Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Ia merupakan seorang Perwira Infanteri yang memiliki intelektualitas dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan tugasnya.[2] Hal ini terbukti dengan berbagai prestasi yang telah dicapainya. Baru-baru ini ia meraih penghargaan dalam Lomba Karya Tulis yang diikuti oleh seluruh perwira TNI AD.[3] Karya Tulis tersebut merupakan hasil observasinya selama bertugas menjadi Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) Jakarta Pusat.[4] Edwin terbilang sukses melaksanakan tugas pada jabatan tersebut yang dibuktikan dengan situasi Jakarta yang kondusif sehingga event-event berskala nasional seperti Asian Games dapat berjalan lancar dan aman. Bahkan aksi-aksi unjuk rasa skala besar yang terjadi pada saat ia menjabat Dandim dapat tertangani dengan baik sehingga tidak terjadi gejolak apapun yang mengganggu stabilitas keamanan wilayah Ibukota. Atas keberhasilan tersebut, ia kemudian diberikan penghargaan langsung oleh Pratikno sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Potensi besar yang dimiliki oleh Edwin Adrian Sumantha sudah terlihat sejak berada di Akademi Militer (Akmil) di mana ia pernah menjadi Komandan Batalyon Korps Taruna Akmil. Selepas dilantik menjadi Letnan Dua pada tahun 1997,[5] ia bergabung dengan Satuan Elit Kopassus hingga pangkat Letnan Kolonel. Berbekal potensi besar dan prestasi yang dimilikinya, ia kemudian diberikan kepercayaan oleh Pimpinan TNI untuk menjadi Ajudan Wakil Presiden RI.
Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik Pendidikan Reguler (Dikreg) Sesko TNI Angkatan XLVII Tahun Anggaran (TA) 2020, Salah satunya adalah Edwin Adrian Sumantha.[6]
Karier Militer
Berkarier di jalur militer menjadi pilihan hidup terhitung sejak menjadi Taruna Akademi Militer dan dilantik sebagai seorang Perwira TNI AD pada tahun 1997.[7] Selepas dari Akademi Militer, bergabung menjadi personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sejak tahun 1998 sampai dengan tahun 2011, mengabdi di Grup-4 Kopassus yang kini telah berganti nama menjadi Grup-3 Kopassus.[8] Pada akhir tahun 2011 hingga November 2012 Kolonel Inf Edwin berdinas di Makopassus sebagai Pabandya Lidgal Sintel Kopassus. Selanjutnya Kolonel Inf Edwin menjabat sebagai[9] Danyon 31 Grup 3 Kopassus dan kemudian menjabat Komandan Pengamanan Pribadi Presiden RI (Paspampres). Pada Juli 2014 Kolonel Inf Edwin pernah menjabat sebagai Dandim 0501 Jakarta PusatDiarsipkan 2015-12-22 di Wayback Machine.,[10] selanjutnya menjabat sebagai Kepala Staf Brigade Infanteri 1 Pengaman Ibu kota/Jaya Sakti Kodam Jaya.[11][12] Kemudian ia dipercaya oleh Pimpinan TNI AD untuk menjabat kembali sebagai Dandim 0501 Jakarta Pusat. ia adalah perwira yang pertama kali dan satu-satunya yang berhasil menjabat Dandim di Jakarta Pusat sebanyak dua kali.[13]
Pendidikan dan Tugas Operasi Militer
Ia telah mengikuti pendidikan pengembangan umum mulai dari Pendidikan Sarcab Hub, Sarcabif, Selapaif sampai mengikuti Sesko di Selandia Baru (New Zealand Joint Command and Staff Course No.52) pada tahun 2011 yang diikuti oleh perwakilan dari 12 Negara.[14] Selanjutnya ia juga telah menamatkan Kursus Danyon dan Dandim. Sedangkan pendidikan pengembangan spesialisasi yang pernah ditempuh adalah Pendidikan Para, Komando, Sandi Yudha, Jumping Master, Sarpa Intel TNI, Intel Analis dan pendidikan lain yang berkaitan dengan Misi Operasi Pemeliharaan Perdamaian PBB. Pendidikan umum tertinggi yang diselesaikannya adalah Post Graduate Diploma of Art dari Massey University, Selandia Baru. Sebagai seorang prajurit Kopassus, melengkapi dan mengasah kemampuannya dengan melaksanakan berbagai tugas operasi militer. pernah bertugas di daerah konflik Papua, Aceh dan juga pernah bertugas di bawah bendera PBB sebagai Pengamat Militer (Military Observer) di Georgia, Eropa Timur.[15]