Elite Daily adalah platform berita daring Amerika Serikat yang didirikan oleh David Arabov, Jonathon Francis, dan Gerard Adams.[1] Situs ini menggambarkan target audiensnya sebagai milenial. Selain berita umum dan topik yang sedang tren, situs ini menawarkan Karangan khas dan senaraikel yang meliput politik, keadilan sosial, seks dan kencan, masalah perempuan, dan olahraga. Slogannya adalah "The Voice of Generation Y" (Suara Generasi Y).[2]
Sejarah
Logo-logo sebelumnya
Elite Daily diluncurkan secara independen pada Februari 2012. Situs ini dibeli oleh DMG Media pada Januari 2015 dengan nilai sekitar $50 juta.[3]
Pada Desember 2014, Elite Daily menempati peringkat ketujuh sebagai situs yang paling banyak dibagikan di Facebook dan entitas berita daring Amerika Serikat terpopuler ke-14.[4][5] Pada tahun 2015, situs ini terdaftar sebagai salah satu penerbit konten Facebook yang paling produktif.[6]
Pada tahun 2014, tim dokumenter Elite Daily memenangkan New York Emmy Award dalam kategori Politik/Pemerintahan untuk dokumenter pendek mereka yang berjudul Meet the 14-Year-Old Who Helped Legalize Medical Marijuana In NY.[7]
Pada Juli 2013, ditemukan bahwa banyak penulis Elite Daily menggunakan nama palsu dan foto profil yang sebenarnya adalah foto model yang tidak terkait.[10] Dalam sebuah wawancara dengan TechCrunch pada September 2013, pendiri David Arabov mengungkapkan bahwa ia menerbitkan semua artikelnya dengan nama samaran "Preston Waters".[1] Setidaknya lima penulis internal lainnya juga menerbitkan tulisan dengan nama samaran. Staf Elite Daily dalam artikel TechCrunch tersebut digambarkan memiliki keyakinan bahwa "tidak ada tanggung jawab untuk mengatakan yang sebenarnya dalam hal nama penulis atau biodata, selama artikel itu sendiri akurat."[1]
Pencurian identitas
Pada Juli 2015, penulis Gawker Kate Knibbs ditemukan bahwa namanya muncul dalam baris kredit penulis di artikel Elite Daily yang tidak ia tulis.[11] Ketika ditanya mengenai kegagalan Elite Daily dalam memverifikasi identitas penulis yang mengaku sebagai Knibbs, direktur komunikasi publikasi DMG lainnya (Daily Mail) Sean Walsh, menyarankan adanya risiko sistemik dari sistem publikasi tersebut dan menjawab, "Ini adalah sifat alami dari platform yang menerima kontributor."[11] Masalah tersebut diselesaikan dan Knibbs menyatakan bahwa setelah Elite Daily mengonfirmasi kebenaran klaimnya, mereka bertindak dengan cara yang "sopan".[11]
Seksisme
Blog feminis Jezebel telah mengkritik konten Elite Daily sebagai "tulisan kebencian terhadap wanita" (misogynistic screeds). Dalam sebuah artikel pada September 2013, Jezebel mengkritik artikel Elite Daily yang menyatakan bahwa "nilai seorang wanita menyusut seiring berjalannya waktu", membandingkan wanita yang menua dengan roti basi, dan menyarankan bahwa hal ini merupakan pembenaran yang "memaksa pria untuk berselingkuh".[12] Jezebel tetap kritis terhadap Elite Daily, dengan menerbitkan artikel yang mengecam situs tersebut dan kontennya hingga September 2015.[13]
Pada Februari 2014, The Daily Banter menerbitkan sebuah artikel yang menyebut Elite Daily sebagai "segala sesuatu yang salah dengan jurnalisme daring".[14] Selain menyoroti dugaan seksisme situs tersebut (dengan senaraikel seperti "21 Signs She's Expired"), artikel tersebut juga mengkritik model kerja "sweatshop" situs itu yang menerbitkan konten terutama dari kontributor yang kompensasinya hanyalah berupa eksposur.[14]
Dalam sebuah cerita di Gawker tahun 2015, penulis Max Read memuji Elite Daily karena bergeser "menjauh dari misogini yang bodoh dan agresif" tetapi mencatat bahwa situs tersebut tetap "bebal", "membosankan", dan "sama sekali tidak menarik serta tidak dapat diperbaiki".[15]
Pelanggaran hak cipta
Pada Maret 2015, jurnalis foto Peter Menzel menggugat Elite Daily karena menggunakan tiga puluh fotonya tanpa persetujuan. Menzel mengklaim bahwa Elite Daily tidak hanya menghapus pemberitahuan hak cipta dari salah satu gambar, tetapi juga menyatakan bahwa foto-foto tersebut adalah "atas izin Peter Menzel" tanpa benar-benar mendapatkan izin darinya.[16]
Tokoh terkemuka
Penghibur Joe Santagato bekerja sebagai produser dan editor untuk perusahaan ini.[17]