Pada tahun 2012, ia memutuskan keluar dari Stanford untuk fokus mengerjakan Snapchat sebelum masa kuliahnya selesai.[2][6][7] Ketika mempelajari desain produk di Stanford,[8] ia menjadikan Snapchat sebagai proyek kelasnya.[9] Spiegel ikut merintis aplikasi perangkat bergerakSnapchat bersama Reggie Brown dan Robert Murphy. Saat ini ia menjabat sebagai CEO Snapchat.[10]
Spiegel dan Robert Murphy, sesama anggota persaudaraaan Kappa Sigma, sebelumnya pernah mengembangkan FutureFreshman.com, sebuah panduan proses pendaftaran perguruan tinggi dalam jaringan. Spiegel dan Murphy dituntut oleh anggota persaudaraan Reggie Brown yang mengaku juga ikut menyumbangkan ide tersebut.[2][11]
Kehidupan pribadi
Dari sejumlah perusahaan yang digemarinya, Spiegel lebih menyukai Google dan Tencent.[12]
Pada Mei 2014, sebuah blog bernama Valleywag merilis beberapa surel yang dikirimkan Spiegel saat masih mahasiswa tingkat satu kepada anggota persaudaraan yang isinya merendahkan perempuan dan terkesan anti-homoseksual.[13] Spiegel kemudian minta maaf atas tindakannya dan perilakunya terhadap perempuan kala itu, "Saya sangat terkejut dan malu setelah tahu surel konyol saya pada masa kuliah diketahui secara luas. Saya tak punya alasan. Saya meminta maaf karena menulisnya waktu itu dan saya merasa salah karena telah menulisnya. Surat-surat tersebut tidak mencerminkan pandangan saya saat ini terhadap perempuan."[14]