Enryaku-ji (延暦寺code: ja is deprecated ) adalah sebuah wiharaBuddhaTendai yang terletak di Gunung Hiei di Ōtsu, Prefektur Shiga, Jepang. Biara ini pertama kali didirikan pada tahun 788 di awal zaman Heian (794–1185)[1] oleh Saichō (767–822), yang juga dikenal sebagai Dengyō Daishi, yang memperkenalkan sekte Tendai dari Buddha Mahayana ke Jepang dari Tiongkok. Kompleks kuil ini telah mengalami beberapa upaya rekonstruksi sejak saat itu, dengan rekonstruksi yang paling signifikan (yaitu aula utama) terjadi pada tahun 1642 di masa pemerintahan Tokugawa Iemitsu. Enryaku-ji adalah markas besar sekte Tendai dan salah satu biara terpenting dalam sejarah Jepang. Sehingga, biara ini merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO "Monumen Bersejarah Kyoto Kuno (Kota Kyoto, Uji, dan Otsu)". Para pendiri aliran Jōdo-shū, Jōdo Shinshū, Sōtō Zen, dan Buddhisme Nichiren semuanya pernah menghabiskan waktu di biara ini. Enryaku-ji juga merupakan pusat praktik kaihōgyō (atau yang dikenal sebagai "maraton biksu").
Sejarah
Tentara Nobunaga membakar Enryaku-ji dan membantai para biksu dalam Pengepungan Gunung Hiei pada 1571 (penggambaran di Ehon taikouki)Ruri-dō(瑠璃堂, "Aula Lazuardi") adalah satu-satunya bangunan yang bertahan dari pengepungan 1571.
Berkat dukungan Kaisar Kanmu, biksu Saichō menahbiskan seratus murid pada tahun 807. Dengan menerapkan disiplin ketat di Gunung Hiei, para biksu hidup dalam pengasingan selama dua belas tahun untuk belajar dan bermeditasi. Setelah periode ini, murid-murid terbaik dipertahankan dalam posisi di biara dan yang lainnya lulus ke berbagai posisi di pemerintahan. Pada puncak kekuasaannya, Enryaku-ji merupakan kompleks besar yang terdiri dari sekitar 3.000 kuil kecil dan dijaga pasukan biksu pendekar (僧兵 (sōheicode: ja is deprecated )) yang tangguh. Pada abad kesepuluh, perselisihan terkait suksesi pecah antara biksu Tendai dari garis keturunan Ennin dan Enchin. Perselisihan ini mengakibatkan munculnya pusat-pusat Tendai yang saling bertentangan di Enryaku-ji dan Mii-dera, yang masing-masing dikenal sebagai Ordo Gunung (山門 (sanmoncode: ja is deprecated )) dan Ordo Kuil (寺門 (jimoncode: ja is deprecated )). Para biksu pendekar dilibatkan untuk menyelesaikan perselisihan, dengan para pemimpin Tendai juga mulai menyewa tentara bayaran untuk mengancam musuhnya dan bahkan berbaris ke ibu kota untuk menyampaikan tuntutan.
Sebagai bagian dari rencana untuk menyingkirkan semua saingan potensial dan menyatukan negara, panglima perang Oda Nobunaga mengakhiri militansi Buddha ini pada tahun 1571 dengan menyerang Enryaku-ji, meratakan bangunan dan membantai para biksu.[2] Struktur Enryaku-ji yang bertahan saat ini berasal dari akhir abad ke-16 hingga paruh pertama abad ke-17, ketika kuil tersebut dibangun kembali setelah perubahan rezim. Hanya satu bangunan kecil yang bertahan dari pengepungan, yaitu Ruri-dō (るり堂code: ja is deprecated , Balairung Lazuardi), yang terletak di ujung jalan setapak yang panjang dan tak bertanda dari kompleks Sai-tō. Struktur ini berasal dari abad ke-13 dan telah diperbaiki dua kali selama abad ke-20 setelah dilanda cuaca buruk.[3] Selama rekonstruksi, beberapa bangunan dipindahkan dari kuil lain, terutama Mii-dera, sehingga bangunan-bangunan itu sendiri sudah tua, meskipun tidak selalu berada di lokasi ini.
Saat ini, sebagian besar bangunan Enryaku-ji terkumpul di tiga area: Tō-dō (東塔code: ja is deprecated , "Pagoda Timur"), Sai-tō (西塔code: ja is deprecated , "Pagoda Barat"), dan Yokokawa (横川code: ja is deprecated ). Bangunan-bangunan terpenting biara terkonsentrasi di Tō-dō. Sai-tō berjarak 20 menit berjalan kaki, sebagian besar berupa jalan menurun dari Tō-dō, dan juga memiliki beberapa bangunan penting. Yokokawa lebih terpencil dan kurang dikunjungi, sekitar 1,5 jam berjalan kaki, dan paling mudah dijangkau dengan bus, yang menghubungkan ketiga kompleks dengan lokasi lain di gunung tersebut.
Pada tanggal 4 April 2006, Enryaku-ji mengadakan upacara untuk mantan pemimpin Yamaguchi-gumi, organisasi yakuza terbesar di Jepang.[4] Karena upacara kuil semacam itu telah digunakan untuk penggalangan dana Yamaguchi-gumi dan unjuk kekuasaan, Kepolisian Prefektur Shiga meminta agar Enryaku-ji menghentikan pelaksanaan upacara tersebut. Menolak permintaan tersebut, Enryaku-ji menerima sejumlah uang untuk upacara tersebut dan mengizinkan hampir 100 pemimpin Yamaguchi-gumi tingkat atas untuk hadir. Usai laporan di surat kabar Asahi Shimbun dan Yomiuri Shimbun, Enryaku-ji menghadapi skandal nasional. Kuil tersebut juga dikritik oleh Perhimpunan Kuil Buddha Jepang (mewakili 75.000 kuil Buddha), yang memimpin gerakan melawan yakuza. Akhirnya pada tanggal 18 Mei, semua direktur perwakilan Enryaku-ji mengundurkan diri, meminta maaf di situs web mereka dan dalam surel yang dikirim ke 3.000 kuil cabang.[5]
Galeri
Balairung Pembelajaran Agung (大講堂code: ja is deprecated , Daikō-dō)
Balairung Inisiasi (灌頂堂code: ja is deprecated , Kanjō-dō)
Gerbang Monju-rō (文殊楼code: ja is deprecated , Monju-rō)