Elliot Oliver Robertson Rodger (24 Juli 1991 – 23 Mei 2014) adalah seorang pembunuh massal kelahiran Inggris yang membunuh enam orang dan melukai empat belas lainnya dalam serangkaian pembunuhan di Isla Vista pada tahun 2014. Pembunuhan yang dilakukannya, bunuh dirinya, dan manifestonya telah disebut-sebut sebagai pengaruh awal pada subkultur incel dan manosfer.
Lahir di London, Inggris, Rodger pindah ke California bersama keluarganya saat masih kecil. Rodger sendiri merupakan putra dari sutradara asal Inggris, Peter Rodger dan sejak kecil ia tumbuh di keluarga yang berada. Sejak masa kanak-kanak, Rodger mengalami masalah isolasi sosial, masalah kesehatan mental, dan penolakan. Saat remaja, ia didiagnosis dengan gangguan perkembangan pervasif tidak terspesifikasi, tetapi tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis autisme. Ia memulai perawatan dan menerima sumber daya pendidikan khusus dan terapi hampir sepanjang hidupnya. Ia juga mengalami perundungan selama masa sekolah menengah pertama dan atas. Beberapa insiden perilaku aneh Rodger selama berada di Isla Vista, California, bersama dengan video dan tulisan lain yang menyebutkan niat kekerasan, membuat keluarga dan kenalannya khawatir. Sebelum memulai aksi penembakan yang direncanakannya, Rodger mengunggah video ke YouTube yang mengumumkan niatnya untuk "menghukum" wanita (serta pria yang mereka sukai) karena kurangnya ketertarikan mereka pada Rodger. Ia juga mengirimkan manifesto setebal 137 halaman kepada beberapa anggota keluarganya, kenalannya, dan terapisnya. Isi manifesto tersebut berupa detail mengenai menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam hidupnya, perjuangan pribadi, dan rasa frustrasinya karena tetap perawan seumur hidup.
Pada 23 Mei 2014, Rodger membunuh enam orang dan melukai empat belas lainnya menggunakan pisau, pistol semi otomatis, dan mobilnya sebagai senjata di Isla Vista dekat Universitas California, Santa Barbara (UCSB). Rodger pertama kali membunuh dua teman sekamarnya dan seorang teman mereka di apartemen yang mereka tempati bersama, menyergap dan menikam mereka satu per satu saat mereka tiba di waktu yang berbeda. Beberapa jam kemudian, ia berkendara ke rumah sororitas Alpha Phi, tempat ia bermaksud membunuh penghuninya tetapi tidak dapat memasuki tempat tersebut. Rodger malah menembak tiga wanita dari sororitas Delta Delta Delta yang sedang berjalan di dekat rumah sororitas tersebut, membunuh dua di antaranya dan melukai seorang lainnya secara kritis. Kemudian ia berkendara melewati delikatesen terdekat, menembak dan membunuh seorang pria di dalamnya. Setelah itu, Rodger berkendara di sekitar Isla Vista, menembak dan menabrak pejalan kaki tanpa pandang bulu dengan kendaraannya. Ia terlibat baku tembak dengan deputi sheriff dua kali, dan tertembak di pinggulnya. Tak lama kemudian, ia menabrakkan kendaraannya ke sebuah mobil yang diparkir. Saat polisi memeriksa kendaraan tersebut, mereka menemukan Rodger tewas bunuh diri dengan luka tembak di kepala.
Pada tahun-tahun setelah kematiannya, serangan Rodger menjadi topik pembicaraan tentang kesehatan mental, radikalisasi daring, dan misogini. Ia disebut-sebut sebagai tokoh awal subkultur incel dan manosfer, dan sering disebut sebagai "pahlawan" dan "martir" di forum internet. Serangan Rodger sering dipuji oleh para incel di seluruh dunia. Ia telah memengaruhi dan dirujuk oleh pelaku pembunuhan massal lainnya, dengan beberapa di antaranya menyebut tindakan mereka sebagai "melakukan E. R."[a], termasuk mereka yang melakukan penembakan di Umpqua Community College tahun 2015 dan serangan van di Toronto tahun 2018. Pembunuhan yang dilakukan Rodger telah memicu kampanye media sosial seperti #NotAllMen dan #YesAllWomen dan telah berkontribusi pada perdebatan yang sedang berlangsung tentang maskulinitas beracun, kekerasan berbasis gender, dan pengaruh forum internet dalam meradikalisasi pria muda yang berniat melakukan kejahatan serupa.
Kehidupan awal
Elliot Oliver Robertson Rodger lahir di London, Inggris, pada tanggal 24 Juli 1991.[1] Ia lahir dari pasangan Peter Rodger dan Ong Li Chin Tye.[2][3][4] Peter, warga negara Inggris,[5] adalah seorang pembuat film yang telah menyutradarai iklan televisi.[6] Ibunya adalah keturunan Tionghoa-Malaysia yang juga bekerja di industri film, yang sebelumnya menjalani pelatihan di bidang perawatan kesehatan dan kemudian bekerja sebagai perawat di lokasi syuting selama produksi film The Princess Bride (1987) dan Indiana Jones and the Last Crusade (1989).[2][7] Kakeknya dari pihak ayah, George Rodger, adalah seorang fotojurnalis yang terkenal dengan foto-fotonya tentang kamp konsentrasi Bergen-Belsen.[8]
Setelah kelahiran Rodger, keluarganya pindah ke Sussex, Inggris, di mana ia menikmati masa kecil yang berada dan mendapat pengasuhan istimewa.[9][10] Li Chin meninggalkan pekerjaannya di bidang perawatan kesehatan untuk merawat Rodger dan tak lama kemudian melahirkan seorang putri. Rodger menjalin hubungan dekat dengan nenek dari pihak ibunya, yang kemudian pindah bersama keluarganya.[11][12] Awalnya ia bersekolah di Dorset House School, sebuah sekolah swasta khusus laki-laki di Sussex Barat.[11][13] Ketika Rodger berusia lima tahun, karena karier ayahnya sebagai sutradara, keluarganya pindah ke Woodland Hills, kawasan perumahan kelas atas di Los Angeles.[14] Rodger mengklaim bahwa teman pertamanya di Amerika Serikat adalah putri dari musisi Inggris Paul Humphreys, dan bahwa dia adalah teman perempuan pertamanya dan satu-satunya.[15] Rodger kemudian bersekolah di Topanga Elementary School.[16]
Orang tua Rodger bercerai ketika ia berusia tujuh tahun.[17] Hak asuh Rodger dibagi antara kedua orang tuanya,[18] dan setahun setelah perceraian mereka, ayah Rodger menikahi Soumaya Akaaboune, seorang aktris Prancis kelahiran Maroko.[19] Rodger mengungkapkan keterkejutannya atas betapa cepatnya ayahnya menikah lagi, tetapi akhirnya menghormatinya atas keputusan tersebut. Ia segera memandang hubungan romantis dengan perempuan sebagai penanda status sosial.[5] Rodger kesulitan berinteraksi sosial sejak usia dini. Di sekolah dasar, ia sering kali menarik diri, berbicara pelan hingga berbisik, dan memilih untuk menjawab dengan tulisan alih-alih membicarakannya. Ia menghindari teman sebaya saat istirahat dan merasa kewalahan oleh pertemuan sosial. Perjalanan ke Disneyland sekitar usia lima tahun membuatnya menangis karena keramaian. Ia juga menunjukkan perilaku berulang seperti membuat suara dan mengetuk kaki.[20]
Pada tahun 1999, ibu Rodger mengajukan affidavit untuk meminta tunjangan anak lebih banyak dari ayahnya, dengan alasan putranya adalah "anak autis funsional tinggi" dengan kebutuhan khusus.[21] Ayah Rodger menunjukkan diagnosis dari seorang dokter, yang menyatakan bahwa diagnosis autisme tersebut tidak tepat karena klaim pemeriksaan tersebut mungkin melewatkan kondisi lain seperti depresi dan kecemasan.[7] Dokter ayah Rodger merekomendasikan ibunya untuk membawa Rodger ke psikiater anak untuk mendapatkan evaluasi tambahan sehingga diagnosis pada Rodger dapat ditentukan secara tepat dan ia menerima pengobatan yang sesuai.[22] Adapun Rodger memiliki hubungan yang sulit dengan ibu tirinya, Akaaboune, yang otoritas orang tuanya ia tolak dan memilih lebih dekat dengan ibu kandungnya.[9]
Seiring bertambahnya usia, Rodger menjadi minder karena tinggi badannya yang pendek dan tubuhnya yang kurus;[16] ia sempat bermain basket dengan keyakinan bahwa kegiatan tersebut dapat meningkatkan tinggi badanya. Ia juga merasa malu dengan warisan ras campurannya, yang menurutnya membedakannya dari teman-temannya yang sepenuhnya berkulit putih.[5] Dalam upaya untuk berbaur, Rodger mewarnai rambutnya menjadi pirang dan mulai bermain seluncur papan, berharap perubahan ini akan membantunya berteman dengan anak-anak lain.[18] Meskipun sangat canggung secara sosial, Rodger mulai bergaul dengan teman-temannya yang lebih populer dan mencoba mendekati perempuan. Ia kemudian mulai mengalami perasaan dendam, yakin bahwa hidupnya tidak adil dibandingkan dengan teman-temannya.[6][23]