Awal kehidupan
Emma Martina Luigia Morano lahir pada 29 November 1899 di Civiasco, Vercelli, Piedmont, Italia, dari pasangan Giovanni Morano dan Matilde Bresciani, ia merupakan anak sulung dari delapan anak: lima anak perempuan dan tiga anak laki-laki. Dia memiliki keluarga yang berumur panjang: ibunya, seorang bibi dan beberapa saudara-saudaranya mencapai umur 90 tahunan, dan adiknya, Angela Morano (1908-2011), meninggal pada usia 102.
Ketika ia masih kecil, ia pindah dari Lembah Sesia ke Ossola, tapi iklim di sana sangat tidak sehat, dan ada dokter yang menyarankan keluarganya untuk tinggal di suatu tempat dengan iklim yang lebih ringan, jadi dia pindah ke Pallanza, dekat Danau Maggiore. Pada bulan Oktober 1926, ia menikah dengan Giovanni Martinuzzi (1901-1978), dan pada tahun 1937 anak satu-satunya lahir, tetapi meninggal ketika ia baru berusia enam bulan. Pernikahannya tidak berjalan bahagia,[3] sehingga pada tahun 1938 Morano berpisah dari suaminya, mendorongnya keluar dari rumah; meskipun pasangan tersebut berpisah, tetapi mereka tetap mempertahankan perkawinan sampai kematian Giovanni pada tahun 1978.
Sampai tahun 1954, Morano adalah seorang pekerja untuk Maioni Industry, pabrik goni di kotanya. Lalu ia punya pekerjaan lain, di dapur Collegio Santa Maria, sebuah sekolah asrama di Pallanza, sampai dia berusia 75 tahun, ketika ia pensiun.
Kehidupan selanjutnya
Morano masih tinggal sendirian di rumahnya pada hari ulang tahunnya yang ke-115.[7] Ketika ditanya tentang rahasia umur panjangnya, dia mengatakan bahwa dia tidak pernah menggunakan obat-obatan, makan tiga butir telur per hari, minum segelas brendi buatan sendiri, dan kadang-kadang menikmati sebuah cokelat, dan dia selalu berpikir positif tentang masa depan.[8]
Pada tahun 2011, Morano dikunjungi sebagai bagian dari studi seluruh dunia yang dilakukan oleh George Church dari Harvard Medical School Boston, untuk mempelajari rahasia umur panjangnya.[9]
Pada Desember 2011, dia dianugerahi gelar kehormatan Cavaliere Ordine al merito della Repubblica italiana oleh Presiden Giorgio Napolitano.[10]
Morano menjadi orang tertua di Italia dan Eropa setelah kematian Maria Redaelli pada 2 April 2013. Pada kesempatan ulang tahun ke-114, dia memberikan wawancara pendek di TV untuk acara RAI.[11] Pada hari ulang tahunnya yang ke-116, Morano menerima ucapan selamat dari Paus Fransiskus.[12]
Dia melampaui usia Venere Pizzinato pada bulan Agustus 2014 dan Dina Manfredini (meninggal di Amerika Serikat) pada bulan Agustus 2015, untuk menjadi orang Italia tertua yang pernah ada.[13][14] Pada tanggal 13 Mei 2016, setelah kematian wanita Amerika, Susannah Mushatt Jones, Morano menjadi orang tertua di dunia dan juga orang hidup terakhir yang lahir pada tahun 1800-an.[15]
Pada 29 Juli 2016, ia mendapatkan sertifikat dari Guinness World Records yang mengakui dirinya sebagai orang tertua yang masih hidup.[16][17] Pesta perayaan ulang tahunnya yang ke-117 pada 29 November 2016 disiarkan langsung di Italia.[18]