Ekasila yang berarti satu dasar. Satu dasar adalah konsep yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno sebagai penyederhanaan dari Pancasila menjadi satu sila inti yaitu Gotong Royong.
Sejarah
Pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI, Ir. Soekarno mengusulkan lima dasar negara yang dikenal dengan Pancasila. Pancasila terdiri dari kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kejeahteraan sosial dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu, Soekarno juga mengusulkan alternatif lain yang berupa Trisila yang terdiri dari socio-nationalism, socio-democratie, dan Ketuhanan, serta Ekasila yang dirumuskan menjadi satu asas yaitu gotong royong. Kedua alternatif tersebut dilakukan sebagai penyederhanaan dari lima sila apabila terdapat keinginan tersebut sebagai penyederhanaan untuk merumuskan dasar negara dengan jumlah prinsip yang lebih sedikit. Hasil Sidang BPUPKI menempatkan Pancasila sebagai lima dasar negara Republik Indonesia. [1]
Soekarno menjelaskan bahwa intisari mendasar dari Pancasila adalah gotong royong, yaitu kerjasama penuh kesukarelaan antara unsur-unsur pendukung kebangsaan, kemanusiaan, demokrasi, kesejahteraan sosial dan Ketuhanan. Soekarno mengatakan bahwa Gotong Royong merupakan pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-biantu bersama, Amal buat kepentingan semua, keringar semua kebahagiaan semua.[2]
Pendapat Soekarno
Ekasila menurut Soekarno yaitu untuk menyatukan suku yang beragam, mencampurkan yang peranakan asli Indonesia dan yang bukan asli dan peranakan Indonesia ke dalam pemerintahan serta semua agama bisa bergotong-royong dan bekerja sama dalam beramal dan bersosial bersama.
Peleburan Pancasila
Ekasila merupakan inti dari pancasila menjadi satu yaitu gotong-royong yang awalnya terdiri dari:
Sosio Nasionalisme yang artinya masyarakat harus bertindak untuk kemauan seluruh kepentingan lapisan masyarakat. Sosio Nasionalisme mengandung prinsip kebangsaan dan perikemanusiaan yang menegaskan kepentingan hubungan antar bangsa atas dasar kemerdekaan dan keadilan yang sesungguhnya.
Sosio Demokrasi, demokrasi yang mengakar di masyarakar dan mengatur kebutuhannya dan dipimpin dengan gotong royong oleh hubungan kekeluargaan.
Yang Berketuhanan, menjunjung ketuhanan yang Maha Esa.
Tujuan
Tujuan Ekasila yaitu
menegaskan kehidupan bangsa Indonesia harus dilandasi semangat persatuan dan kerja sama.
mewujudkan kesejahteraan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penerapan
Ekasila diterapkan sebagai:
Kerja bakti membersihkan lingkungan.
Membantu korban bencana alam.
Musyawarah untuk menyelesaikan masalah bersama.
Saling Membantu antarwarga tanpa membedakan suku, agama dan golongan.