. 2012. hlm. 566. ISBN 9781412994224. Cannes, Venice, and Berlin—still hold the most prestigious status as cultural institutions that officially endorse the aesthetic and cinematic values of movies and critical currencies of film directors.
↑Wong, Cindy Hing-Yuk (2011). Film Festivals: Culture, People, and Power on the Global Screen. Rutgers University Press. hlm. 5. ISBN 9780813551104. Whether we talk about the Big Three festivals—Cannes, Venice, Berlin—look at Sundance, Tribeca, and Toronto in North America, or examine other significant world festivals in Hong Kong, Pusan, Locarno, Rotterdam, San Sebastián, and Mar del Plata, the insistent global icons of all festivals are films, discoveries, auteurs, stars, parties, and awards.
↑"Archived copy"(PDF). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal November 13, 2013. Diakses tanggal 24 Juli 2013.Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
↑"Archived copy"(PDF). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal December 3, 2013. Diakses tanggal 24 Juli 2013.Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Festival film.
Turan, Kenneth, Sundance to Sarajevo: Film Festivals and the World They Made, Los Angeles, University of California Press, 2002, hardback, ISBN0-520-21867-1.